
Sarah kini benar benar terdiam dia terlalu terkejut mendengar penjelasan yang di katakan oleh police, dia hanya bisa menangis dengan duduk di lantai kamarnya, dia hanya bisa menangis dengan tatapan matanya yang kosong.
Menyesal adalah hal yang saat ini dia alami, andaikan dia tak keluar malam itu adiknya tak akan mengalami kesulitan sendiri hari ini.
" Nona anda harus tenang, kita akan berusaha menyelamatkan adik anda..." Police itu tahu seberapa sakitnya wanita itu mengetahui adiknya telah di culik.
Sarah tak menjawabnya dia hanya mampu memejamkan matanya dengan terus air matanya menetes membasahi pipinya. Sarah begitu terpukul tentang hal ini tapi dia juga tak bisa mencari adiknya, kemana dia akan mencari nya karena dia tak tau kemana orang orang itu membawa adiknya.
" Saya mohon selamatkan adik saya Sir, saya mohon..." Matanya kini menatap police itu memohon kepadanya dengan tangis nya.
" Kami akan berusaha mencari nya dan menyelamatkan adik anda."
" Hiks.. hiks.. Amel.. aku mohon Tuhan lindungi dia.. hiks.. hiks..." Sarah tak tau lagi harus memohon kepada siapa saat ini kecuali Tuhan yang bisa membantunya saat ini.
Police itu kini mengambil beberapa foto Amel dan membawa nya untuk pencariannya. Police juga beberapa mengambil sidik jari di pintu pintu untuk mencari sidik jari yang tertinggal di sana.
" Sir ini video CCTV di ujung sana..." Salah satu police yang juga tersebar di sana kini datang membawa sebuah rekaman CCTV.
Police itu hanya mengangguk dengan pelan, dia berharap rekaman CCTV itu membawa mereka ke para pelaku.
" Kau sudah menonton nya?"
" Belum Sir saya hanya meminta salinan rekaman nya."
" Baiklah kita dalami kasus ini di kantor..." Orang itu mengangguk dengan pelan.
Para police masih berjaga jaga di sana untuk mengawasi rumah korban yang saat ini masih berantakan tak karuan. Sedangkan beberapa police memilih kembali ke kantor untuk menganalisa kasus baru mereka.
Perampokan dan penculikan ini akan menjadi berita yang hangat bagi para media yang menyaksikan nya.
Sedangkan Sarah kini masih meratapi nasibnya yang datang terlambat menyelamatkan adiknya, dia masih menangis di kamarnya dia yang berbaring di atas kasur menatap langit langit kamarnya dengan mata yang sembab.
__ADS_1
Sarah mencoba memejamkan matanya ketika dia terasa matanya begitu berat. Sarah memejamkan matanya dengan sesekali menahan nafasnya yang merasakan sesak di dada nya.
Kakak tolong aku, keluarkan aku dari sini kakak Sarah.
*Kakak jika aku pergi jangan lupa untuk tetap bahagia jangan pikirkan hal yang tidak tidak berbahagialah dengan hidup kakak.
Kakak Sarah aku tak akan bisa keluar dari tempat gelap ini, tolong aku kakak.
Kakak maafkan aku.
Kakak tolong.. kakak tolong*...
Suara Amel yang terasa di telinga nya membuat Sarah bangun dengan mata yang melotot, dia terbangun langsung duduk di kasurnya, dia menatap sekeliling nya dengan mata yang benar benar merah.
Sarah turun dari ranjang nya berdiri di depan kaca besar yang ada di sana, dia melihat ke bawah ada beberapa police yang berjaga jaga di sana, ada beberapa media yang juga ada di sana.
Sarah menahan nafasnya dan mengambil nafas dengan pelan, dia berjalan keluar dari kamarnya tatapan nya kini kosong yang ada di pikirnya adalah keselamatan adiknya yang harus segera di temukan.
Sarah kembali keluar dengan membawa itu semua, dia berjalan menuju ke sebuah dinding yang ada bercak darah dari adiknya. Dengan air mata yang menetes. Kamar sang adik kini di bersihkan oleh nya meskipun air matanya terus menetes kini dia tetap membereskan kamar adiknya.
" Amel pasti akan senang jika melihat kamarnya sudah bersih seperti ini..." Senyumnya lagi lagi di barengi dengan tangis yang dia keluarkan.
Dia harus menerima bahwa kenyataan nya memang adiknya belum kembali tapi dia yakin adiknya akan kembali dengan segera.
Aku harus yakin Amel kembali dan aku harus yakin police bisa menyelamatkan Amel. Batinnya dengan keluar dari kamar adiknya.
Setelah semuanya selesai kini Sarah kembali turun ke lantai bawah dia yang melihat lantai bawah berserakan karena pecahan vas bunga yang ada di sana. Sarah kembali dengan segera membersihkan ruangan yang berantakan itu.
Meskipun dia terus menangis tapi dia tetap masih membersihkan nya. Dia juga tak lupa membersihkan bercak darah yang ada di sana. Butuh waktu lama semuanya terlihat bersih dan tak terjadi apapun.
__ADS_1
Sarah mengusap air matanya, menatap pintu yang tertutup. Dia berjalan ke arah pintu membuka nya dengan segera. Semua mata para police menatap ke arah dirinya dan beberapa media kini langsung lari ke arah nya dengan segera mengambil foto.
" Nona apa anda memiliki kecurigaan siapa yang menculik adik anda?"
" Nona apa ada yang mencurigakan akhir akhir ini?"
Sarah menghela nafasnya menatap semua media yang menyorot ke arahnya. Dia menatap satu persatu orang yang ada di sana.
" Apa ini akan di tayangkan di semua media?"
" Tentu Nona kami akan menyiarkan ini semua."
" Tolong siarkan kesemua nya, agar para penculik itu mendengar apa yang saya katakan."
" Tentu."
" Siapa pun kalian yang telah melakukan ini kepada kami, saya mohon jangan sakiti adik saya. Jika kalian ingin meminta imbalan uang saya akan berikan asal kalian tidak menyakiti nya. Kami hanya berdua, dia adalah hidup saya, dia adalah satu satu saya. Saya mohon jangan sakiti dia, lepaskan dia dengan selamat. Saya janji jika kalian melepaskan dia saya tidak akan membawa kasus ini kepada pihak police saya akan memaafkan kalian, tapi saya mohon lepaskan adik saya dan jangan sakiti dia."
Sarah menangis mengatakan hal itu, semua orang terdiam yang ada di sana mereka tetap menyoroti Sarah yang mengusap air matanya.
" Saya akan berikan uang kami semua, berapapun yang kalian minta saya akan berikan asal lepaskan adik saya hiks.. hiks..." Tangisnya lagi.
Semua acara berita kini menyiarkan kasus perampokan dan penculikan yang ada di sana. Seorang wanita cantik telah di culik oleh beberapa orang yang tak di kenal, kali ini sang kakak akan bernegosiasi kepada para penculik dengan mengatakan kepada para media agar seluruh dunia tau masalahnya.
" Kasihan sekali wanita itu.." Kini laki laki misterius itu tanpa sengaja melihat berita yang ada di ponselnya.
" Nona bisakah kami tau foto adik anda dan nama adik anda."
Sarah dengan cepat menunjukan foto adiknya dengan tawa yang ceria. " Amel nama dia adalah Amel."
Bagaikan di sambar petir laki laki mendengar nama dan melihat foto yang ada di layar besar itu. Matanya melotot dan tak percaya mengetahui siapa yang tengah di culik itu.
__ADS_1