
Keluarga dari betrix kini menempuh perjalan 11 jam dari negara A menuju negara Asia timur, tepatnya tokyo.
Ara membuka matanya ketika sang mama mencoba membangunkan nya dari tidurnya.
" sayang ayo bangun kita sudah tiba.." kata jeniffer dengan tersenyum.
Ara membulatkan matanya ketika melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 11 siang. Hampir setengah siang mereka tiba di sana.
" kita dimana ma, kenapa perjalan kita lama sekali.." Ara yang penasaran segera menanyakan keberadaannya.
" kita di jepang sayang, tokyo tepat nya. Tanah kelahiranmu."
" apakah ini asia?"
" asia timur nak.." timpal pak johan. " sekarang ayo kita harus segera turun, mobil kita sudah menunggu.." dan mereka segera melangkah turun dari helikopter pribadi.
Lagi lagi ara tercengang ketika ia sadar bahwa landasan itu seperti milik pribadi mereka.
" sekaya apa mama dan papa, hingga kalian memiliki landasan pribadi juga."
" kau akan tau nanti sayang, semuanya ini juga milikmu."
Kini mereka bertiga masuk kedalam mobil mewah yang telah menunggu di sana. " apa papa seorang presiden di sini?" Pertanyakan konyol itu terlontar dari mulut putrinya.
" kenapa kau berpikir seperti itu?"
" kenapa dari tadi mereka semua mengikuti kita, di depan juga ada satu mobil yang berisi orang orang yang berjas, di belakang juga sama.." pertanyan itu dapat respon tawa geli dari kedua orang tua nya.
" papa dan mama hanya pengusaha yang cukup terkenal di kota ini sayang, kau nanti akan tau."
" nak nama mu adalah jovanka auristela betrix, jika kamu tak keberatan tinggalkan nama arabella amelia itu.." kini sang mama bicara dengan menatap putrinya.
" nama yang bagus, aku akan hidup dengan nama itu, ketika aku meminta kalian membawa ku pergi dari sana. Maka aku harus siap menjadi putri kalian sepenuhnya."
" terimakasih sayang, kau putri kecil ku.." jennifer memeluknya dengan meneteskan air matanya.
" jangan menangis lagi, aku berfikir bahwa aku anak yang tak berguna jika membuat kalian berdua menangis lagi."
" kami tak akan menangis, mama mu yang terlalu drama.." timpalan pak johan membuat semua nya tertawa di sana.
__ADS_1
Kini mereka memasuki perumahan yang begitu mewah, taman yang indah, kolam renang yang juga indah menambahkan kesempurnan rumah mewah tersebut.
" apa ini rumah kalian.." ara tercengang melihat rumah mewah yang bertereng di depan matanya.
" rumah kita nak, sekarang ini juga rumahmu.." jennifer bicara dengan menggandeng tangan putrinya berjalan masuk kedalam rumah mewah tersebut.
Mereka masuk dengan ara yang masih kagum dengan rumah mewah tersebut. Rumah yang nyata nya sungguh mewah, semuanya tak sakit mata jika melihatnya, semua orang akan betah berlama lama di sini.
Ketiga orang tersebut maSuk dengan disambut banyaknya pembantu mereka, ada beberapa orang yang membantu mengurus rumah sebesar ini.
" selamat siang tuan, nyonya, dan nona.." semua orang menunduk dengan hormat di sana.
" selamat siang, saya sudah mengatakan di telepon tadi, bahwa putri saya jovanka akhirnya bertemu, dan wanita cantik ini adalah putri kami, nona muda kalian semua.." pak johan memperkenalkan jovanka dengan senyum di bibirnya.
" selamat datang nona jovanka.." ucapnya serempak dan ara hanya menganggukan kepalanya.
" sayang ayo masuk aku tunjukan yang kain.." jennifer menarik tangan putrinya dengan bahagia agar masuk kedalam rumahnya, melihat semua ruangan disana.
