
" Aku tersesat.. aku tersesat! Bagaimana mungkin aku mencintai orang yang tidak mendapatkan apa apa dengan rasa cinta yang aku berikan. Bagaimana aku percaya jika dia sudah mencintai laki laki lain! Kenapa aku bisa salah mengerti seperti ini. Aku tak menyadari bahwa dia tak memiliki rasa sedikit pun untuk ku. Kenapa aku tidak bisa memahami nya?, Bagaimana bisa aku kalah setelah aku menang! Bagaimana bisa dia menang setelah dia kalah! Kenapa?"
Ucapnya dengan memejamkan matanya, James merasakan sakit hati yang begitu besar di hatinya. Air mata itu terus menetes ke pipinya. Luka itu begitu besar ternyata.
" Siapa bilang kalau kau kalah?, Siapa bilang kalau aku menang?" Bariton dari Albert mengejutkan nya dia dengan cepat membuka matanya dengan menatap ke arah Albert dengan Violet yang berdiri di belakangnya.
" Kenapa kau bisa berpikir kalau dua pria bisa menjadi musuh?, Kenapa kau berpikir ini adalah kompetis! Kenapa kau menganggap ku adalah musuh mu, dan kenapa aku harus menganggap mu musuh ku?" Sambungnya lagi.
" Violet memang bertemu dengan ku, lalu bertemu dengan mu. Dua orang teman menjadi semakin dekat. Mereka memiliki mimpi bersama mereka merencanakan sesuatu bersama. Tapi takdir mengubah semuanya dengan hitungan detik, ini mungkin membuat mu merasa tidak adil untuk mu dan itu tak akan menjadikan simpati."
" Lalu kenapa aku menganggap mu musuh ku! Memang apa salah mu?, Apa karena kau jatuh cinta kepada Violet atau kau mencintai seseorang?, mencintai seseorang bukan lah dosa. Memiliki rasa cinta bukanlah dosa ataupun kejahatan dan hal itu adalah sebuah hal yang wajar. Apa kau tau James di dunia ini banyak orang orang yang ingin melakukan perubahan besar! Tapi itu semua tergantung dengan keputusan tuhan. Apapun yang kita lakukan adalah takdir tuhan yang telah di berikan Tuhan kepada kita, karena kita adalah boneka Tuhan yang akan menjalani takdir roda kehidupan."
Albert yang berkata dengan pelan menatap laki laki itu dengan tatapan lembutnya. Albert bahkan tak ingin memiliki musuh dia sadar bahwa ini juga bukan murni kesalahan dari James, ini juga murni kesalahan dia dan juga Violet.
Tapi Albert tahu pertemuan mereka bertiga adalah Takdir Tuhan yang sudah di rencanakan dengan apik olehnya. Semuanya sudah tersusun dengan bagus, pertemuan hingga perpisahan ini pun juga adalah Takdir Tuhan.
" Roda kehidupan?, Tuhan?" James mengulangi kata kata nya dengan menatap datar ke arah Albert yang duduk di kursi roda.
" Aku tak pernah percaya pada sebuah kebetulan dan aku tidak pernah percaya dengan tuhan, karena aku salah satu pria yang percaya, untuk mencapai sesuatu dengan pola pikir bukan kata kata kebetulan yang aku gunakan..." James mengatakan dengan pelan bahkan kali ini dia menatap Dokter dan Violet secara bergantian.
__ADS_1
" Tapi hari ini aku percaya pada sebuah kebetulan, dan Tuhan itu memang ada! Kau lihat bagaimana aku mencintai Violet tidak akan ada yang bisa melakukannya. Mungkin, bahkan bukan dirimu tak akan sanggup mencintai Violet seperti aku mencinta nya."
" Sekarang aku sadar bahwa tak ada yang kebetulan saat ini. Takdir Tuhan saat ini memang memisahkan aku dengan Violet, wanita yang aku cintai. Aku selalu memberikan dia cinta tapi cinta ku menyakiti nya, bukan cinta ku yang membahagiakan nya."
" Dia memilih mu untuk membahagiakan nya!" Ucapnya dengan tersenyum bahkan dia menghapus air matanya. " Tujuh tahun aku tak pernah memberikan kebahagiannya, hanya ada luka yang aku goreskan untuk nya. Dan saat ini dia pergi dan memilih mu untuk menjadi mendampingi nya, mencari kebahagian."
