
Setelah semuanya tenang kini Valarie merengkuh tubuh suaminya dengan kehangatan. Dengan sisa air mata yang mengembang di mata nya tadi kini dia terlelap dalam tidurnya. Wanita itu sedikit tenang ketika mendengar bawa kakaknya masih hidup, meskipun begitu dia masih sedih karena tak mengetahui keberadaan kakaknya dan nasib nya sekarang.
Sedangkan di kamar lain Andre menahan emosi nya dia ingin menghajar seseorang yang sudah mempermainkan adik tiri nya, masih terdengar jelas bahwa adiknya tadi sempat menangis, masih terlihat jelas rapuh nya wanita. Andre yakin adik nya sedang benar benar hancur kali ini.
Bug, bug, Andre memukul dinding kamar itu untuk melampiaskan rasa kesal nya yang tak bisa dia lampiaskan. Ini lah yang di takutkan oleh Andre, bawa adiknya tak sanggup menerima kenyataan bahwa laki laki police itu hanya bersandiwara mendekati nya untuk mencari informasi tentang kelompok nya.
" Lu kenapa?" Steve yang tadi mendengar suara pukulan pada dinding segera keluar dari kamar mandi nya.
Mata Andre terpancarkan dendam yang membara, kilatan kemarahan nampak jelas di wajahnya, dada nya naik turun mencoba menguasai dirinya tapi lagi lagi dia gagal.
" Ada apa katakan?" Steve kini akhirnya sedikit meninggikan suaranya karena tak mendapatkan apa yang dia tanyakan kepada temannya yang marah marah tanpa alasan.
" Aku ingin membunuh Abhi, aku ingin menghajarnya dengan tangan ku sendiri..." Katanya dengan suara yang dingin serta menakutkan.
Steve mengerutkan kening nya mendengar apa yang di katakan oleh temannya itu. Dia tak menyangka bawa teman nya itu akan murka seperti itu.
" Kau tak mungkin marah seperti ini dengan nya hanya berkhianat, kau memiliki masalah pribadi dengan nya?" Steve menebak dengan tepat. Jika hanya masalah berkhianat laki laki ketika perampok itu tak akan marah seperti sekarang, mungkin akan marah tapi ketika pertempuran tadi mereka menangkan dan membantai habis musuh maka mereka akan lega dan senang.
" Monica, arghh...." Andre menjambak rambut nya sendiri karena tak tahu harus berkata seperti apa. Bayangan adiknya terluka membuatnya kehabisan kata kata.
" Ada apa dengan Suhu?" Steve memang tak tahu apapun tentang wanita itu. Dia tahu bawa wanita itu dekat dengan Abhi tapi tak tahu jika cinta itu tumbuh ke hati mereka.
__ADS_1
" Dia memang hati nya kali ini..." Jawabnya dengan nada frustasi, dia tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi adik nya yang sedang patah hati. " Inilah yang aku takutkan jika dia bermain cinta, dia akan merasakan sakit hati karena tak semua orang menerima dirinya yang menjadi bandar narkoba..." Sambungnya dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
" Sebaiknya saat ini lu temani adik mu, aku takut dia akan goyah, kau harus terus berada di dekatnya karena kita tak tahu apa yang di pikirkan adik mu..." Perkataan Steve benar, dia bahkan tak tahu apa yang tadi dia bicarakan dengan Abhi, atau mereka sedang merencanakan hal lain Andre juga tak tahu.
Andre segera keluar dari kamar nya berjalan cepat menuju ke tempat adiknya beristirahat. Andre dengan cepat membuka pintu itu, menampakan sang adik sedang duduk santai dengan mengisap rokok nya.
" Ada apa?" Suhu itu terkejut ketika melihat kakak tirinya membuka pintu kamar itu dengan tergesa terkesan panik.
" Tidak ada, aku hanya berpikir bahwa kamu sedang meratapi takdir cinta mu yang kandas..." Andre masuk kedalam sana dengan duduk di sebelah adik nya, bau asap itu menyengat ketika laki laki bertato itu masuk kesana.
Monica mematikan rokok itu, dia tersenyum kecut dia sadar bawa cinta nya tak membawahnya ke dalam kebahagian yang bertahan lama. Bahagia beberapa hari kemarin membuatnya luka seperti ini.
" Tak ada yang perlu aku ratapi, aku yang bodoh percaya dengan laki laki seperti dia, harusnya aku tak termakan mulut manis nya itu..." Monica menelan ludahnya dengan kasar, bayangan bersama laki laki itu kini terlintas di depan nya, dia tak tahu bawa laki laki itu akan menggoreskan luka sedalam ini.
