Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Memohon 1


__ADS_3

" Aku ingin ikut kalian membalas dendam kepada orang orang yang telah membunuh adik ku, biarkan aku menghukumnya dengan tangan ku."


Kedua mata mereka bertatapan dengan arti yang sama saat ini. Mata mereka memancarkan arti balas dendam dan tujuan yang sama.


" Tidak..." Bryan menolaknya dengan segera.


" Kenapa tidak! aku bisa menghajar mereka dan melumpuhkan mereka."


Bryan tertawa di sana dia tau wanita ini memiliki ambisi yang cukup kuat tapi tentu saja dalam hal ini tak perlu sosok wanita karena ini bukan main main.


" Tidak maka ya tidak! kau seorang wanita jadi kau tak bisa berada di sini bersama kami yang akan membalas dendam semua nya..." Bryan berjalan meninggalkan wanita itu.


" Please Tuan, dia adalah adik ku jadi aku mohon bawa aku juga melakukan balas dendam ini, meskipun aku wanita aku bisa melakukan pekerjaan seperti seorang laki laki..." Sarah mengejar Bryan yang hanya mengambil minum di sebelah sofa.


Sarah tak ada hentinya mengikuti kemana langkah Bryan berada bahkan dia menatap Bryan penuh dengan tatapan memohon.


" Kau tak bisa memegang senjata, kau juga tak bisa bertarung, bagaimana bisa kau ingin ikut kami. Ini bukan permainan yang perlu kau ikuti Nona."


" Aku tau ini bukan permainan tapi aku sungguh ingin ikut serta, aku bisa berlatih dalam hal apapun yang kau katakan! uang dari Amel tadi bisa aku gunakan untuk berlatih semuanya jadi jangan khawatir..." Katanya dengan penuh keyakinan lagi.


" Astaga! bukan masalah itu Nona tapi kau harus berpikir bahwa ini sungguh bukan mainan yang harus kau ikuti, ini adalah pertarungan balas dendam. Jika kau ikut maka tugas kita akan bertambah."


" Please kali ini saja aku mohon, aku ingin membalas dendam kan kepergian adik ku. Kau tau kami hanya berdua dan kepergian adik ku adalah duka yang sangat mendalam, aku berduka kehilangan sedangkan mereka yang membunuh nya saat ini masih berkeliaran di luar sana dengan tenang..." Wajahnya sendu ketika mengatakan semuanya.


Bryan hanya mampu menghela nafasnya dengan berat dia mengusap wajahnya dengan kasar. " Aku tau tapi tak hanya kau yang berduka, sudah ku katakan semuanya berduka. Tapi aku tak bisa membawa mu dalam hal ini, ku mohon mengerti lah."

__ADS_1


" Tuan please setidaknya aku bisa menghajar mereka dengan tangan ku..." Katanya dengan penuh permohonan lagi.


" Ini terlalu berbahaya untuk mu Nona, ini bukan tempat mu jadi jangan pikirkan untuk ikut kami dalam melakukan dalam misi ini..." Tolaknya.


" Tuan please."


" Sebaiknya kau tidur di sini dan aku kembali bekerja, berada di sini malah membuat ku tambah pusing..." Bryan kini malah melangkah ingin meninggalkan Sarah yang dari tadi penuh dengan permohonan.


Sarah menarik tangan Bryan hingga dia berhenti seketika, matanya kini menoleh ke arah Sarah yang juga menatapnya dengan penuh harapan.


" percuma kau memohon pun aku tak akan membiarkan kamu ikut kami, aku tak ingin di salahkan oleh Amel di sana jika terjadi apa apa dengan mu, jadi hilangkan pikiran mu tentang ikut balas dendam. Biarkan aku yang akan membawa orang orang itu ke kamu."


Sarah hanya menggeleng dengan pelan dia tak tau harus berbuat apa tapi setidaknya dia akan berusaha lagi nanti untuk membujuknya.


