
Pagi ini suasana Italia begitu cerah, langit begitu tersenyum indah. Langit begitu terik panasnya membuat cuaca begitu menyengat di atas kepala setiap insan.
Sinar panas menerobos masuk ke arah sela sela jendela yang sedikit terbuka, sinarnya kini tepat mengenai wajah laki laki tampan yang sudah tidur di bawah selimutnya.
Punggung nya yang terbuka karena dia tak memakai sehelai baju saat dia tidur. Punggung nya yang kekar kulitnya yang kecoklatan membuat semua wanita akan rela melemparkan dirinya dengan suka rela untuk menghangatkan ranjang nya.
" Bangun boy ini sudah hampir siang!" Suara khas dari sang Mami yang begitu lembut selalu membuat laki laki itu luluh.
Wanita yang paling di hormati hanya Ibu nya dan adiknya, tak ada wanita lain yang dia hormati. Dia hanya akan menundukkan kepalanya jika di depan Mami nya tetapi tidak kepada wanita lain.
" Bangun! astaga anak ini! apa kau du Amerika juga bangun harus di bangunkan seperti ini boy..." Sang Mami mengguncangkan tubuh putra nya yang masih diam tak bergerak.
" Isshhh Mama ini masih pagi kenapa harus membangun ku..." Dia menggeliat, membalikan tubuhnya menutup wajahnya dengan bantal.
Sang Mami tadi membuka seluruh tirai yang ada di dalam kamarnya, membiarkan cahaya masuk ke dalam kamarnya. Itu memang sengaja untuk membuat putranya terbangun karena silau akan mengenai wajah tampannya.
" Astaga Mami ini masih pagi! aku baru tidur tadi jam 3 dan aku lelah karena baru pulang dari-"
" Dari diskotik?, jangan mencari alasan ayo bangun! jika kamu tak cepat bangun dan tak ikut sarapan dengan Mami! maka Mam! akan mengatakan kepada Paman mu untuk tak usah memberi pekerjaan kepada mu!" Ancamnya.
Dan itu berhasil membuat laki laki yang tadi masih malas untuk bangun kini langsung terbangun dengan cepat.
" Mami selalu mengancam..." Teriaknya dengan kencang karena Mama nya sudah keluar dari kamarnya.
" Auhhh.. aku masih mengantuk..." Dia kembali menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
Drt!! drt!! drt!! drt!! getaran di ponselnya mengahlikan mata terpejam nya, di mengambil ponselnya dan seorang nama yang tertera di sana. Keningnya berkerut ketika melihat nama ku sepagi ini sudah menghubunginya.
__ADS_1
" Katakan ada apa?, kenapa kau menghubungi ku sangat pagi, apa ada masalah?" Tanyanya dengan segera.
" Tidak ada masalah apapun Bro! hanya saja ada seorang gadis datang meminta pekerjaan kepada ku."
" Lalu apa urusan nya dengan ku?, kenapa tak kau saja yang memberikan pekerjaan kepada nya?" Dia semakin mengerutkan keningnya tak mengerti dengan maksud sahabatnya yang satu ini.
" Kau bodoh atau pura pura bodoh heh?"
" Aku masih tak mengerti! nanti dua jam lagi aku akan menemui mu, aku harus segera turun!"
" Kau sedang bercinta dengan wanita siapa lagi sekarang?"
" Bercinta enak! ini aku di rumah Tolo*. Aku bisa di bunuh sama Mami ku jika aku ketahuan bercinta..." Ucapnya dengan kesal.
Bagaimana tak kesal dia yang berencana malam tadi ingin melepaskan hasratnya dengan wanita yang dia temui di diskotik semalam malah berantakan gara gara Mami nya mengirimkan pengawal untuk menjemput dia pulang dari sana.
Lali itu akhirnya turun dari ranjangnya dia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, dia akan menyelesaikan urusan mandinya.
