
" aku dimana?" Suara yang serak dan mata yang berat untuk terbuka membuat wanita tersebut kesulitan mengenali ruangan dimana dia terbaring.
" hai selamat malam pengantin ku.." suara yang begitu dekat membuat jovanka terbangun dengan terkejut.
Jovanka menatap laki laki di sebelahnya dengan tatapan benci. Alfred laki laki yang di sana. Dengan memakai jas rapi dan jovanka menatap dirinya yang juga memakai gaun pernikahan,menelusuri ruangan kamar yang asing di matanya.
" apa yang kau lakukan pada ku ha.." bentaknya.
" jangan berteriak pada suami mu sayang.." ucapnya dengan lembut.
" suami?, apa maksudmu al?"
" kita sudah menikah sayang, lihatlah gaun pengantin yang kau kenakan dan cincin pernikahan kita.." jovanka melihat gaun yang melekat di tubuhnya serta cincin di jarinya.
" gak mungkin."
" kau tak percaya?, maka lihatlah ini video pernikahan kita.." katanya dengan memberikan ponsel kepada jovanka.
Dengan tangan gemetar jovanka menerima nya dengan mata yang penuh kebencian.
Flashback
" apa yang kau lakukan disini al.." jovanka yang baru keluar dari pintu toilet terkejut ketika melihat alfred berdiri disana dengan tangan yang memegang sesuatu.
Tanpa mengatakan apapun kedua laki laki yang di sana memegang kedua tangan jovanka dan alfred menyuntikkan sesuatu di tangan jovanka. Dengan hitungan detik jovanka tak sadarkan diri.
Alfred segera menggendong tubuh jovanka berlari dengan cepat ketika melihat asisten jovanka yang sudah mulai mencarinya. Dengan melajukan mobil kecepatan tinggi, alfred meninggalkan parkiran rumah sakit. Bertukar mobil dengan seseorang yang tak dia kenal. Membawah jovanka ke tempat dimana dia sudah merencanakan pernikahan rahasia ini.
" dimana mempelai wanitanya.." sang pendeta bertanya ketika dia memasuki villa tersebut.
" bapak kami adalah orang tua nya mempelai wanita nya dan maafkan kami putri saya sakit dalam keadaan hamil. Jadi kekasihnya ingin menikahinya, agar anaknya dapat status yang jelas bapak.." papa johan seakan mengikuti rencana alfred saat ini. Tapi disana sang mama hanya terdiam tak mengatakan apapun.
" baiklah saya akan menikahi putri kalian." Katanya dan mereka tersenyum.
__ADS_1
Dengan kekuasan papa johan semuanya akan terjadi,pernikahan rahasia ini bahkan tak seharus nya dilakukan. Bahkan pernikahan ini juga tak boleh dilakukan tanpa persetujuan mempelai wanitanya.
Flashback of
" kau bajin*an alfred, kau memanfaatkan keadaan.." katanya dengan sinis.
" kau yang tak bisa aku ajak nikah baik baik jovanka, bahkan aku siap menerima anak mu sebagai anak ku apa kurang itu bagimu.." jawabnya.
" aku tak mencintaimu, hanya jonathan yang aku cintai.." katanya dengan keras.
"Kau sekarang milikku jovanka, milikku.." katanya dengan kencang.
Arghh !! Teriaknya jovanka ketika kaki nya di seret dan dia terlentang di atas kasur dan alfred berada di atas nya. " lepaskan aku alfred,lepaskan aku.." berontaknya dengan sekuat tenaga tapi kekuatan nya hanyalah kecil dibanding tubuh alfred.
"Kau harus melayaniku jovanka kau sekarang menjadi istri ku. Yang ada di tubuhmu dan pikiranmu harus ada aku. Akan ku buat jejak jonathan hilang.." kata kata nya membuat jovanka ketakutan. Bukan takut karena melakukan hal itu,tapi takut dengan kandungan nya yang selalu lemah kata sang dokter sebelum nya.
" lepasin aku alfred.. lepasin.."teriakan nya diiringi isak tangis. Srek !! Baju itu tersobek ketika alfred memaksa melepaskan dari tubuh istrinya.
Sedangkan di tempat lain, laki laki itu memberontak dalam koma nya, membantingkan badannya pada kasur yang empuk, menggelengkan kepalanya dengan keras tapi matanya tetap terpejam.
" suami ku ada apa dengan dia..? Tanyak nya dengan panik.
Darahnya naik dengan drastis, jantungnya juga cepat sekali berdetak, keringat besar besar penuh di dahi nya. " ara.." panggilnya dengan pelan sebelum dia kehilangan kesadaran lagi.
