Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Rencana


__ADS_3

" Honey apa kau akan lama di sana?" Val yang menatap kekasih nya ketika dia membantu kekasih nya memasukan beberapa baju ke dalam koper kecil nya.



" Tidak sayang hanya tiga hari, tapi mungkin jika aku bisa cepat selesaikan masalah di sana aku akan segera pulang hem..." Tadi setelah mereka menyelesaikan ritual panas mereka di kamar mandi, Zac mengatakan untuk pergi ke negara A menyelesaikan masalah di perusahan nya yang di sana.


" Hmm, lima hari lagi adalah ulang tahun ku, mungkin itu tepat untuk memperkenalkan mu dengan kakak ku..."Val mengatakan apa yang akan dia rencanakan.


" Astaga aku tak tahu bahwa kamu akan berulang tahun sayang, sebelum hari itu aku akan pulang oke..."Zac mencium pipi wanita itu dengan gemas dan bahagia, entah kenapa dia merasakan seperti ada kupu kupu memenuhi perut nya hingga senyuman itu tak luntur ketika kekasih nya mengatakan untuk memperkenalkan dirinya dengan kakak nya yang sangat dia nantikan.


Mereka saling tersenyum penuh hangat, cinta akan tumbuh seiring nya waktu dan benih benih cinta itu akan segera memenuhi hati mereka masing masing. Kini mereka akhir nya kembali ke aktifitas masing masing, Zac yang tadi mengantarkan kekasih nya untuk datang ke agency di mana kekasih nya akan ada pertemuan sedangkan Zac tentu harus ke pesawat yang sudah menunggu nya dari tadi.


" Hati hati..." Zac hanya mengangguk sebelum mendaratkan ciuman di bibir kekasih nya dengan lembut.



" Zac kau membuat ku malu di lihat banyak orang di sini..." Val memukul pelan dada kekasih nya ketika laki laki itu tiba tiba mencium nya di luar mobil.


" Aku calon suami mu honey, kenapa harus malu he..." Zac begitu merasa gemas ketika melihat warna merah di pipi kekasih nya itu.


" Sudahlah berangkat sana kau nanti akan terlambat naik pesawat..." Ucapnya dengan mengalah karena berdebat dengan laki laki gondrong ini tak akan menang jika membahas tentang hubungan mereka.


" Pesawat pribadi sayang tak akan membuat ku terlambat..." Zac malah menekan tubuh wanita nya ke mobil, menyandarkan tubuh nya di sana.


" Honey, stop, kau membuat ku- astaga..." Zac hanya tertawa ketika kekasih nya mendorong tubuh nya hingga badan mereka berjauhan.

__ADS_1


" Baiklah jaga dirimu,aku berangkat. Aku akan menghubungi mu jika sudah tiba."


" Segera pulang karena aku akan merindukan mu..." Bisik nya ketika dia memeluk kekasih nya itu.


" Jangan menggoda ku honey, aku tak akan berangkat jika kau menggoda ku seperti ini, kau tahu aku tak akan tahan jika kau goda..." Balas nya dengan membalas memeluk kekasih nya dengan erat.


Val hanya tersenyum sebelum akhir nya dia melepaskan pelukan itu. " Hati hati..." Zac kembali mencium kening kekasih nya sebelum akhir nya dia masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil ny dengan cepat.


Sedangkan dari kejauhan ada mata yang menatap adegan mesra mereka dengan tatapan tajam nya bahkan rahang nya mengeras ketika melihat wanita yang dia incar dari kemarin di cium oleh laki laki yang tak dia ketahui. Aiden yang tadi berada di dalam mobil yang berniat menghampiri mantan calon tunangan nya tak sengaja melihat adegan romantis yang menyayat hatinya itu.


" Apa itu kekasih nya?" Dialog nya sendiri di dalam mobil. " Arghh... sial, sial..." Dia memukul setir nya cukup keras bahkan tangan nya yang sakit tak dihiraukan karena rasa sakit pada hati nya seakan menjalar di hati nya dan pikirannya.


