
" Kau ingin bicara apa?" Kini mereka berdua telah tiba di salah satu pinggir pantai yang jauh dari rumah yang bernuansa kayu itu. Mereka kini duduk di atas batu karang yang biasa di jadikan Andre menatap sinar matahari tenggelam.
Abhi mengambil nafasnya, membuang perlahan. Rasa gugup menyelimuti hatinya kali ini. Kali ini dia berhadapan langsung dengan seseorang kakak dari wanita yang ia cintai. Bukan hanya teman tapi sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya.
Andre hanya menatap ke depan, menyaksikan air laut yang begitu indah ketika di lihat dari tempat mereka duduk di sana.
" Aku yakin kau sudah tahu bahwa aku mencintai adik mu..." Abhi kini mulai membuka suaranya. Dia tak peduli dengan tatapan yang di layangkan oleh laki laki bertato itu. " Aku tahu kemarin dia hancur, tapi tak hanya dia. Aku juga hancur dengan ini semua..." Sambungnya lagi dengan menatap ke depan, menatap air laut yang nampak biru begitu indah.
" Kau dengar sendiri bahwa aku rela melepaskan kesatuan ku dan jabatan ku demi bertahan di sini bersama kalian, tepatnya memilih bersama adik mu..." Andre kini yakin tak dapat di ragukan lagi bahwa hubungan laki laki ini begitu dengan dengan adiknya, terbukti dia tahu bahwa dirinya adalah kakak dari wanita bertato itu.
" Kau benar aku tak perlu menangisi nasib ku, semuanya yang aku lakukan tadi aku pernah melakukannya. Tapi aku butuh waktu untuk menyesuaikan dimana aku berdiri sekarang. Aku juga butuh bantuan mu agar aku tetap berdiri di samping kalian. Aku bukan laki laki tangguh yang tak menangis ketika melihat anggota tim ku di bantai habis, tapi aku juga bukan laki laki yang tak bisa memengang apa yang sudah aku katakan dari awal. Aku tak bisa jika harus berdiri di antara dua kubu sekaligus, aku tak ingin mengorbankan salah satu dari kalian. Aku mundur karena aku memilih melindungi adik mu dari dekat, bukan melindunginya dari jarak jauh seperti selama ini. Tuduhan kalian kemarin membuat ku sadar bahwa aku tak bisa berdiri di sana lagi..." Abhi menghentikan ucapannya dengan mengambil oksigen sebanyak banyak nya. Perkataan nya membuat hatinya terasa sakit.
" Aku minta maaf jika aku selama ini mungkin memilih salah pada mu, atau kau tak suka dengan aku. Tapi sekarang yang menjadi nomer satu ku adalah Monica. Aku benar benar mencintai nya, perpisahan kemarin membuat hati ku sakit. Air matanya kemarin membuat dunia ku runtuh. Aku di sini ingin meminta restu padam, aku tak ingin menjadikan dirinya kekasih ku, tapi aku ingin menjadikan dirinya istriku, ibu dari anak anak ku kelak..." Lamaran yang di katakan oleh Abhi membuat Andre merasa senang, hatinya tersenyum senang jiak ada seseorang laki laki yang mencintai adiknya dengan tulus.
__ADS_1
" Kau yakin dengan apa yang kau katakan?, Monica bukan wanita baik baik yang akan mau duduk manis di rumah mewah mu, dia bukan wanita yang akan mau duduk menunggu mu pulang kerja. Dia adalah bandar besar, memiliki sindikat yang berbahaya untuk sebuah keluarga yang dia bangun nanti. Kalian tak akan tenang, kalian akan di kejar kejar police jika nama dia berhembus kencang lagi..." Andre sebenarnya mengharapkan adiknya berhenti dari pekerjaan yang begitu membahayakan dirinya, tapi selama ini tak pernah berhasil memberi tahu nya karena Monica sendiri dari kecil hidupnya sudah penuh dengan luka dan tantangan seperti ini. " Kau tahu dia adalah mafia. Wanita mafia satu satu nya di antara kami. Mungkin tak hanya aku yang menganggap Monica penting di dalam mafia kita..." Sambungnya.
