Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Sesuatu Terjadi 4


__ADS_3

" Bangun, jangan kau kira aku akan berbaik hati membawa mu ke rumah sakit..." Teriakan serta guyuran air buat kedua laki laki yang terikat di kursi itu membuka matanya dan meringis perih pada sekujur tubuhnya ketika air itu sengaja tersiram di tubuh nya.


" Kalian akhirnya bangun juga..." Senyum devil dari Steve kini menyeringai di wajah tampan nya, tapi kedua laki laki yang terikat kini saling bertatapan dengan bingung.


" Siapa kalian?" Tanyanya dengan panik ketika melihat bahwa mereka tengah di kelilingi laki laki tegap serta wajah garang nya.


" Kau menyerang bos kami, tapi kau tak tahu siapa kami. Sungguh kasihan sekali dirimu..." Steve yang duduk di depan nya mereka dengan meja besar yang menghalangi mereka.


" Katakan siapa yang menyuruh kalian untuk menyerang mobil bos kami?" Steve masih berbaik hati karena nada bicara nya masih lembut tak ada nada tinggi di sana.


" Saya tidak tahu, saya hanya di perintahkan untuk menyerang laki laki yang bernama Zac Kozan..." Laki laki itu bicara dan mengatakan apa yang dia lakukan tadi hanya di perintah seseorang.


" Kau cukup berani karena menyerang bos kami, siapa pimpinan mu?" Kedua laki laki itu tak menjawabnya melainkan hanya saling menunduk, mereka tak akan membuka siapa nama bos nya yang menaungi mereka berdua untuk melakukan kejahatan.


" Kalian tak mengatakan siapa yang menyuruh kalian?, kalian juga tak mengatakan siapa nama bos mu?, ternyata kalian lebih memilih mati di sini..." Tangan Steve menerima sebuah tang pemotong yang cukup besar.


" Kalian tahu ini?" Kedua laki laki itu hanya bernafas dengan rasa takut nya ketika tang itu di tunjukan di depan mereka. " Tang ini akan berkerja untuk memotong jari jari kalian, jika kalian tak mengatakan siapa yang menyuruh kalian. Keputusan ada di tangan kalian. Kami akan senang bermain main di sini dengan kalian..." Sambungnya dengan bersungguh sungguh.


" Kami hanya di telfon oleh seseorang laki laki, dia hanya mengatakan untuk menyerang nama laki laki yang bernama Zac Kozan dan memberikan alamat nya serta plat nomer mobil nya, hanya itu tuan. Kami bersumpah hanya itu, kami tak tahu apapun lagi..." Salah satu dari laki laki itu kini mulai ketakutan ketika menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. " Dia hanya menghubungi ku satu kali, dan saat ini kami sudah tak bisa menghubungi nya lagi, aku rasa dia sudah membuang kartu nya itu..." Sambungnya lagi.


" Kami berada di pimpinan Lucas Borve, tapi kami bersumpah bahwa tuan Lucas Borve tak tahu apa yang kami lakukan, bahkan aku rasa orang yang tadi tak menghubungi tuan Lucas..." Satu nya kini menimpali dengan cepat, kini mereka sama sama ketakutan hanya dengan satu ancaman tang di depan nya.


" Bandit kecil seperti kalian rupanya tak mengenal siapa bos kami?, kau pernah mendengar nama Andre pimpinan perampok yang kemarin kabur dari tahanan?" Kedua orang itu saling menatap dan sama sama mengangguk dengan cepat.


" Kau tahu siapa yang melindungi nya hingga saat ini?" Kedua orang itu sama sama menggeleng dengan cepat ketika Steve bertanya lagi.


Steve tentu saja tersenyum sinis, dia sangat yakin kedua bandit sampah ini tak akan tahu, tapi nama yang akan dia sebutkan pasti mereka pernah mendengarnya.

__ADS_1


" Dio Della Morte..." Sebuah nama yang tak asing di dunia gelap, kedua laki laki itu kini pucat pasi ketika Steve menyebut nama itu dengan sempurna.


" Kenapa kalian sekarang takut?, kalian tahu nama itu?" Steve yakin bahwa nama itu mereka mengenalnya, meskipun kedua laki laki itu tak tahu siapa anggota nya, tapi mereka pasti mendengar nama mafia yang memakai nama Dewa Kematian itu.


" Aku harap kami sedang tak sedang menyerang salah satu orang dari kelompok mafia itu..." Ucapnya dengan gugup.