" kau dengar yang diucapkan suami ku?"
" ara.. kalau gak salah ara.. "
" apa itu sebuah nama?, atau itu nama istrinya atau jangan jangan istrinya dalam bahaya suamiku.."kepanikan nyoya itu bertambah.
" tenanglah dulu. Kita tunggu dia sadar,kita tak tahu apa apa, hanya nama ara yang dia ucapkan, di negara ini banyak sekali yang nama nya ara."
Jovanka terus meronta di bawah kungkungan alfred, tubuhnya menolak bahkan semuanya menolak, tak ada hasr** di sana. Meskipun dia sangat merindukan sentuhan kekasihnya tapi dia bahkan tak menginginkan sentuhan laki laki lain.
Jovanka mengunakan lututnya untuk memukul benda vit** alfred yang tepat di atas paha nya. " arghh.." alfred merintih kesakitan dan berguling di sebelahnya. Jovanka terbangun, berlari dari kamar membuka pintu dengan panik, menyambar handuk yang berserahkan di sana.
__ADS_1
Jovanka berlari menuruni anak tanga dengan menahan rasa sakit pada perutnya dia terus menuruni anak tanga. " jovanka… kau tak bisa lari dari ku.. arghh…" teriaknya alfred yang berguling di atas kasur karena sakit. Di saat on dia harua merasakan tendangan lutut pada bagian vita* nya.
Jovanka tetap lari keluar dari pintu utama dan tak ada siapa pun di sana. Dengan berbalut handuk di bagian atas dia masuk kedalam mobil yang terparkir di sana. Membawah mobil dengan kecepatan tinggi. Bruakk !! Jovanka menabrak gerbang yang terkunci dengan dua tabrakan gerbang itu terbuka dengan lebar.
" jovanka……"teriak alfred yang melihat dari balkon ketika mendengar suara keras di depan.
Jovanka tak tahu harus melajukan mobil kemana, dia mencari sesuatu di dalam dasbor tersebut,mencarinya dengan hati hati dan tetap fokus. * arghh.. perut ku.." katanya dengan pelan.
Jovanka menepikan mobilnya merobek gaun bagian bawah ketika dia menyadari ada celana pendek yang dia gunakan. "Ahhh.." rintihan nya.
Jovanka menemukan sebuah ponsel yang tak menyala. Dengan bergetar dia menghidupkan ponsel tersebut. Jovanka mengingat nomor ponsel kris dengan tenang. Deringan dua kali kris memberikan jawaban.
" kris.. tolong aku.. aduh.. perut ku.. kris.." katanya dengan kesakitan.
"Nona dimana?" Katanya dengan panik.
" aku gak tahu kris.. tolong aku.." katanya lagi.
" nona tolong hidupkan lokasinya saya akan melacaknya.." jovanka mengikuti apa yang dikatakan kris.
Kris terkejut bahwa menyadari bahwa lokasi nona nya sangat jauh dari kota. " apa ini jauh kris.." katanya dengan pelan.
" nona.." panggilnya.
" kau katakan saya aku harus kemana maka aku akan jalan. Aku masih kuat kris.." jovanka menahan rasa sakitnya.
Kris memberikan petunjuk agar jovanka segera tiba di jalanan yang ramai. Sedangkan kris juga menuju nona mudanya. Cukup waktu lama jovanka menghentikan mobilnya di tempat ramai.
" kuat sayang.. ahh.." jovanka menahan rasa sakitnya. Wajahnya yang sudah pucat dan kepalanya sudah pusing.
Tok ! Tok ! " nona saya kris.." jovanka langsung membuka matanya ketika nama kris dia dengar. Jovanka membuka pintu dengan rasa lemahnya.
"Nona.. nona.. bangun.. nona ara.. bangun.."teriaknya pelan ketika tubuh jovanka sudah melemah dan tak sadar. Kris segera mengeluarkan jovanka dari mobilnya,menggendongnya dengan ketakutan ketika ada darah yang sudah sangat basah di paha dan handuk menutupi tubuh bagian atas tubuh nona nya.
Kris meletakkan nona nya di kursi belakang. " urus semuanya dan melacak nomor yang tadi milik siapa,ini ponselnya jangan ada yang ketinggalan. Aku akan kerumah sakit.."perintahnya kris pada anak buahnya.
" siap bos.." katanya dengan tegas.
__ADS_1
Kris membawah jovanka segera kerumah sakit terdekat. "Ku mohon bertahanlah.." katanya dengan pelan. " jika ada apa apa saya akan membunuh semua orang yang terlibat.." sambungnya dengan sangat geram.