
Cahaya mentari kini terlihat mendung, udara angin yang berhembus kencang membuat dedaunan yang gugur juga ikut berterbangan. Matahari seakan pagi ini enggan untuk menampakan senyumannya bahkan hanya untuk sekedar menyapa saja Sang Surya tidak ingin.
Matahari yang mulai memunggungi makhluk di muka bumi merasakan hawa gelap di pagi ini, Matahari seakan memberikan firasat ada sesuatu yang akan terjadi, tapi semua makhluk tak ada yang tahu firasat apa yang di bawah oleh Sang Surya.
Angin yang mendampingi cuaca mendukung seakan membuat semua orang enggan melakukan semua aktifitas, suasana seperti ini adalah cocok untuk sepasang kekasih yang sebentar lagi akan segera menikah.
Udara dingin kini seakan sengaja masuk melalui semua Ventilasi jendela yang ada di kamar setiap kamar. Kedua insan yang sedang saling mendekap penuh dengan rasa hangat kini semakin merapatkan tubuhnya, kedua insan yang harus menunda pernikahan untuk sebuah misi yang telah lama di tunggu oleh semua orang.
Jenni yang dari semalam terlelap tidak menyadari bahwa kekasihnya masih terjaga meskipun dirinya dengan setia masih mendekap tubuh wanitanya yang tertidur pulas. Steve yang masih terjaga dari semalam kini semakin mengeratkan pelukannya ketika tubuh wanitanya merapat mencari hawa hangat.
Sedangkan Steve kini terjaga karena dia harus siap untuk segala sesuatunya, setiap menjalankan misi Steve akan susah untuk memejamkan mata dia lebih baik waspada berjaga jaga di banding dia merasa kehilangan seorang yang dia lindungi.
Steve kini pura pura memejamkan matanya ketika merasakan pergerakan tubuh wanitanya yang mulai menggeliat di dalam dekapannya, dia tahu bahwa pergerakan wanita itu seakan ingin bangun dari tidur pulas nya, dan benar mata cantik itu kini terbuka dengan pelan pelan, matanya mengerjapkan dengan begitu pelan dan yang pertama dia lihat adalah wajah kekasihnya yang memejamkan matanya.
__ADS_1
Hembusan nafas dari Steve yang membuat Jenni menyipitkan matanya, hembusan nafas yang tak beraturan itu membuat Jenni yakin bahwa laki laki itu tidak tidur dari semalam, dan dia yang memejamkan matanya hanya untuk mengelabui dirinya. Jenni yang merasa kesal kini menarik hidung laki laki itu dengan kencang membuat Steve menahan kesakitan.
" Kamu pikir aku tidak tahu bahwa kamu tidur tidur he?" Jenni langsung terbangun dari tidurnya ketika tidak mendapatkan respon dari kekasihnya itu.
Steve akhirnya membuka matanya dengan memasang wajah tampannya, dia hanya tersenyum tipis sebelum akhirnya dia menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, dia merasa malu karena kebohongannya di ketahui oleh kekasihnya.
" Kau tidak tidur bukan dari semalam?" Jenni kini menatap tajam ke arah Steve.
" Sayang kau tahu bukan kita sedang menjalankan misi jadi tentu saja aku tidak bisa tidur pulas, itu sudah menjadi kebiasaan ku dari dulu..." Steve tentu saja membela dirinya dengan mengatakan apa yang selalu menjadi kebiasaan nya yang tidak di ketahui oleh kekasihnya itu.
Jenni menghela nafasnya dengan kasar dia menatap kekasihnya dengan tatapan yang begitu kesal kepada kekasihnya saat ini.
" Steve sampai kapan kau selalu tidak memikirkan kesehatan mu?, apa kau ingin tubuh mu itu rusak karena barang barang itu?, kenapa kau sulit sekali untuk mengerti bahwa aku ingin kau menjaga kesehatan mu..." Jenni kini merasa kesal ketika kekasihnya kembali mengunakan barang tersebut.
