
" dimana istriku.." katanya ketika dia ingat tujuannya kesini.
" istri?" Jonathan mengulangi kata istri yang ditanyakan alfred. " istri mana maksudmu?, apa kau sudah menikah?" Jonathan bahkan pura pura tak tahu.
" saya tahu anda tak sebodoh itu tuan jonathan. Anda tahu siapa yang saya maksud dan siapa yang aku panggil istri.." alfred menekan kata kata nya dengan menatap jonathan dengan menantang.
" ah.. maksudmu jovanka ku.. yang kau anggap istrimu itu?"
" dimana istriku.. keluarkan.. kau tak berhak menyembunyikan istri ku.. jovanka keluar.." terianya lagi.
Jonathan mencengkram pipi alfred. "Ssttt.. jangan berteriak.. kekasihku sedang mandi.. jangan berisik.." katanya dengan santai.
" apa yang kalian lakukan ha.. tak tahu malu.." katanya dengan sinis. " kau meniduri istriku.." sambungnya lagi. " aku bahkan sudah meniduri jovanka."
Bugh !! Bugh !! Dua pukulan yang tepat mengenai wajah alfred. " kalian benar benar tak tahu malu.. wanita nakal adalah cap yang tepat untuk jovanka.." bugh !! Tendangan yang dilayangkan jonathan tepat pada perutnya alfred.Β
Alfred tertawa dengan menahan perutnya yang sakit. " tak ada yang bisa menghalangi ku untuk mendapatkan apa yang aku mau.. bahkan mendapatkan jovanka pun.. aku bisa membunuh calon anakmu itu.. hahaha.." tawanya membuat jonathan geram.
Bugh, bugh, bugh !! Pukulan yang bertubi tubi yang dilayangkan jonathan membabi buta dengan rasa marahnya. " berdiri.. lawan aku.. jangan jadi pengecut.Β Hanya melawan wanita dan anak yang tahu apa salah nya.. berdiri.." katanya dengan amarah yang benar benar memuncak.
Alfred berdiri dan jonathan menendang dagu alfred hingga dia tak bisa berdiri tak tergeletak di lantai lagi. " berdiri.. jangan jadi pengecut.." terianya lagi. Alfred berdiri dan membiarkan alfred melawannya.
Bugh, bugh, bugh, bugh, bugh, !! Adu jotos diantara mereka berdua tak bisa lagi terhindari, jonathan memukulnya dengan membabi buta dengan rasa dendam serta amarah yang membaranya. Prank !! Alfred melempar vas yang tergeletak di sana tapi jonathan masih bisa menghindarinya.
" berdiri.. teriaknya.. pengecut.." katanya lagi. Tangan jonathan meminta sesuatu pada kris dan kris tahu apa yang dimaksud bosnya.
Jonathan menghampiri alfred yang setengah berdiri. Mengalungkan sabuk pinggang pada lehernya, melilitkan dengan kencang. Jonathan dengan amarahnya tetap menarik sabuk tersebut yang berada di leher alfred dengan sangat marah, bayangan dia menyentuh tubuh kekasihnya, bayangan kesakitan calon anaknya yang sengaja dia bunuh serta kesedihan kekasihnya seakan membuat nya bertambah marah dan membabi buta. Alfred memegang sabuk yang melilit di lehernya dengan wajah yang sudah memerah.Β
Jovanka yang hanya menggunakan celana pendeknya serta kaosnya segera keluar dari kamarnya karena mendengar teriakan kekasihnya yang menggema di sana. Dengan lari menuruni anak tangga dia terkejut, bahwa lantai bawahnya sudah berantakan tak karuan.
" honey.." teriaknya jovanka ketiak melihat kekasihnya disana.
__ADS_1
" nona jangan kesana.." kris menahan tubuh nona nya yang mau menghampiri kekasihnya yang akan membunuh orang disana.
" dia bisa mati kris.. jonathan bisa ditahan karena membunuh orang itu.."katanya dengan panik.
" nona.." katanya kris dengan menahannya.
" honey.. kau bisa membunuhnya.. " teriaknya dengan penuh rasa khawatirnya.
" kau akan mati disini.. karena sudah berani mengusik hidupku.. kau akan tahu siapa aku.. jonathan christopher.." katanya dengan sinis. " kau akan tahu bagaimana rasanya sakit ketika dibunuh dengan perlahan. Seperti kau membunuh calon bayiku dengan perlahan.." sambungnya dengan tetap menarik kencang sabuk yang memilih di leher alfred. Dan wajah alfred sudah sangat memerah.
" ka..u.." katanya dengan tertahan.