Dia berusaha menghapus air matanya, tapi lagi dan lagi keluar lagi air mata itu. Air mata yang dari tadi dia tahan kini tak bisa di bendung lagi. Air mata itu menetes semakin deras.
" Kenapa aku bodoh, kenapa aku percaya dengan semua yang dia ucapkan pada ku, kenapa aku memiliki mimpi ingin membangun rumah tangga dengan nya, dia memberikan harapan palsu pada ku selama ini kak, hiks..hiks...." Tangisan itu kini semakin kencang, Andre bahkan terkejut dengan apa yang di katakan oleh adiknya, dia menginginkan rumah tangga yang bahagia bersama police itu. " Dia memberi ku harapan palsu, dia selalu manis, selalu memuja ku, melambungkan ku ke langit tapi dia sekarang membanting ku dari langit, dan menginjak ku yang tak berdaya..." Sambungnya dengan mengatakan semuanya yang dia rasakan.
" Aku membenci nya, sangat membenci nya. Bahkan aku ingin membunuh rasa cinta ini dengan rasa benci yang aku bawah. Aku ingin membuang rasa ini kak, aku mohon bantu aku, hiks hiks..." Matanya yang merah karena tangisan itu membuat sang kakak tak tega. Andre kini memeluk adik nya memberikan usapan lembut agar adiknya sedikit lega.
__ADS_1
" Menangis lah tapi setelah itu jangan tangisi laki laki itu, dia tak pantas mendapatkan air mata mu..." Ucapnya dengan lembut.
" Apa mafia seperti kita tak boleh merasakan cinta?, aku baru kemarin merasakan cinta dan sekarang takdir mempermainkan ku, apa aku tak berhak bahagia, kenapa aku malah terjebak dengan percintaan terlarang ini..." Semua perilaku manis yang di tunjukan Abhi membuat wanita itu tak percaya bawa laki laki itu bisa melakukan hal ini.
" Tak semua orang mampu menerima kita yang sebagai mafia, tak banyak orang yang ingin berdiri di samping mafia kejam seperti kita. Sudah sering ku katakan pakai pikiran mu jangan pakai hati mu, kita tak boleh jatuh cinta kita hanya mafia kejam yang tak akan pernah bisa merasakan jatuh cinta. Jika kita merasakan cinta maka kita harus siap untuk terluka seperti ini..." Usapan pada punggung nya membuat wanita itu sedikit tenang.
" Menangis lah setelah itu kau tak perlu menangis lagi, laki laki pengecut seperti dia tak berhak mendapatkan air mata mu yang berharga. Kita mafia yang paling di takuti oleh semua dunia gelap jadi kita tak boleh rapuh hanya karena cinta..." Sambungnya dengan tetap memeluk adiknya, kini Monica sudah tenang dia tak mengeluarkan air matanya lagi.
" Aku yakin kau bisa bangkit dari titik rapuh mu, kita pernah mengalami hal yang lebih sulit dari ini dan kau mampu bangkit dan jadi seperti ini, jadi aku yakin kau bisa bangkit dari ini semua..." Semangat yang di katakan oleh kakak nya memang benar dia pasti bisa mengubur ini semua, dia bisa berdiri dengan amarah yang dia bawah.
Andre tetap memeluknya dengan penuh kasih sayang yang tulus untuk seorang kakak terhadap adiknya yang sedang sakit. Kini Monica merasakan rasa sakit yang tak pernah dia rasakan selama ini. Rasa sakit ini lebih sakit di banding dengan luka pukulan ataupun luka tembakan. Kuat seperti apapun wanita maka dia akan rapuh jika hatinya di sentuh dan di sakiti oleh seseorang yang paling dia cintai dan dia percayai.
Kini mereka semua juga merasakan sakit tapi tak berdarah. Kini mereka juga merasakan titik terendahnya. Semua orang kini menuduh seseorang Abhi yang mengkhianati nya dan tetap berambisi untuk melumpuhkan kelompok mafia itu.
Aku akan menghukum mu jika kita bertemu lagi, kau akan membayar setiap air mata yang di keluarkan oleh adik ku. Kau akan tahu hukuman semacam apa yang akan di lakukan oleh seseorang kakak yang adiknya kau lukai. Batin Andre dengan tetap mengelus punggung adiknya yang sudah tenang, tak menangis seperti tadi.
Luka tak berdarah 😭😭
Bersambung besok ya mak 🤭
Budayakan tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar dulu dong mak 🤭 Kasih vote nya dong sudah masuk hari jumat dan hadiah nya juga dong buat mince 😁 agar mince tetap semangat nulis 😍😍😍
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
__ADS_1
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