Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Tamu 2


__ADS_3

" Ah.. ah.. Hiks.. hiks..." Dia ingin memberontak ketika sengatan itu menjalar ke seluruh tubuh nya, bahkan seluruh tubuh nya kini panas dan luka lebam telah bertaburan kemana mana.


" Ah.. ah.. ah..." Teriakan nya ketika sengatan itu berjalan dengan sangat cepat menggapai tubuhnya, sedangkan orang itu malah tertawa senang melihat wanita yang di depan nya hanya bisa merintih kesakitan dan tak bisa berbuat apa apa.


Tak butuh lama Chelsea pingsan seketika jarena tak kuat menahan rasa sakit pada seluruh tubuhnya, orang orang tadi menyiramkan air panas lagi ke tubuh Chelsea hingga membuat dirinya tersentak bangun karena terkejut. Sengatan itu kini menjalar tadi ke seluruh tubuhnya, hingga membuat nya pingsan lagi, lagi lagi mereka menyiramkan air nya dan sengatan itu kembali menjalar lagi. Hingga seterusnya seperti itu.


" Kau sangat menikmati nya?" Tanyanya dengan menatap orang itu yang wajah nya penuh dengan kesenangan.


" Tentu ini sangat menyenangkan..." Jawabnya dengan terduduk di sana dengan menyaksikan Chelsea yang pingsan tak memiliki tenaga.


" Apa yang di bawah laki laki itu?" Orang itu menunjuk orang yang mendekat ke arah Johan dengan menunjukan apa yang dia bawah, Johan hanya mengangguk dengan apa yang dia bawah.


" Itu suntikan mematikan, serta air keras, aku ingin wajah serta tubuhnya tak ada yang mengenali ketika dia mati membusuk di sini..." Johan melirik orang yang di sebelahnya.


" Ternyata otak mu tetap kejam dari dulu, tapi aku tak setuju dia membusuk di sini, setidaknya biarkan ada orang yang berdoa agar tenang dan jiwanya mati dengan damai..." Katanya dengan memejamkan matanya, seakan berdoa untuk wanita yang di depan nya sedang pingsan.


" Sejak kapan kau menjadi religius seperti itu..." Tatapan memicingkan mata itu seakan menghinanya. " Tapi terserah kau saja, kita tak akan mengurusnya bersama, akan ada orang yang curiga kepada kita nanti..." Sambung nya dengan membuang asap rokok nya.

__ADS_1


" Kau selalu memikirkan hal hal kecil ayah..." Orang itu juga membuang asap rokok nya ketika mengatakan hal tersebut. " Kau tahu seakan jiwa muda ku muncul ketika melihat adegan ini, aku sangat merindukan hal hal seperti ini..." Sambungnya, dia bahkan sangat lama tak melakukan kejahatan seperti ini, bertemu dengan teman nya membuat diri nya kembali merasakan hal yang menyenangkan seperti ini.


" Sudah ku bulang jangan panggil aku ayah..." Desis nya dengan kesal karena dia tak selalu memanggil Johan dengan sebutan Ayah dan Ayah, Johan merasa jijik mendengar sebutan itu.


Orang itu tak memperdulikan apa yang dia katakan Johan, dia melain kan bangun dari duduknya, menghampiri Chelsea yang masih pingsan di sana. " Aku akan membangunkan nya, untuk mengucapkan selamat tinggal untuk nya..." Orang itu mendekati Chelsea dengan tetap membawa batang rokok di tangan nya.


Orang itu meletakan rokok nya di kulit Chelsea, menekan nya dengan keras hingga membuat Chelsea terbangun dengan segera karena merasakan panas di kulit nya kali ini. Orang itu membuang asap rokok nya tepat di wajah Chelsea hingga membuat Chelsea melotot ke arah nya.


" Kau terlalu lama pingsan nona..." Ujar nya dengan tetap menyesap rokok nya. " Kau pikir aku datang ke sini jauh jauh hanya untuk melihat mu pingsan, jangan konyol, aku di sini mencari hiburan dengan menyiksa mu..." Katanya dengan penuh penekanan.


" Katakan yang jelas, agar aku tahu apa yang kau katakan?" Ejek nya dengan menatap wanita itu.


" Ah.. hiks..." Tangis nya pecah.


" Jangan memandang ku seperti itu, aku bis mencongkel mata mu itu..." Senyum tipis di bibir nya membuat tubuh Chelsea seakan takut.


" Sekarang sebaiknya kau cepat berdoa agar kau di beri ketenangan jiwa..." Orang itu bicara seakan dirinya pendeta yang berdoa untuk orang mati, padahal dirinya yang akan mengambil nyawa nya.

__ADS_1


" Ah..." Teriakan tertahan ketika suntikan itu dengan kasar menyasar leher nya dengan keras


" Berikan itu kepada ku, aku ingin menyiramnya..." Sorak nya dengan senang, seperti anak yang kesenangan mendapatkan mainan.


" Itu bukan mainan..." Johan memperingatkan nya.


" Aku tahu..." Jawabnya sedangkan Chelsea dada nya sudah mulai sesak dan jantungnya sudah melemah.


Byur !!!


" Auw..." Teriakan tertahan ketika air keras itu membasahi seluruh tubuh nya, badan nya melepuh seketika, asap seakan keluar dari tubuhnya serta kulit nya secara spontan melepuh dengan cepat.


🌼🌼🌼


Sudah up banyak ini mak 🀭 ramaikan like dan komentar ya mak 🀭 vote dan hadiah juga boleh mak 😁😁


Makasih sayang 😁😁

__ADS_1


__ADS_2