Dengan kasar dia menyibakkan selimut nya dia turun dari kasurnya dengan tergesa-gesa. Steve yang merasa bersalah kini mengikuti kekasihnya untuk turun dari ranjangnya dia memeluk tubuh kekasihnya dari belakang. Jenni kini menghempaskan pelukan itu dengan kasar hingga pelukan itu terlepas, kini kedua orang itu saling menatap dengan tatapan yang berbeda.
" Jangan menyentuh ku jika kamu masih mengunakan barang tersebut. Aku tidak ingin kau sentuh sedikit pun..." Jenni kini langsung membalikan badannya.
__ADS_1
" Kenapa kau begitu marah pada ku Jenn?, buka kah kau sudah tahu dari awal bahwa aku memang memakai barang itu jika aku menjalankan misi seperti ini?, dan kau dulu tak pernah melarang ku, kenapa sekarang kau tiba tiba marah hanya karena aku memakai barang itu?" Langkah Jenni langsung terhenti ketika Steve membantah apa yang dia katakan tadi.
Jenni kini kembali berbalik menatap Steve dengan tatapan tajamnya, rasa kecewa yang beberapa hari lalu masih membekas di hatinya di tambah sekarang kekasihnya tak menyadari bahwa dirinya tengah marah dan memperhatikan kesehatannya.
" Aku marah karena aku hanya ingin kau menjaga kesehatan mu itu saja, apa aku salah di sini Steve?, jika kau tak suka aku melarang mu maka aku tidak akan pernah melarang mu bahkan ikut campur dalam urusan mu, itu yang kau mau?, baiklah aku akan diam..." Jenni langsung berbalik dan Steve mencegahnya dengan menarik tangan Jenni hingga mereka kembali bertatapan.
Mata mereka berpandangan, pandangan Jenni yang tajam menunjukan kemarahan sedangkan Steve menatapnya dengan tatapan tanda tanya.
" Sebenarnya ada apa dengan mu?, kita bisa bicara baik baik Sayang, kenapa kau tiba tiba langsung emosi seperti ini..." Steve sungguh tak tahu kenapa dengan wanitanya.
" Aku sudah mengalah untuk menuruti permintaan mu yang menunda pernikahan kita, meskipun Bos Singa mengizinkan kita menikah sekarang dan kau masih tidak ingin menikah karena alasan misi ini, aku sudah cukup mengalah Steve, aku terima keputusan mu meskipun aku kecewa dengan mu. Dan aku hanya minta kau menjauhi barang itu untuk kesehatan mu sendiri tapi kau sepertinya tidak menghiraukan permintaan ku..." Jenni kini mengatakan apa yang beberapa hari ini dia pendam tapi dia tidak ingin mengungkapkan nya.
" Aku minta Sayang, aku sungguh minta maaf. Untuk masalah pernikahan kita aku tahu Bos memang mengizinkan kita menikah tapi tidak mungkin kita bersenang senang di saat Tim ini kesusahan dalam misi ini. Misi ini adalah musi yang kita tunggu bertahun tahun dan aku sendiri yang menjadi saksi Paman Yun menghembuskan nafas terakhirnya karena ulah mereka. Bagaimana aku bisa menikah dan menikmati pernikahan kita di saat misi balas dendam ini berjalan..." Steve menjelaskan alasan apa yang menjadi utamanya dia menunda pernikahan mereka.
" Kalau masalah narkob* aku minta maaf oke, ini yang terakhir kali nya. Setelah ini aku janji aku tidak akan memakai nya lagi..." Sambungnya Steve dengan menyentuh kedua tangan Jenni menggenggamnya dengan erat dan mata yang bersungguh sungguh meminta maaf.
" Kau janji?" Steve mengangguk. " Baiklah aku maafkan..." Mereka saling berpelukan dengan erat menyalurkan kata kata maaf dari pelukan mereka berdua.
__ADS_1
Di sambung nanti sore ya mak 🤭 jam 15.00 tapi gak tahu naik jam berapa ya 😁 Jadi tunggu kelanjutannya 🤗🤗🤗