Ara tak ada henti henti nya mengagumi interior yang begitu bagus, nuansa yang begitu nyaman, nuansa yang membuat semua betah di dalam rumah ini.
Jennifer membuka sebuah pintu yang besar. Nampak sebuah ruangan yang simple tapi juga nampak kemewahan nya. " ini ruang keluarga, mama dan papa sering datang kesini jika malam hari.." jennifer menjelaskan dengan menggandeng tangan putrinya. " ayo keluar sayang, masih banyak yang harus kamu tau.." sambungnya dan lagi lagi ara hanya dibuat kagum dengan isi rumah tersebut.
" ini dapur nya, jika butuh apa apa kamu bisa katakan pada kepala asisten kita, mereka akan menyiapkan nya.." dapur itu seakan menjadi jawaban dari kebisuan ara. Dari dulu dia sangat menginginkan dapur yang cantik, karena dia sangat hobi untuk masuk, dia akan berjam jam menghabiskan waktu hanya untuk praktek membuat kue atau makanan.
" sayang kita harus naik ke atas ke kamar mu.." sambungnya dan ara tentu mengikuti langkah mama nya.
Mereka berdua menaiki anak tangga yang juga apik, menambah kesempurnaan rumah tersebut. Jennifer membuka pintu, mereka berdua masuk, dan lagi lagi mata ara di suguhkan kamar yang begitu mewah, besar serta indah, bahkan lebih besar dan mewah dibanding kamar nya dengan jonathan dulu.
" ini kamar ku?" Ara tentu saja tak percaya.
__ADS_1
" apa kamu tak menyukai nya sayang, kamu bisa mengganti dengan selerah mu."
" tidak mama, aku menyukai nya."
" semuanya sudah terisi dengan keperluanmu, jika kurang katakan, kita bisa belanja bersama."
" terima kasih ma, tapi kenapa semuanya bernuansa warna gold?"
" mama mu menyukai warna itu.." timpal johan dari arah pintu. " istriku biarkan jovanka istirahat, kalian juga butuh tidur yang nyenyak.." sambungnya.
" sayang tidurlah, jangan pikirkan yang tak pantas kamu pikirkan. Jika ada apa apa katakan, kamar mama di ujung ruangan ini juga."
" iya ma, terima kasih. Selamat istirahat.." ara memeluk mereka berganti.
Perasan nya hangat, merasa dilindungi oleh keluarga nya. Hal yang pertama kalinya ara rasakan, memiliki keluarga yang sangat menyayangi nya, serta merasa sangat dilindungi oleh sang ayah.
Sedangkan di negara A jonathan mengamuk membabi buta, membanting semua barang barang karna juga tak bisa menghubungi sang ayah dari kekasihnya. Semua akses juga telah ditutup, semua penerbangan atas nama keluarga betrix juga tak ada di sana.
" dimana kamu sayang, ku mohon pulanglah, ini hanya salah paham.." nada frustasi jonathan begitu terdengar.
" ini semua gara gara emil, kau akan tahu akibatnya, arghh….."
Prank
Prank
Dua vas bunga itu kini menjadi serpihan yang berantakan di bawah lantai. Semua yang mendengar nya merasa takut dan merinding. Ini kali kedua nya jonathan mengamuk seperti ini tapi yang ini lebih parah.
" bagaimana ini pak, apa kita harus melaporkan kan pada tuan kris.." tanya salah satu pembantu.
" segera hubungi tuan kris, aku jadi takut sendiri jika tuan besar melakukan hal gila.." dan mereka segera menghubungi hans mengatakan apa yang terjadi di dalam rumah itu.
Kebahagian itu hilang dari rumah ini, di bawah pergi bersama ara yang juga pergi dari sana. Kini hanya ketakutan dan amarah yang memenuhi rumah tersebut.
______
Terima kasih buat kakak semua, kalian memang hebat. Jangan lupa like atau komen ya, kasih hadiah juga ga pa pa, jadikan favorit juga ya.
Makasih
__ADS_1
I love you