Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Saling Melindung 2


__ADS_3

Hayo minggir dulu 21+ bertaburan di sini 🤭 yang bocil yang jomblo minggir dulu ya nanti pada kagak ngerti bahasa yang mince tulis di sini 😂😂 jangan pada solo di kamar ya kasihan sabun nya 😂😂😝😝😝


Happy Reading 😍😍😍


" Minggir Zac..." Usirnya dengan memberontak dalam dekapan suaminya.


" Maaf..." Perkataan maaf Zac di lanjutkan dengan hisapa* pada leher jenjang istrinya. Tubuh Val merespon dengan segera ketika hisapa* itu menekan dan menuntut akan cumbuan yang lebih dari ini.


Val hanya bisa memejamkan matanya ketika tubuhnya terlalu cepat merespon apa yang di berikan oleh suami nya itu. Nafas nya memburu begitu cepat membuat sang suami yakin bahwa istrinya tak akan mengamuk lagi. Tangan Zac kini merema* benda yang dia sukai, dengan desaha* yang tertahan membuat tubuh Valarie meremang.


Zac kini membalikan bada istrinya ketika yakin bahwa istrinya tak akan marah lagi di sana. Mata mereka saling bertatapan dengan kilatan api gaira* mereka masing masing. Zac menggapai bibir istrinya, mencium nya dengan lembut, meluma* nya dengan segera, menghisa* lida* dengan cepat. Tangan Val kini mengalungkan ke leher suaminya, merema* rambut gondrong suaminya. Tangan Zac malah merema* benda padat yang belakang membuat desaha* di sela sela ciuman itu.


Ciuman yang lembut menjadi cumbuan yang begitu liar di antara mereka. Tubuh mereka kini seperti tersengat aliran listrik, tubuh mereka meremang panas karena cumbuan intim itu. Zac kini menurunkan cumbuan itu ke leher, meninggalkan tanda merah yang jelas di sana.


Zac mengangkat tubuh istrinya, Val mengalungkan kedua kaki nya ke pinggang istrinya. Kini Zac berjalan menuju ranjang nya dengan tetap saling menyatukan bibir mereka. Menggigi* pelan bibir itu dengan lembut.


" Ahh..." Desaha* itu ketika gigita* lembut dari suaminya.


Kini mereka saling berpandangan ketika ciuman itu terlepas, saling api gaira* yang tersiram ke tubuh mereka. Zac kini dengan cepat melepaskan kain yang ada di tubuhnya, wajah Val kini memanas ketika melihat tubuh dari suaminya, meskipun ini bukan yang pertama kalinya tapi jantung mereka selalu tak terkontrol dengan tak karuan. Wajah panas mereka selalu membuat tambah gaira* cinta mereka berdua.

__ADS_1


Val kini juga melucuti pakaia* nya dengan di bantu oleh suaminya, dengan cepat kilat Zac kembali mendorong tubuh istrinya, mencumbu nya lagi dengan penuh mesra, mencium nya lagi dengan penuh keliaran. Desaha* dan gerama* kini tak bisa terkontrol kan lagi di sana.


" Honey pelan kan suara mu..." Ucapnya ketika mendengar bahwa suara istrinya begitu kencang, biasanya dia tak akan protes ketika mendengar desaha* istrinya yang begitu kencang. Sedangkan di sini tak ada peredam suara yang bisa membuat mereka orang luar tak mendengar suara teriakan istrinya itu.


" Kau yang membuat suara itu..." Jawabnya dengan memejamkan matanya.


" Sayang kamar ini tak ada peredam suaranya, suara mu bisa di dengar oleh orang orang kita..." Katanya dengan kembali mencumbu istrinya yang dari tadi menikmati sentuhan yang di berikan olehnya.


" Honey.. ah..." Val dengan cepat mengubah posisi mereka, kini Zac yang berbaring sedangkan Val yang ada di atas nya. Zac kini kembali dengan posisi kesukaan nya Soixante-neuf.


Mengulu* Julio itu seperti itu adalah permen yang begitu menyenangkan bagi nya, sedangkan Zac kini menerobos masuk ke dalam int* tubuh istrinya mengunakan lida* nya, kegiatan panas itu membuat tubuh mereka benar benar di bawah kendali api gaira* cint* mereka.


