Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Serius 2


__ADS_3

" Sayang ayo turun..." Zac yang segera ingin turun dari mobil nya ketika mereka sudah tiba di depan rumah wanita nya.


" Turun?,kau mau ikut turun, untuk apa?" Valarie tak yakin dengan pemikirannya, dia tahu apa yang akan laki laki itu lakukan. Mereka saling bertatapan dengan tanda tanya besar di hati mereka masing masing.


" Kau lupa bahwa aku akan menghadap ke kakak mu untuk melamar mu..." Zac mengatakan dengan suara yang begitu lembut, meskipun terdengar lembut tapi masih ada kesan suara yang begitu serius. Zac menyisipkan rambut wanita nya ke daun telinga agar tak menghalangi nya untuk menatap wajah wanita itu.


" Jangan sekarang Zac, kakak ku mungkin tak ada di rumah sekarang..." Valarie tak ingin uni terlalu cepat lagian mereka baru kenal dan baru saling mengenal nama tak mungkin terlalu cepat untuk melamar nya bukan. Jika wanita lain mungkin akan sangat senang langsung di lamar tapi ini Valarie yang segala ketakutan nya menjadi satu.


" Dengar Valarie aku tak main main dengan apa yang aku katakan, aku serius akan meminta mu kepada kakak mu, aku bukan laki laki pengecut yang akan lari dari rasa tangung jawab..." Wajah Zac begitu serius tatapan matanya memancarkan kesungguhan untuk melamar wanita yang telah dia ambil mahkota nya.


" Aku tahu tapi aku harus menyelesaikan dulu urusan ku dengan Aiden itu..." Valarie menunduk dia bingung harus berbuat apa. Di sisi lain dia sangat senang laki laki yang mengambil mahkota nya ingin menikahi nya tapi di sisi lain dia takut karena takut kepada kakak nya.


"Jangan jadikan aku laki laki paling brengse* Val. Aku tak ingin di cap laki laki brengse* oleh semua orang, aku sudah mengambil apa yang telah kamu jaga, maka aku akan bertangung jawab. Aku tahu kita mungkin belum saling cinta tapi percayalah cinta akan tumbuh jika kita berusaha dan saling menjadi satu..." Valarie tak bisa mengatakan apa apa lagi selain dia hanya memandangi laki laki ini penuh dengan rasa kagum.


" Aku hanya takut bahwa kakak ku akan marah pada mu dan akan tetap memaksa ku untuk bertunangan dengan Aiden..." Zac menggenggam tangan wanita nya dengan lembut, membawa tangan nya ke bibir nya mencium nya dengan penuh rasa sayang.


" Akan ku rebut kau dari laki laki lain..." Ucapannya yang tegas dan lugas membuat hati Valarie menghangat seketika.


Zac membawa tubuh wanita nya ke dalam pelukannya, memeluknya dengan sangat erat dengan mengelus rambut panjang itu yang terurai di punggung Valarie.


" Aku akan menikahi mu bagaimana pun cara nya, meskipun kakak mu tak setuju dengan ku, aku akan pastikan bahwa kita akan tetap menikah bagaimana pun cara nya sayang..." Hati wanita mana yang tak menghangat dan terharu ketika mendengar janji manis itu, entah apa yang membawa nya kepala Valarie hanya mengangguk pelan di dalam pelukan hangat laki laki gondrong itu.


__ADS_1


" Baiklah aku masuk dulu kamu pulang lah..." Ucapnya ketika pelukan itu terlepas tapi mereka masih saling bertatapan.


" Masuklah dan segera istirahat, jika masih sakit kamu minum obat yang kita beli tadi hem..." Tadi sewaktu pulang Zac sengaja menghentikan mobil nya ke apotik untuk membeli obat pereda nyeri karena Zac yakin itu masih akan terasa sakit dan perih bahkan tak nyaman untuk di buat bergerak.


