
" Tak ku sangka dia ada di balik ini semua..." Jonathan tak menyangka bahwa orang itu ada di balik ini semua.
" Aku juga tak menyangka Jo.. maaf aku tak berperilaku sopan, aku tak tahu harus memanggil mu apa?" Abhi bingung harus memanggil siapa.
" Kau bisa memangil ku paman..." Jonathan menatap laki laki itu, yang sama persis dengan mendiang ayahnya. Jonathan memejamkan matanya ketika wajah itu sama persis dengan sahabatnya.
" Paman terima kasih karena sudah mau percaya pada ku, kepercayaan ini sungguh sangat berarti bagi ku..." Abhi menatap laki laki yang sedang menatapnya dengan tatapan datarnya.
Hal ini saat ini sangat di butuhkan oleh Abhi, rasa kepercayaan ini sangat penting bagi Abhi. Jonathan hanya tersenyum menanggapi laki laki police itu.
Sedangkan di tempat lain orang orang yang sengaja untuk mata matai rumah itu dari tadi tetap melihatnya, bahkan selama beberapa jam tak ada pergerakan yang mencurigakan. Ketiga orang itu berpencar cukup jauh agar mereka tak ada yang mengetahui nya bahwa mereka sedang mengawasi orang yang ada di dalam sana.
Salah satu dari mereka kini mengunakan kamera infraread untuk mengetahui semua penghuni yang ada di sana sedang melakukan apa. Tapi sampai malam mereka tak ada pergerakan sama sekali. Kini Abhi yang penasaran akhirnya memilih untuk terjun sendiri kelapangan, dia ingin ikut memantau musuhnya yang tak kunjung bergerak memperlihatkan perilaku bawa mereka ada di balik ini semua.
Abhi kini yang tiba dengan jaket hoodie nya serta topi tak luput dia kenakan di kepalanya, malam ini dia menyamar menjadi mata mata yang handal. Dia menatap sekelilingnya dan tak ada satu pun yang membuatnya curiga sama sekali.
__ADS_1
" Tak ada pergerakan?" Tanyanya kepada seseorang yang dari tadi sudah mengawasi ini semua.
" Tidak ada, dia tetap berperilaku seperti biasanya..." Jawab laki laki berkulit hitam itu.
" Dua hari sudah termakan sia sia, aku harus segera menemukan bukti bawa mereka ada di balik ini semua, aku tak ingin di anggap berkhianat di dua kubu. Aku sudah cukup mengorbankan kesatuan ku, tapi tidak untuk tim ku serta cinta ku..." Gumamnya dengan nada frustasi.
" Berdoalah agar misi mu berhasil, aku tahu kau tak melakukan nya, tapi meskipun ini tak berhasil pun aku tak bisa membantu mu untuk menyakinkan Singa kita, aku tak cukup berani dalam hal itu..." Abhi tersenyum getir jika memang ini tak berhasil maka dia juga harus menerima dirinya masuk kedalam penjara karena kejahatannya akan di ketahui Jendral nya itu dan dapat di pastikan komandan sialan itu pasti akan senang jika dirinya benar benar di penjara.
Angin malam yang dingin tak mengubah dirinya untuk menyudahi pengintaian ini, dia tetap tak beranjak dari tempatnya, bahkan matanya masih bertahan untuk melihat ke arah rumah yang jauh dari tempatnya bersembunyi. Malam yang sunyi membuatnya mengingat kejadian malam malam di mana dia selalu menghabiskan malam yang dingin bersama kekasihnya. Tangisan kekasihnya kini memenuhi telinga nya, wajah kekasihnya yang sangat membencinya waktu itu juga membuat hatinya terluka. Abhi menghidupkan batang rokoknya untuk mengusir rasa sepi malam ini.
Perkataan sang adik tadi menganggu pikirannya, dia tahu saat ini Monica sedang meratapi nasibnya. Abhi mengambil ponselnya memberanikan diri untuk mengirimkan pesan untuk wanitanya itu.
Monica sayang, apa kabar mu?, aku harap kau baik. Aku tahu mungkin saat ini kau sedang membenci ku dan selalu mengira aku di balik ini semua. Tapi percayalah pada ku kali ini saja, bawa aku tak melakukan ini. Aku juga tak yakin orang yang sedang aku intai sekarang ada di balik ini semua. Aku hanya memiliki satu minggu untuk membuktikan bawa bukan aku pelakunya. Aku tetap pada pendirian ku bawa aku tetap memilih mu. Pengorbanan dalam cinta emang harus aku lakukan, dan aku ingin mengorbankan kesatuan ku. Jika benar dia pelakunya aku mundur dari kesatuan ku dan memilih bersama kelompok ini. Aku akan memengang kata kata ku untuk melindungi kalian semua, tapi aku harus memilih mundur dari kesatuan ini. Aku akan kembali membawa cinta ku dan aku akan meminta mu kepada kakak mu secara langsung. Aku mencintai mu dan aku mohon tunggu aku.
Pesan itu dia tulisan untuk Monica, wanita yang dia cintai, wanita yang membuat hatinya bergerak untuk memiliki sebuah komitmen. Abhi kini bertekad bawa dia harus mundur dari kesatuannya dan memilih bersama cinta nya dan adik iparnya. Dia tak sanggup jika harus berdiri di antara dua kubu yang mungkin suatu hari akan saling melawan untuk membunuh.
__ADS_1
Sedangkan Singa itu kini juga memantai pergerakan dari Abhi dari laporan anak buahnya, mereka mengatakan bawa tak ada pergerakan sama sekali dengan seseorang yang sedang di curigai itu. Zac menghela nafasnya mendengar laporan itu, dia yakin bawa Abhi tak main main dengan mencurigai seseorang. Obrolan tadi yang juga terjadi antara dirinya dengan Jonathan membuatnya tambah yakin bawa kakak iparnya bersungguh sungguh tak mengkhianati mereka semua.
Zac masih ingat bawa kakak nya memberi tahu bawa markas itu kebakaran dan dia tahu sendiri api itu mengebul ke atas langit. Tapi dia hanya jujur kepada sepupunya, mungkin dia lebih nyaman bercerita kepada sepupunya Jonathan. Zac juga tak memberi tahu kepada orang orang nya bawa Abhi tengah memantau seseorang yang di curigai telah ada di belakang ini. Dua hari ini keadaan masih panas dan dia masih tak ingin membuka suara tentang ini.
Di tambah lagi sang istri masih marah padanya, istrinya masih enggan membuka suaranya. Dia tahu perkataan nya tadi menyinggung istrinya, tapi itu di bawah emosinya.
" Honey..." Zac tak dapat melanjutkan ucapannya ketika tangan istrinya terangkat untuk tak mengatakan apapun.
" Jangan bicara apapun, aku lelah ingin istirahat..." Val dengan sikap acuh serta dingin nya kini merebahkan tubuhnya di kasur itu dengan cara memunggungi tubuh suaminya.
Zac tak bisa mengatakan apapun, dia tahu dia yang salah kali ini dan dia terima jika istri marah padanya. Zac kini merengkuh tubuh istrinya dari belakang, melingkarkan tangan ke perut istrinya.
" Selamat malam honey, aku mencintai mu..." Bisiknya lembut, tetapi sang istri tetap tak bergeming, dia tetap memejamkan matanya tanpa ingin membalas apa yang di katakan suaminya itu. Hatinya masih terluka, ego nya masih tak ingin membuka maaf untuk laki laki yang sedang memeluk dari arah belakang.
__ADS_1
Wanita kalau lagi marah Singa aja takut 🤣🤣