" Aku tahu, dan aku siap menerima itu semua. Adikmu paket lengkap untuk ku..." Abhi tersenyum mengingat wanita itu. Wanita yang mampu memporak-porandakan hatinya.
" Jika kalian memang saling mencintai, aku tak bisa berbuat apa apa lagi. Asal kau jangan mempermainkan nya, dia tetaplah wanita yang rapuh ketika hatinya tersakiti..." Andre tak bisa berbuat apa apa lagi, dia tahu jika adiknya juga mencintai laki laki itu. Andre tak berhak untuk melarang adiknya bahagia, jika dia menghalangi adiknya bahagia itu akan sama saja membuat hatinya terluka.
Air mata adiknya kemarin membuat hatinya hancur, karena untuk pertama kalinya selama bertahun tahun, Andre melihat adiknya hancur ketika takdir mencoba mempermainkan dirinya kemarin. Tapi wajahnya berseri ketika mendengar bahwa laki laki ini tak ada sangkut paut nya dari masalah kemarin.
" Aku hanya berharap dia bahagia dengan pilihannya..." Andre kini menatap laki laki yang berani melamar adik satu satu nya di depannya secara langsung.
Andre hanya tersenyum sebentar sebelum malah dirinya memeluk laki laki itu. Memeluk adik iparnya tak salah bukan. Kini mereka saling berpelukan saling tersenyum bahagia. Setidaknya mereka bahagia demi wanita yang mereka sayangi.
" Lu harus jaga dia seperti aku menjaga nya, jika tidak ku pastikan aku akan merampok semua harta mu..." Ancaman yang di layangkan oleh Andre malah membuat laki laki police itu tertawa dengan kencang dengan melepaskan pelukan itu.
" Kau memang perampok..." Sindirnya dengan sisa tawanya.
__ADS_1
" Jika saya tangisan adik ku kemarin bukan salah paham, kita tak akan ada di sini. Tapi kita akan ada di bawah saling memukul dan saling membunuh..." Katanya dengan menatap ke depan kembali.
Abhi menghela nafasnya ketika kejadian kemarin kini di ingatkan kembali oleh laki laki bertato itu.
" Aku tak menyangka bahwa sahabat ku sendiri ingin membunuh ku..." Liriknya sedih. " Aku dan Aiden begitu dekat, hingga dulu sempat aku ingin menjodohkan dia dengan Valarie..." Sambungnya.
" Kita tak bisa membedakan mana musuh dan mana teman. Kadang teman lebih menakutkan menjadi musuh. Karena dia baik di depan kita dan buruk di belakang kita."
" Kau benar. Mungkin aku yang terlalu bodoh tak bisa membedakan mana teman dan mana lawan. Harusnya aku tahu dari awal bahwa Aiden memiliki dendam kepada ku. Mungkin jika dari awal aku tahu ini semua tak akan terjadi, dan aku tak harus membunuh dia dengan tangan ku..." Penyesalan itu dapat di dengar dari suara laki laki itu.
" Penyesalan tak ada di depan bro, lu sudah lakukan yang terbaik untuk kita semua. Jika kau tak membunuhnya, mungkin suatu hari dia akan membuat masalah."
" Entahlah aku masih kadang merasa menyesal telah melakukan hal itu kepada mereka. Dia sahabat ku tapi tak ku sangka dia mencoba membunuh ku."
" Tak hanya sahabat yang kadang menjadi lawan, tapi kadang saudara bisa menjadi lawan, kau harus tahu itu..." Abhi terdiam ketika apa yang di katakan oleh temannya itu benar.
__ADS_1
Musuh yang berbahaya adalah orang yang berkeliaran di sekeliling kita. Musuh yang mengerikan adalah orang yang pura pura baik di depan tapi menusuk di belakang kita. Musuh dalam selimut adalah hal yang menakutkan untuk kita hadapi.