" Hati hati..." Zac mengecup kening Valarie begitu dalam yang kemudian turun menciun seluruh wajah Valarie yang akhir nya mendaratkan ciuman terakhir ke bibir nya yang mungkin sekarang akan menjadi candu untuk nya. Zac sedikit memberikan lumata* kecil pada bibir itu kemudian saling melepaskan dengan saling menempelkan kening mereka dengan saling memejamkan mata nya.


" Aku masuk dulu kamu pulang lah..." Zac seakan tak ingin berpisah dari wanita nya, hati nya seakan tak rela meninggalkan wanita nya masuk ke dalam rumah nya. Zac menggenggam tangan wanita nya seakan tak ingin berpisah dari nya, Valarie menatap nya dengan senyuman manis, mau tak mau mereka saling melepaskan tangan nya.


Valarie akhir nya masuk ke dalam rumah nya dengan Zac yang masih melihat dari dalam mobil nya, melihat punggung wanita nya yang menghilang dari balik pintu besar tersebut. Zac kembali memasang wajah garangnya melajukan mobil nya dengan jati diri nya yang menjadi ketua mafia.



" Aiden.. Aiden siapa yang dia maksud?, di negara ini nama Aiden tak hanya satu tapi ribuan. Aku tak tahu Aiden siapa yang menjadi calon tunangan nya..." Dialog nya sendiri dengan membawa mobil nya menuju rumah nya.


Sedangkan di dalam ruangan besar itu Abhi hanya menunduk karena dia sedang berhadap dengan komandan nya yang marah marah karena ulah nya yang salah.


" Kau berani mengancam orang kecil hanya untuk memetingkan ambisi mu..." Komandan itu kini marah kepada pimpinan tim kriminal yang di pimpin oleh Abhi. Pagi tadi sang komandan baru tahu bahwa orang orang kapal itu di ancam oleh orang orang nya, seorang police pimpinan kriminal yang mengancam nya.


" Saya berani berbuat seperti itu karena saya yakin bahwa orang orang itu adalah orang orang nya mereka ndan. Dan jika kita tak segera menangkap nya para mafia itu akan merajalela karena sikap nya yang arogan dan kejam..." Abhi masih menyakinkan komandan nya tentang apa yang dia pikirkan tentang sekelompok mafia yang dia yakini sangat kejam.


" Kau sudah tiga kali ingin menangkap mereka tapi kecurigaan mu selalu salah..." Komandan nya tak tahu apa yang terjadi kepada anak buah nya yang sangat ambisi menangkap mereka semua.


" Komandan saya yakin bahwa mereka melakukan penyuapan untuk membeli informasi apapun kepada mereka."

__ADS_1


Bruk !!


" Abhi kau sudah keterlaluan, sekarang kau malah menuduh kami menerima suap dari para mafia itu, apa yang kau pikirkan sebenarnya he..." Sang komandan sangat kesal dengan apa yang di lontarkan anak buah nya itu.


" Komandan saya akan buktikan bahwa mereka juga menyuap para petinggi kita..." Suaranya begitu tegas.


" Jika tak ada yang penting lagi saya permisi komandan, ada yang harus saya urus, saya permisi..." Abhi segera berdiri, memberikan hormat yang kemudian keluar dari ruangan tersebut.


Sedangkan komandan itu di buat geram karena bawahannya selalu membantah apa yang dia katakan, bahkan sekarang dia dengan berani menuduh para petinggi telah menerima uang suap dari para mafia tersebut.


" aku tak akan memberikan surat perintah jika untuk menangkap para orang orang itu. Abhi tak tahu bahaya apa yang tengah dia incar..." Sang komandan merasa pusing dengan polemik ke police an.


Abhi adalah police yang tak memiliki catatan buruk di beberapa tahun ini, tapi terkadang ambisi nya yang selalu menyusahkan para anak buah nya serta atasan nya.



ini abang mince ya mak 🤗 kalau abang mince mau nangkap kalian gimana mak, kalian mau lari atau malah menyerahkan diri ? 😊😊


Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sam mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.


Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.


Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak 🙏

__ADS_1


Makasih ya mak 🙏🙏💋💋


__ADS_2