" Argh.. Zac..." Desaha* hangat yang di berikan Val mengenai Julio nya. Val tak sanggup untuk tak ikut bergerak ketika lida* itu semakin menyapu bibi* keintima* nya. Val mengerahkan pinggulnya dengan liar ketika lida* itu juga bergerak lia* di sana.


" Ah.. Val.. kau...membuat ku gila sayang..." Erangnya tertahan ketika bibir itu mengulum Julio menggoda mengunakan lida* nya, menghisa* benda yang ada dua di sana. Zac tak sanggup untuk tak mengeran* kenikmata* ketika sang istri kini begitu lihai mempermainkan julio nya mengunakan bibirnya itu.


" Uhhh... ah.. honey aku... ahh...." Desaha* panjang tekanan pada pinggul nya istrinya serta lida* itu merasakan caira* basa* yang keluar begitu saja. Zac bukannya melepaskan bibir yang ada di sana, dia malah menyapu bersih caira* cinta* itu dengan nikmat, seakan dirinya haus akan caira* kenta* itu.


Nafas nya memburu ketika gelombang pertama dia gapai dengan kenikmata* yang selalu dia rasakan sangat puas. Kuluma* itu kini terlepas dari mulutnya ketika nafas memburu tak karuan.

__ADS_1


Zac dengan cepat menjatuhkan tubuh polos istrinya merebahkan tubuh istrinya ke samping. Dia mencium kening istrinya begitu dalam serta penuh cinta.


" Maaf, aku janji tak akan melakukan nya lagi. Kemarin yang pertama dan yang terakhir. Aku janji itu..." Zac kini berkata dengan sungguh sungguh menatap mata istrinya dengan keseriusan yang mendalam.


Val menatap mata suaminya yang penuh dengan permohonan maaf, mata itu seakan berucap penyesalan telah menuduh istrinya dan berkata kasar kepada nya. Val tak bisa bertahan lama ketika mata itu terpancar dengan penuh penyesalan.


Val menggapai bibir suaminya, meluma* nya dengan lembut, meluma* bibir bawah suaminya dengan liar, serta memberikan gigita* kecil kepada bibir suaminya itu. Zac tersenyum di sela sela ciuman itu ketika ciuman itu berkata bahwa maaf itu telah di terima oleh istrinya, Zac kini membalasnya dengan ciuman penuh keliaran serta penuh cinta. Kini Zac memasukan Julio itu dengan tetap saling menyatukan bibir itu. Val mendesa* ketika Julio itu masuk dengan beberapa hentakan.


Kini Zac mengerahkan pinggulnya dengan pelan ketika dengan cepat tubuh nya merasakan penuh oleh Julio milik suaminya itu.


Val memejamkan matanya menikmati sensasi atas penguasaan atas tubuh dirinya.


Zac bergerak dengan cepat hingga membuat tubuh Val terguncang lebih cepat di bawah sana. Kini permainan panas itu di kuasai oleh ketua Dio Della Morte, dewa kematian yang siap menghentakkan pinggul itu dengan cepat.


Val hanya mampu mendesa* ketika suaminya menguasai atas tubuhnya, dia terguncang hebat akan gerakan yang di ciptakan oleh suaminya itu.


" Ah.. auhh.. honey..." Gerakan itu semakin cepat ketika miliknya semakin merasakan jepita* pada julio itu.


" Honey.. ah.. aku mencintai mu..." Desaha* panjang itu kini membuat gelombang panas itu menggapai tubuh Zac dengan cepat. Kini tubuhnya mengejang ketika gelombang cinta itu memenuhi kedua insan itu.

__ADS_1


Kini nafas mereka saling memburu ketika gelombang itu menggapai nya, Zac kini menyatukan kening mereka dengan sama sama terpejam dengan mengatur nafas mereka yang begitu memburu karena ulah mereka sendiri. Kini hembusan itu dapat mereka rasakan, hembusan ke hangat yang mereka berikan membuktikan bahwa mereka telah puas dengan kinerja mereka masing masing untuk mencapai ******* yang begitu sempurna. Kemarahan yang dari kemarin kini luntur menjadi kenikmata* yang mereka ciptakan sendiri. Kenikmatan yang selalu membawah kedua insan yang saling jatuh cinta ke langit menggapai cinta yang begitu indah.


__ADS_2