
" Aku keluar, tapi letakkan korek api mu! jangan kamu hidupkan..." Violet membuka pintu kamar itu dengan terburu-buru.
Dia tak tau lagi harus berbuat apa kecuali dia keluar dari sana. Violet yang berhasil membuka pintu akhirnya keluar dari kamar dengan jalan mundur. Sedangkan James kini malah membawa lilin yang tadi menyalah di sebelah ranjang kamar tersebut.
" Keluar dari rumah ini jangan ada di sini! lari lah sejauh mungkin..." James berjalan mendekati Violet dengan lilin yang menyala di tangan nya.
Lilin itu bahkan sengaja di dekatkan ke arah Violet agar wanita itu benar benar mundur dari tempatnya. Violet hanya bisa diam dengan langkah mundurnya, dia diam tapi otaknya berpikir keras untuk menariknya keluar dari sana.
" Aku keluar James, tapi letakkan itu! kau bisa terbakar hidup hidup jika lilin itu menyentuh tangan mu yang terkena Bensin tadi!"
" Aku bahkan tak peduli jika aku mati terbakar menjadi hangus di sini. Sekarang sebaiknya kamu keluar dari sini dan segera tinggalkan rumah ini..." Usirnya dengan tegas.
Violet yang tetap berjalan mundur di pukul mundur oleh James yang maju membawa lilin yang hidup. Violet hanya bisa menangis dia tak akan menyangka ini semua bisa terjadi kepada mereka.
Cinta memang menyakitkan tapi tak semestinya harus berakhir kematian. Dia tak ingin membuat James mati karena dirinya.
Ya tuhan aku mohon selamatkan kami berdua, bala bantuan ku mohon segera selamatkan kami. Batin Violet.
" Jaga dirimu jangan pikirkan hal lain! aku bahagia jika melihat mu bahagia. Aku menyanyangi mu Violet..." Ucapnya dengan penuh kata cinta ketika mereka tiba di depan pintu utama.
James bahkan yang membuka pintu dan mendorong tubuh Violet dengan kuat agar wanita itu benar benar keluar dari rumah itu. Violet memejamkan matanya merasakan rasa bersalah dan rasa sedih menjadi satu saat ini.
Ku mohon jangan lakukan apapun James, jangan jadikan aku seorang pembunuh saat ini. Batinnya dengan meneteskan air mata yang begitu deras.
James mendekat menjauhkan lilin itu dari jangkau Violet. Dengan perlahan dia mencium kening Violet begitu dalam. Cinta yang tak terbalaskan akan berujung dengan kematiannya.
" Jaga Angel demi aku, buat dia bahagia bersama mu. Jangan katakan dia bukan anak mu."
__ADS_1
James langsung masuk ke dalam rumahnya lagi menutup pintu besar itu dengan kasar yang membuat Violet kembali terkejut.
" James buka pintu nya.. James.. jangan lakukan itu ku mohon. Sadarlah tak semuanya akan menolak cinta mu! James...." Gedoran dan teriakan dari Violet hanya di balas air mata oleh laki laki yang masih bersandar di pintu utama yang telah tertutup.
Violet menangis dengan menggedor pintu utama itu, hanya itu yang saat ini dia lakukan. Menangis dengan menggedor pintu mencegah laki laki itu berbuat nekad.
" Jangan lakukan apapun James ku mohon.. jangan lakukan itu! jangan mengakhiri hidup mu seperti ini.. James ku mohon..." Violet meringsut ke lantai dengan tetap menangis dia tak bisa membujuk James untuk menghentikan aksinya saat ini.
Suara mesin mobil yang begitu nyaring di telinga Violet kini membuat wanita itu bangun dari duduknya, dia segera menoleh ke arah mobil yang berhenti di sana.
" Angel ingat apapun yang terjadi jangan keluar! di sini bahaya..." Albert masih memperingatkan gadis kecil itu untuk tidak keluar dari mobilnya.
