Wanita Nakal

Wanita Nakal
Balas Dendam 7


__ADS_3

" Tuan johan di luar ada pengusaha yang ingin bertemu dengan anda.." suara sekretaris pak johan kini bicara ketika dia berada di dalam ruangan bos nya.


" Pengusaha?, Siapa nama nya?"


" Mereka tak menyebutkan nama hanya mereka berkata seseorang yang pernah menolong anda dulu.." pak johan nampaknya berfikir siapa sosok pengusaha yang ingin bertemu dengan kata pernah menolong dia.


" Baiklah suruh masuk dan buat kan kami minuman.." sang sekretaris hanya mengangguk pelan dan keluar dari ruangan tersebut.


Ceklek !! Pak johan menatap ke arah pintu ketika beberapa orang masuk dengan santai nya. Tapi nampaknya pak johan tak tahu siapa mereka. Seseorang dari arah belakang yang berjalan dengan gaya arogan nya di ikuti kaki tangan nya, membuat pak johan membulatkan mata nya, terkejut bahwa laki laki yang dikatakan meninggal kini berdiri di depan nya dengan gaya sombongnya. Setelan jas hitam, kacamata hitam nya menambah kesan kejam pada dirinya.



" Selamat pagi mertua.." laki laki tersebut berjalan menyusuri ruangan pak johan, mengitari kursi kebesaran pak johan yang masih ada orangnya. " Nampaknya papa mertua ku terkejut dengan kehadiran ku.." sambungnya dengan langkah menuju sofa. Duduk di sana menyilangkan kaki nya, melepaskan kaca mata hitamnya.


" Jo..na..tha..n.. kau masih hidup.." kegugupan pak johan tak bisa terhindari, pak johan gugup, tak percaya dan mustahil bahwa seseorang akan selamat dalam kecelakan maut waktu itu.


" Apa anda tak senang aku hidup?"


" Tentu saja saya senang nak.." pak johan berjalan menuju sofa dan duduk di depan nya dengan wajah yang masih gugup serta tak percaya.


" Tapi nampaknya anda tak senang aku hidup."


" Jangan bicara seperti itu nak, saya senang melihat anda hidup."

__ADS_1


" Buktinya anda tak memberikan saya pelukan.." pak johan tersadar dan segera bangkit dari duduknya. " Anda tak perlu memeluk saya tuan johan biarkan putri anda saja yang memeluk ku dengan tangis bahagia.." perkataan jonathan menghentikan langkahnya yang ingin memeluknya. " Duduklah papa mertua.." pak johan segera duduk kembali.


" Apa jovanka bersama anda?" Sebuah pertanyaan pertama yang terucap dari bibirnya.


" Tentu ara bersama ku. Karena dia milikku."


" Tapi-"


" Tapi dia sudah menikah.." jonathan memotong ucapan pak johan dengan segera. " Sepertinya laki laki bajinga* itu tak memberitahu anda bahwa kemarin mereka resmi mengabulkan pembatalan pernikahan.." perkataan jonathan membuat pak johan setengah terkejut.


" Apa?, Pembatalan pernikahan. Jadi mereka tak berstatus suami istri sekarang?"


" Tentu saja tidak."


" Bagaimana bisa?" Jonathan mengulangi perkataan pak johan. " Apa anda meragukan nama ku tuan johan, nama ku lebih berkuasa di setiap negara tuan johan. Nama alfred dan bahkan nama anda tak ada apa apa nya dibanding nama ku dan kekuasan ku.." kesombongan serta arongan jonathan nampak di wajahnya dan pak johan hanya terdiam.


" Lupakan masalah itu dan saya datang kesini karena mendengar bahwa beberapa penanam saham telah mencabut semua sahamnya dan pindah ke perusahaan lain.." jonathan berkata dengan santai.


" Bagaimana anda tahu, karena itu hanya menjadi rahasia perusahaan."


" Kris dia bertanya bagaimana saya tahu?" Jonathan tersenyum tipis di bibirnya.


" Jangan bilang kalian yang mengambil mereka?"

__ADS_1


" Tepat sekali tuan johan. Anda terlalu cepat menebak kami."


" Apa mau kalian sebenarnya?, Kenapa kau tega membuat perusahan saya seperti ini, kau bersama putri ku tapi kau ingin menghancurkan ayahnya, apa kau sudah gila.." kemarahan pak johan hanya didengar oleh jonathan.


" Aku memang gila, aku bisa melakukan apapun terhadap orang orang yang sudah mengusik kehidupan pribadi ku. Jangankan orang lain, aku bisa membuat keluargaku hancur karena sudah membuat wanita ku hancur dan kami harus kehilangan calon anak kami.." jonathan menekan kata kata nya dengan serius, kemarahan jonathan tak bisa terhindari, kata kata nya tak bisa dibantah oleh pak johan kali ini.


" Saya.. hanya.. ingin-"


" Ingin membuat putrimu bahagia dengan menikahan ara dengan alfred , menikahkan putrimu dengan paksa, membius nya, mengatakan pada pendeta bahwa dia koma dan hamil anak alfred, apa yang kau katakan ingin melihat dia bahagia dengan menghancurkan hati nya, mengambil calon anak nya ha.." bentaknya, emosi jonathan sudah tak tertahan lagi, pak johan hanya menunduk, kris serta para penjaga nya hanya terdiam tak berani mengatakan apapun. Kemarahan jonathan adalah hal yang mengerikan bagi orang yang mengenalnya dengan baik.


Jonathan dengan santai menodongkan pistol ke arah pak johan dan tentu saja suara pistol itu membuatnya terkejut.


" Apa.. yang ingin kau lakukan.." ketakutan nampak di wajah tua nya kali ini.


" Apalagi kalau bukan membunuhmu.." jonathan menjawabnya dengan santai.


" Silahkan bunuh aku jika itu bisa menebus kesalahan ku pada putri ku jovanka. Aku mengaku salah pada putriku, aku menyesal, tapi jika kalian membunuh ku tolong lepaskan istri ku jangan kau sakiti dia, biarkan dia bersama putrinya.." jonathan menatap mata pak johan ada penyesalan dan ketulusan di mata nya.


" Saya tak akan membunuh kalian, aku tak ingin kau mati dengan cepat, aku ingin kau merasakan hidup tapi kau mati didalam nya.." jonathan memberikan pistol itu pada kris dan kris juga memberikan sebuah dokumen penting.


Jonathan melemparkan dokumen tersebut di meja dan tepat di depan pak johan kali ini. " Baca dokumen tersebut dan segera tandatangani, aku ingin mengambil alih semua aset mu dan memberikan pada putrimu, aku akan menanam saham yang besar di perusahaan ini dan orang kepercayaan ku yang mengurus perusahan ini. Kalian akan aku kirim ke negara lain dengan jaminan masa tua kalian. Jika anda setuju segera tandatangani dan hubungi kris. Saya tidak suka menunggu terlalu lama tuan johan.." jonathan berdiri dan melangkahkan kaki nya meninggalkan ruangan tersebut da di ikuti penjaganya.


" Tolong pertimbangkan dan jangan ambil keputusan yang membuat tuan saya mengambil paksa semua aset anda.." kris berkata dengan tegas lalu juga meninggalkan ruangan menyusul tuan nya pergi.

__ADS_1


__ADS_2