" Aku laki laki bodoh yang tak bisa mengambil hati Violet selama ini. Tujuh tahun harusnya aku bisa mengambil hatinya untuk ku! kesempatan banyak ku malah aku sia sia kan untuk hal bodoh, menyiksa nya dengan berbagai cara karena itu adalah cara ku mencintai nya."
" Tujuh tahun dia tak melihat ku, tujuh tahun dia tak menatapku sedikit pun. Hatinya tertutup dengan luka yang setiap hari aku berikan kepada mu. Setiap hari hanya ada tangisan yang selalu dia berikan kepada ku, tapi dia bertahan dengan senyumnya ketika berada di depan putri ku."
" Dan sekarang seperti mu tadi, roda berputar dia yang menderita kini menampakan wajah berserinya dia bahagia dengan pilihannya. Sedangkan aku yang kemarin bahagia kini menderita merelakan orang yang aku cintai dengan orang lain."
" Cinta?, aku tak ingin memikirkan cinta saat ini. Karena tak akan ada yang ingin bersama orang penyakitan seperti ku. Cinta ku hanya akan menyakitinya. Akan ada luka di hatinya bukan kebahagian yang aku berikan kepada nya..." James tersenyum getir ketika mengatakan hal tersebut.
Dia sadar tak akan ada wanita yang mau ingin bersama nya jika cintanya hanya akan memberikan luka di hatinya bukan kebahagian yang akan di berikan oleh cinta nya itu.
" Kau pasti sembuh James, aku yakin jika kau berusaha untuk sembuh maka semuanya akan sembuh dengan segera. Dokter Jasmin akan membantu mu, aku yakin dia akan bisa menyembuhkan mu."
" Pantas jika Violet memilih mu dan meninggalkan ku! kau pria luar biasa! Bagaimana mungkin aku berpikir bisa menghancurkan kalian. Bagaimana aku bisa memiliki pikiran ingin menghancurkan cinta kalian dan ketulusan kalian berdua."
__ADS_1
Violet kini mendekat menyentuh tangan James dengan erat mata mereka bertemu dengan tatapan yang berbeda.
" James jangan jadikan kita musuh mu! jadikan kami saudara mu, aku tetap adik ipar mu yang akan mendukung mu. Aku mengatakan akan berada di samping mu ketika pengobatan mu, dan aku akan tepati itu."
" Tidak Vio! biarkan aku bersama Dokter berdua saja. Aku akan berada di tempatnya untuk pengobatan ku, aku akan tinggal di sana. Selama aku di sana jaga Angel untuk ku."
" Tentu aku akan menjaga Angel karena dia adalah anak ku juga..." Violet meneteskan air matanya. James melepaskan tangannya dari tangan Violet.
Tangannya kini bersatu membentuk seperti kata permohonan. " Maafkan aku atas semua siksaan yang aku berikan kepada mu selama ini, jangan lampiaskan benci mu kepada Angel..." Violet menggeleng pelan tentu saja wanita itu tak akan membenci nya.
Violet kini memeluk James dengan air mata yang menetes, bahkan James juga tak kuasa menahan air matanya.
" Aku akan berdamai dengan Takdir, aku akan merelakan semua yang Takdir Tuhan garis kan kepada ku. Aku akan berusaha untuk sembuh demi kalian semua..." Ucapnya dengan tangisan. Violet mengangguk pelan.
Mereka melapaskan pelukan itu dan tangan permohonan itu kembali terjadi tapi kali ini di tunjukan kepada Albert.
" Jaga kedua wanita ini untuk ku, jangan berikan mereka luka lagi beri mereka dengan kebahagian yang utuh. Aku mohon maaf atas semua kesalahan ku dan aku juga mohon berikan kasih sayang pada Angel seperti dia anak mu! aku yakin kau bisa melakukan hal itu."
" Tanpa meminta nya pun aku akan melakukan hal itu James jangan memohon kepada ku, karena Angel juga seperti anak ku."
Mereka kini saling memaafkan dan saling tersenyum untuk berdamai dengan Takdir yang akan mereka lalui. James dengan suka hati dia akan berobat untuk penyakitnya.
__ADS_1
Mereka akan mencapai kebahagian yang utuh, dan kebahagian telah menunggu mereka di depan sana. Krikil kecil telah mereka lalui bahkan batu besar dan terjal pun sudah berhasil mereka singkirkan dan kini kebahagian yang akan mereka dapatkan dari rasa luka yang akan menanti mereka.
Sambung nanti malam 🤭 masalah James selesai dengan bahagia 🙂 tinggal masalah siapa yang akan Mince kulik lagi di sini 🤣 ramaikan kolom komentar ya 🤭🤭