Steve tertawa keras ketika laki laki yang di depan nya itu sudah gugup serta ketakutan seperti tak memiliki darah sekarang.


" Aku mohon jangan bunuh kami, kami hanya di perintah seseorang, dan kami sudah salah menerima tawaran ini. Kami janji kami tak akan muncul di depan kalian lagi, kami akan pergi jauh dari kalian..." Katanya dengan penuh permohonan.


" Ya tuan kami janji, kami tak akan menganggu kalian lagi, kami akan segera pergi, maafkan kami tuan, maafkan kami..." Timpal salah satu nya dengan nada permohonan maaf juga.


Steve hanya tertawa dan berdiri dari duduknya, dia senang ketika mendengar nada permohonan yang begitu dramatis itu.


" Maaf kalian bilang?, setelah kau mencelakai nona kami, kalian bilang maaf?" Steve memainkan mata nya dengan salah satu orang nya, dengan sigap orang itu mengambil tang yang ada di pegang dari tadi lalu dengan cepat menarik tangan kedua orang itu, mencabut satu kuku mereka hingga terlepas dari jari nya. Teriakan yang kencang dan rasa sakit itu pasti kini sudah menjalar di seluruh tubuh mereka.


" Apa kau bodoh mencabut kuku kami ha..." Salah satu dari mereka kini marah kepada orang yang berdiri di sebelahnya.


" Jangan di perpanjang, dari pada kita di hukum lagi, diam lah..." Teman nya kini menormalkan jantungnya yang masih menahan rasa sakit pada jemarinya itu.


" Seperti nya mereka hanya sampah yang tak berguna bagi kita..." Steve menghela nafas nya dengan kasar. " vita per vita e il dio della morte sarΓ  felice di toglierti la vita..." Sambung nya.


( Nyawa di balas nyawa dan dewa kematian akan senang mengambil nyawa kalian )


" Aku mohon jangan lakukan itu, ampuni kami. Kami akan memberi tahu kalian jika orang itu menghubungi kami, ku mohon..." Nada nya penuh dengan permohonan dan nada penyesalan yang begitu dalam.


" Kalian tak akan ada guna nya membunuh kami, dia tak akan menghubungi kami lagi jika tahu kami meninggal..." Timpal teman nya lagi.

__ADS_1


" Kau pikir kami bodoh..." Seisi ruangan itu yang di penuh para laki laki tegap kini tertawa keras hingga ruangan itu terdengar begitu nyaring karena tawa nya yang mengerikan. Kedua laki laki itu merinding bukan main karena tawa mereka menakutkan di telinga mereka.


" Aku mohon, kalian bisa menghubungi tuan Lucas dan aku yakin tuan Lucas akan bernegosiasi dengan kalian..." Laki laki itu nampaknya masih sangat berharap bahwa ada dewa yang menolong nyawa mereka.


" Apa kalian pikir bos mu itu akan mau bernegosiasi ketika mendengar bahwa bandit nya ini menyerang bos dari Dio Della Morte?" Matanya menyipit menatap bandit itu.


" Seperti nya Andre harus tahu ini, agar markas mu hancur di tangan Andre..." Sambungnya dan membuat kedua orang itu geleng geleng tak mau.


" Sudahlah, lakukan selanjutnya..." Semua orang yang di sana mengangguk mengerti apa yang di maksud kaki tangan bos nya itu. Steve dengan cepat pergi dari ruangan itu dan segera menghubungi Andre mengatakan apa yang terjadi.


Kini mereka berdua menyesal telah menyerang orang yang dia tahu siapa itu Zac Kozan itu. Kini siapa yang berada di ruang eksekusi itu tak akan bisa keluar hidup hidup, selain nyawa nya yang akan melayang dari tubuh mereka.


Bersambung ya mak 🀭


Bantu promosi dong 😁 Ayo dong komentar mak 🀭🀭 bantu mince lagi dong buat naikin lembaran ini 😭 turun lagi lo punya mince 😭😭😭


Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak πŸ˜‚ kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.


Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.


Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote sudah masuk hari ini ya mak dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak πŸ™


Yang suka like ayo dong ramaikan kolom komentar nya jangan kasih jempol aja, jempol juga di kasih komentar juga dong biar rame 😁 kalian komentar apapun boleh loe mak 😁 tak ada yang ngelarang ataupun marah.


Kasih tahu satu kampung suruh mampir di lembaran ini πŸ™πŸ™


Makasih ya mak πŸ™πŸ™πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2