Sedangkan di dalam kamar lain seorang wanita yang sudah Tua kini menatap suaminya dengan tatapan tajamnya bahkan kali ini tangannya melipat di dada dengan garang.
" Sayang sebenarnya kamu ini kenapa?, pagi pagi sudah memasang wajah garang mu heh?"
" Apa kamu tak bisa menutup tempat diskotik malam agar putra kita tak datang kesana setiap hari!" Dia mengucapkan kekesalannya.
Bagaimana dia tak kesal dia yang setiap pagi selalu mendapatkan laporan bahwa putranya selalu pulang dalam keadaan mabuk. Setiap hari dia selalu datang ke sana tak ada hentinya untuk tidak datang.
" Sayang kenapa aku harus menutup diskotik hanya karena putra kita datang kesana. Jika aku menutup puluhan diskotik hanya karena putra kita, apa kamu tak membayangkan nasib para orang orang yang bekerja di sana. Mereka mengantungkan nasib nya di sana..." Sang Suami memberikan pengertian kepada istrinya.
__ADS_1
" Coba kamu bayangkan berapa orang yang harus menanggung perbuatan putra kita?, aku bukannya membela putra kita tapi kita sebagai orang tua memang harus memikirkan nasib anak anak kita. Tapi kita juga tak boleh egois, hanya karena anak kita datang ke sana kita memutus pekerjaan orang lain. Apa itu adil bagi mereka?"
Sang istri hanya menggeleng dia baru sadar apa yang di katakan oleh suaminya ini benar. Tidak hanya satu orang yang tidak akan memiliki pekerjaan jika semua diskotik ini di tutup. Tapi ada ribuan orang yang membutuhkan pekerjaan nya.
" Kau tahu aku bisa menutup semua diskotik saat ini, bahkan dengan satu telfon maka semua bar malam di sini akan tutup. Tapi bagaimana dengan para pekerjanya?"
" Hubby maafkan aku! aku egois aku memikirkan nasib putra kita saja tapi tak memikirkan nasib orang lain. Aku tahu aku salah maafkan aku, maka jangan tutup diskotik itu..." Sang istri kini luluh dengan perkataan suaminya. Apa yang di katakan oleh suaminya benar semua.
" Jangan pernah berpikir untuk memutus orang mencari nafkah sayang itu tak baik. Mereka hanya bekerja di sana dan tak salah mereka melayani putra kita, dia tamu di sana. Yang harus kita larang adalah putra kita dengan cara apa, mencegahnya untuk datang kesana!"
" Kau tahu sendiri dia susah di atur! dia sama seperti mu tak bisa untuk tak datang ke tempat hiburan malam..." Ucapnya dengan kesal lagi.
" Namanya juga anak muda Sayang! kau dulu juga pernah seperti itu. Sudahlah ayo turun aku lapar! apa kau mau kita seperti ini saja berpelukan dan aku memakan mu pagi ini!" Godanya.
Sang istri kini mencubit perut suaminya yang merasa kesal dia tak ada habisnya meminta adegan panas. Semalam saja mereka baru selesai melakukannya.
" Kau ini sangat mesum hubby..." Ucapnya dengan menghindar dan melepaskan pelukan itu dengan segera.
Sang suami hanya tertawa melihat istrinya langsung memasang jarak jauh dengannya. Jika dia maupun meskipun sang istri memasang jarak jauh maka dia akan tetap mengejarnya.
Laki laki tampan itu saat ini sedang berdiri di atas cermin memperlihatkan otot otot nya yang begitu menggoda ketika ada mata yang melihatnya.
" Astaga ternyata aku begitu tampan! pantas saja banyak wanita yang tertarik dengan ku. Tapi sayang tak ada yang mampu membuat ku tertarik dengan mereka. Mereka hanya bisa merayu ku dan berakhir di atas tubuh ku..." Ucapnya dengan geli.
" Apa ada wanita yang seperti Mami?, jika ada maka aku akan siap menikahinya..." Ucapnya lagi dengan wajah seriusnya.
__ADS_1