" Jadi karena dia, Val menolak ku..." Tatapan nya tetap lurus melihat wanita itu masuk ke dalam Agency nya. " Kau milik ku hanya milik ku..." Katanya dengan sungguh sungguh.


Suara alarm tanda berbahaya sangat nyaring terdengar di sana membuat semua para tahanan menjadi ricuh karena ingin keluar dari tahanan itu. Andre yang bertengkar dengan salah satu teman satu sel nya membuat ulah yang membuat salah satu tahanan menghidupkan alarm tanda bahaya tersebut.


" He diam..." Salah satu penjaga masuk dengan membawa tongkat nya dan melihat tahanan baru laki laki bertato itu tangan nya penuh darah karena bertengkar dengan teman nya.


" Kau mau aku masukan di sel tikus ha, menghajar teman mu sampai babak belur..." Police itu bahkan membuka kunci nya, memeriksa tahanan yang tergeletak di sana.


Andre dan salah satu teman nya memainkan mata nya, Bug ! pukulan di tengkuk police itu membuat sang police langsung ambruk terkapar di lantai. Andre yang mencari senjata segera lari ketika menemukan nya. Tahanan yang melihat nya kini bertambah sorak ramai karena juga ingin melarikan diri dari sana.


Andre cepat lari, keluar dari sana diam diam. Di ujung lapangan itu ada sebuah tembok ya g begitu membentang tinggi, bahkan ranjau granat berserakan di balik tembok itu, jika ada tahanan yang melarikan diri dan menginjak nya maka dapat di pastikan mereka akan meledak di tempat itu.


"Ada tahanan yang kabur..." Suara yang begitu keras membuat semua police segera berlari menuju tempat para tahanan itu di penjara.

__ADS_1


Abhi yang juga mendengar nya langsung lari bagaikan memiliki kecepatan seribu agar tiba di sana. Abhi tak menuju tempat para tahanan berada di malah lari menuju lapangan yang dia yakini tahanan itu akan lompat dari tembok tinggi itu.


Dor! Dor!! dua tembakan peringatan membuat kaki Andre langsung berhenti seketika. " Sial..." Umpatnya padahal sedikit lagi dia akan mendekati tembok itu.


" Angkat tangan, jika kau tak angkat tangan ku pastikan peluru ku bersarang di kepala mu..." Abhi menodongkan pistol nya dari arah jauh, bersiap siap menembak lagi jika tahanan yang tak dia ketahui ini bergerak.


" Balikkan badan mu..." Andre dengan cepat membalikkan badan nya dan Abhi tak akan terkejut ketika melihat kasus apa yang ingin melarikan diri.



" Sudah ku duga kau akan lari dari sini..." Ucapnya dengan sinis, Andre dan Abhi saling menatap penuh dengan tatapan benci.


Abhi semakin mendekat dengan pistol di tangan nya, Andre semakin tertantang ketika menyadari police yang mengejar nya dari kemarin dan sekarang mendekati nya. Hari ini tak ada yang dia lindungi jika dia mati di sini dia sudah lega karena sudah tahu kabar bahwa orang sekeliling nya aman bersama singa nya.


" Police pengecut, kau berani nya hanya menodongkan pistol mu. Kau tak akan berani jika berhadapan langsung dengan ku rupa nya..." Senyum mengejek dari Andre membuat Abhi terpancing seketika.


" Kau ingin menguji kekuatan ku?"


" Maju, lawan aku. Aku ingin tahu seperti apa dirimu melawan pimpinan perampok ini."


Abhi yang terpancing emosi nya dia melempar pistol nya, membuang topi nya serta membuka baju seragam nya.


Kau atau aku yang mati. Batin Andre ketika tangan Abhi menandakan untuk dirinya maju.


__ADS_1


__ADS_2