Angel hanya mengangguk pelan menyetujui apa yang di katakan oleh Albert.
" Albert..." Teriaknya Violet ketika dia tahu siapa yang datang.
" Sayang..." Albert dan Violet bahkan saling lari dan segera saling memeluk satu sama lain ketika mereka berdekatan.
Mereka saling berpelukan dengan erat, dengan air mata Violet yang tak ada hentinya mengalir deras dari tadi. Albert bahkan membalas pelukan itu dengan sama eratnya. Rasa lega kini bisa mereka rasakan seutuhnya ketika mereka bertemu.
" Kamu tak apa?, Dia tak menyiksa mu bukan?" Albert melepaskan pelukan itu menyentuh kedua pipi nya dengan menatap mata Violet.
Violet hanya bisa menangis dia tak tahu harus menjawab apa. Bukan itu yang penting tapi saat ini adalah keselamatannya yang penting.
" Violet di mana James?, apa yang terjadi?, kalian baik baik saja bukan?, kasih tau Kakak di mana James?" Timpal Gusman yang tiba tiba muncul dari arah belakang.
__ADS_1
" Violet Sayang kenapa seluruh tubuh mu aroma Bensin?, apa yang terjadi?" Albert kini mencium Bensin dari arah tubuh kekasihnya bahkan aroma itu begitu sangat menyengat.
Gusman bertambah cemas ketika Albert mengatakan semuanya. " Di mana James Vio jangan hanya diam! di mana dia?"
Violet menelan ludahnya dengan kasar dia tak sanggup mengatakannya. " Dia di dalam dia ingin membakar dirinya hidup hidup untuk mengakhiri hidupnya..." Jawabnya dengan terbata bata.
Deg !! jantung Gusman seakan terhenti seketika, apa yang di katakan oleh Violet mampu membuatnya syok serta hampir limbung ke belakang.
Prank!! Suara bantingan dari dalam rumah itu membuat mereka semua langsung melihat ke arah pintu yang tertutup rapat itu. Jantung mereka kini sudah tak karuan, jantungnya berpacu dengan cepat.
Gusman langsung berlari ke arah pintu itu, mendorong pintu besar itu dengan cepat. Tapi tak bisa di buka oleh dirinya. Dia tahu James akan menguncinya.
" Kenapa Tuhan, kenapa?, kenapa engkau mengambil semua orang yang aku cintai. Kenapa kau menyiksa ku dengan semua ini. Dulu kau mengambil masa remaja ku yang akhirnya berantakan! engkau juga mengambil istri ku! dan sekarang kau juga mengambil istri ku dengan cara dia tak mencintai ku! dan sekarang putri ku membenci ku! apa salah ku Tuhan, apa?, kenapa tak ada hentinya kau memberi aku sakit seperti ini?"
James berteriak dia membanting semua apa yang ada di depannya dengan kencang. Dia tak tahu jika di luar banyak orang yang mendengarnya bahkan dia mungkin tak peduli jika dia tau ada siapa di luar rumah.
" James buka pintunya.. James..." Teriakan Gusman.
Tapi sayangnya James tak bisa mendengarnya, kali ini James memasang Earphone agar semua suara tak dia dengar. James memutar lagu Rohani yang akan mengantar jiwanya yang tenang.
" Aku lelah dengan ini semua Tuhan! aku lelah. Izinkan aku datang kepada mu, meletakkan kepala ku di pangkuan mu, aku ingin istirahat dengan tenang di sana, aku ingin bertemu istri ku di sana Tuhan..." Suaranya begitu lembut menyayat hati siapa saja yang mendengarnya.
" James jangan gila.. James..." Teriaknya Gusman lagi tapi tak bisa di dengar oleh sang adik.
" Bapa aku ingin bersama istri ku di sana?, apa Tuhan akan mempertemukan kami di sana?" Ujarnya dengan berdialog sendiri.
James 😭😭 Mince gak tau kenapa sedih banget ngetik yang ini 🤭😭😭
__ADS_1