" Setelah mengamuk kau lapar! baiklah tunggu di sini nanti akan ada yang mengantar makanan untuk mu..." Bryan mengangguk pelan dengan senyum tipis di bibirnya.


Sarah setuju dengan dia yang juga mengangguk pelan dengan dia yang juga tersenyum. Tangan itu kini di lepaskan oleh Sarah membiarkan laki laki itu pergi dari sana.


Sarah menatap kamar yang indah itu, kamar yang berwarna gelap cocok dengan kamar laki laki. Dia berjalan menuju kaca besar yang memperlihatkan Italia yang indah pada malam hari. Keindahan ini masih di selimuti rasa duka yang mendalam.


Kata kata laki laki tadi masih terdengar jelas bahwa adiknya bekerja di sini sebagai wanita nakal yang menjadikan dia pemuas para laki laki yang ingin menikmati tubuhnya. Awalnya dia tak ingin percaya tapi semua kenyataan telah di lemparkan dihadapannya hingga dia sangat percaya.


" Aku bekerja di sebuah rumah orang kaya kak, dan aku mendapatkan jam malam."


Kata kata Amel waktu itu masih di ingat jelas oleh Sarah dia yang menutupi kebohongan demi kebohongan lainnya, dia melakukan ini hanya untuk meringankan beban yang ada di pundaknya.

__ADS_1


" Andai kau tau bahwa aku tak pernah merasa terbebani oleh semuanya Amel, andai kau tau aku merasa senang jika harus membiayai kamu. Andai kau tau itu semua mungkin ini tak akan terjadi..." Ujarnya dengan pelan dengan mata yang menatap lurus di depan.


" Semuanya sudah terjadi, menangis darah pun tak akan membawa mu kembali kepada ku. Marah pun dengan ini semua juga tak ada gunanya semuanya sudah terlanjur terjadi."


" Apa kau bertemu ayah dan ibu di sana?, katakan jika aku baik baik saja di sini. Aku harap kau tenang di sana dan aku akan membalas dendam kepada orang orang yang telah melakukan ini kepada mu..." Sambungnya lagi.


Kini tatapan yang duka menjadi tatapan yang penuh dengan rasa marah, rasa ingin membalas apa yang telah di lakukan oleh orang yang kini akan di cari oleh orang orang itu.


" Aku akan berlatih sendiri dan setelah aku bisa menguasai semuanya maka aku akan menemui Tuan tadi..." Senyumnya mengembang penuh dengan arti dan harapan.


Dia tak ingin hanya diam diri menunggu orang orang itu membawa pelakunya di hadapannya tapi dia juga ingin ikut serta melakukan pencarian ini.


Sedangkan Bryan yang berjalan melewati ruangan William kini malah masuk ke ruangan sepupunya tersebut.


" Dimana wanita itu? apa dia sudah pergi?" William kini langsung menanyakan keberadaan wanita yang tadi telah mengancam sepupunya tersebut.


" Dia masih di kamar pribadi ku!" Jawabnya dengan santai dengan menghempaskan panta* nya di atas sofa panjang yang ada di ruangan tersebut.


" Kau gila! kenapa tak kau suruh para penjaga membawa nya pergi. Jangan menambah masalah lagi Bryan, masalah pembunuhan ini saja belum terungkap dan ini masih menjadi rahasia para Mommy kita."


" William dia sudah jinak dan tenang, aku sudah menjelaskan semuanya dan dia sudah damai dengan ku dan aku jamin tak akan dia bertindak yang tidak tidak lagi."


" Kau terlalu menganggap semuanya enteng..." William mengusap wajahnya dengan kasar dia merasa sepupunya ini hanya menganggap ini semua muda dia lakukan.


" William tenanglah semua nya akan baik baik saja, tak akan ada hal apapun yang terjadi. Mommy tak akan tau apapun tentang ini semua jadi jangan khawatir berlebihan seperti ini."

__ADS_1


__ADS_2