Jovanka menerobos badan kris yang menahan dirinya. Jovanka memeluk erat tubuh jonathan dari belakang. " honey.. jangan lakukan.. lepaskan dia.. kau bisa membunuhnya.. " katanya dengan memeluk erat tubuh jonathan. "Jo.. lepaskan dia.. dia bisa mati honey.. kau bisa masuk penjara jika dia mati honey.." katanya dengan tetap memeluk erat.
Tapi jonathan tak menghiraukannya. " honey.. aku takut kehilanganmu.. aku mencintaimu sayang.. jangan pergi lagi honey.. aku tak bisa hidup tanpamu.. " katanya dengan menangis. Dan air mata itu menyentuh punggung jonathan. Jonathan melemah, melepaskannya.
" uhuk, uhuk, uhuk.." alfred terbatuk batuk ketika jonathan melepaskannya.Β
" jovanka.. kamu harus pulang denganku.. kau tak bisa lari dariku.. kau istriku.." katanya memancing emosi jonathan.
Bugh !! Tendangan pada dagu alfred membuat dirinya benar benar tak sadarkan diri dan terjatuh dilantai. " honey.." katanya dengan pelan.
" alfred..alfred.." teriak nya seorang wanita yang menghampiri alfred yang tak sadarkan diri di lantai. "Alfred bangun.. apa yang..kalian.. jonathan.." wanita itu gugup karena melihat laki laki di depannya. " kau..jonathan.. kau masih hidup jo.. honey.." kebahagian nampak di wajahnya.
" kau kenal dia?" Tunjuk jonathan dan emil mengganggu bahagia. " sejak kapan kau mengenalnya?, bahkan aku tahu kalau kau mengenalnya?" Sambungnya dengan tetap memeluk jovanka.
' apa kau cemburu jika emil mengenal laki laki lain jo ' batin jovanka bergejolak tak tenang.
" dia temanku sewaktu kuliah.." jawab emil. " apa kalian bertengkar hanya merebutkan wanita jal**g ini?, apa tak ada wanita yang lebih terhormat dari wanita murah** ini jo.." katanya dengan memandang marah karena melihat jovanka berada di dalam dekapan mantan tunangannya.
" tutup mulutmu dan jangan ikut campur. Urus dia dan bawah pergi dari rumah ini.." jonathan mengajak jovanka masuk kedalam dengan tetap mendekap erat jovanka yang dari tadi tak bicara.
__ADS_1
" jonathan.. apa kau sudah gila karena mengabaikan ku dan lebih memilih wanita nakal itu.." teriakan emil tak dihiraukan jonathan. " jonathan.. kau benar sudah kehilangan akal karena memilih wanita pelac** itu.." sambungnya lagi.
" aku memang gila karena tak merobek mulutmu itu. Sekali lagi kau mengatakan wanitaku pelac** aku pastikan kau yang akan menjadi pelac** di sini melayani para penjaga ku.." jonathan bicara tak menatap ke arah emil sama sekali sedangkan emil langsung bungkam tanpa mengatakan apapun lagi. " kris bereskan semuanya tanpa ada bekas sama sekali.." perintahnya lagi.
" baik tuan."
" honey kita kembali ke kamar.." jovanka hanya bisa mengangguk pelan tanpa mengatakan apapun. Pikiran negatif tentang pertanyan tadi membuat bibir menutup rapat rapat. Seakan membela yang diucapkan jonathan barusan tak masuk dalam pikirannya ataupun telinganya. Yang ada di pikirannya hanya pertanyakan pertama yang dilontarkan tadi.
Padahal mau dikasih kejutan yang lebih wouw lah kok jonathan sudah keluar dulu π€£
Jonathan : thor lu yang bener aja kenapa?, masa iya aku lagi asik bertempur ada suara berantem.Β
Author : ya mana aku tahu, salahin alfred datang tak tepat waktu.
Alfred : yang lu tempur istri gw bos.
Jonathan : lu gak baca surat pembatalan nikah ya bos, baca dulu sana gih π apa lu mau gw hajar sampai pingsan.
Jovanka : jangan main hajar, jelasin dulu pertanyaan lu pada emil tadi. Apa kamu cemburu ?.
Jonathan : alfred sebaiknya kita berantem adu jotos aja yuk dibanding berantem sama wanita lebih bahaya bos.Β
Alfred : aku gak ikutan π kabur dulu bos π€£π€£π€£πββοΈπββοΈπββοΈπββοΈπββοΈ
Author : urusan rumah tangga lebih bahaya bos π€£π€£ lariiiiΒ πππππ
Jonathan : sialan ππ
Mana ni like dan komennya π vote mana vote nya, kasih vote nya juga dong π kasih hadiahlah π
Makasih banyak ππ€
__ADS_1