Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Menyusun Rencana 5


__ADS_3

Warning 21+ ya 😘 awas basah ðŸĪŠ Pasti di kira Andre dan Maria ya kan ðŸĪ­ sabar dulu oke 😁 kita lihat bucinnya Andre dulu 😁


Happy Reading ðŸĨ°ðŸĨ°


Gelombang kenikmatan itu kini menerpa tubuh wanita itu. Tubuhnya kini menggeliat ketika pelepasan itu semakin terasa nikmat di bawah sana. Steve kini membiarkan calon istrinya menikmati pelepasan pertamanya. Nafasnya memburu begitu cepat. Jantungnya seakan ingin lompat ketika jantung nya memompa begitu cepat.


Steve kini menghentakkan pinggulnya lagi ketika denyuta* itu semakin terasa oleh miliknya. Steve kini memompa pinggulnya lagi dengan cepat membuat wanita itu kini kembali mengeluarkan desaha* yang begitu membangkitkan jiwa Steve.


" Ugh...ah.. Steve.. ah...." Desaha* demi desaha* kini lagi lagi terdengar di kamar mandi yang penuh dengan suara mereka.


Steve kini pelan menurunkan tubuh calon istrinya, kini memasuki tubuh wanita itu dengan cara lewat belakang, mereka tak saling menatap tapi mereka sama sama membayangkan wajah mereka yang di penuhi dengan api gaira* tersebut.


" Ugh...ah..sayang.. ah..hmm..." Geraman dari Steve kini dengan sedikit menjambak rambut dari Jenni, sedangkan tangan Jenni mencapai kedua benda yang menggelantung di bawahnya, dia sedikit merema* benda itu, kedua benda yang begitu nikmat jika di kulum.


Hentakan demi hentakan kini terhindari lagi, adegan panas itu kini membuat kedua insan itu benar benar mabuk di buat oleh gairah cinta mereka. Kini seakan mereka saling ingin mencapai apa yang mereka inginkan, saling ingin menikmati setiap sentuhan yang mereka berikan. Jenni kini juga mulai mengimbangi pergerakan yang diberikan oleh Steve, tangan Steve yang berada di pinggang itu kini juga mengatur ritme pergerakan dari pinggang wanita itu.


" Ah.. sayang aku tiba.. Ugh..." Tekanan yang begitu dalam seperti mengenai rahim wanita itu membuat tubuh wanita itu menggeliat.


Jenni kini melepaskan penyatuan itu, dengan segera berjongkok dan memasukan benda tumpul itu ke dalam mulutnya, mengulumnya dengan segera, mengulumnya dengan nikmat. Denyuta* itu kini tumpah di dalam mulut Jenni, hisapa* yang di berikan mulut Jenni membuat Steve semakin memejamkan matanya menikmati pelepasan yang begitu nikmat. Caira* itu kini masuk ke dalam mulut Jenni, dia juga menikmatinya karena yang bawah sana juga mengeluarkan caira* hangat yang telah merembes keluar dari organ intimnya. Denyutan yang hebat tadi kini semakin mengecil ketika caira* itu sudah hampir menyelesaikan pelepasan di dalam mulut wanitanya.

__ADS_1


Kini mereka mengatur nafasnya yang dari tadi memburu, nafas mereka begitu berdetak cepat tak karuan. Aliran darah kini seakan mengalir normal tak seperti tadi yang mengalir cepat dari ujung kepala. Hawa dingin itu kini memenuhi tubuh mereka, sedari tadi mereka yang melakukan adegan panas itu tak merasakan hawa dingin sama sekali.


Sedangkan di ruang tengah kini Maria bersama Andre hanya duduk di sana menunggu kedatangan bosnya yang semalam sudah mengatakan apa yang akan mereka berdua lakukan. Sedangkan Suhu cantik itu kini menatap datar kearah kedua orang yang sedang duduk di depannya. Suhu masih ingat betul bawah semalam dia mengobrol dengan kakaknya dan dia masih merasa kesal dengan jawaban kakaknya.


Andre tahu bawah adik nya tengah marah kepada dirinya, maka dari itu Andre tak berani menatap wajah adiknya itu.


Flashback On


" Kau benar memiliki hubungan dengan gadis kecil itu?" Monica yang tadi melihat adegan sang kakak bersama gadis lugu itu langsung bertanya kepada sang kakak ketika mereka sudah berada di taman belakang markas itu.


" Tidak, kau harus percaya pada ku jika aku tak mungkin memiliki hubungan dengan gadis polos seperti itu. Aku tak ingin mengajari wanita yang ingin aku dekati."


" Monica sayang, aku tak akan memiliki hubungan dengan gadis polos seperti itu, aku tak ingin mengajari dia untuk memuaskan aku di atas ranjang..." Jawabnya dengan santai.


Bug!! pukulan keras yang di layangkan oleh Suhu itu membuat Andre meringis kesakitan ketika lengan itu di jadikan sasaran pukulan oleh adiknya.


" Yang kau pikirkan hanya itu saja kak?, sampai kapan kau akan melajang seperti ini, ganti semua pasangan yang tak berguna itu. Apa kau tak ingin memperkenalkan wanita baik baik menjadi istri mu he?" Monica kini melipatkan tangan di dada menatap sang kakak dengan tatapan tajamnya.


" Astaga Monica aku tak ingin memiliki komitmen dengan siapa pun, apalagi dengan gadis kecil seperti dia. Aku tak ingin di repotkan oleh rengekan gadis kecil yang tak berguna ini."

__ADS_1


" Kau pikir bit*ch mu itu tak merengek kepada mu?, kau pikir wanita dengan gaya seperti itu yang ingin kau nikahi?, ayolah Ndre,kau sudah tua umurmu tak lagi muda. Apa kau tak ingin menikah dengan seorang yang baik hati, yang masih polos seperti Maria. Meskipun kau kurang ajar setidaknya dapatkan wanita yang baik untuk anak anak mu nanti."


" Astaga Monica kau ini kenapa?, apa kau sehat?, kau kerasukan apa?, kenapa tiba tiba ingin menyuruh ku menikah dengan Maria. Dia itu pantasnya menjadi adik ku bukan kekasihku."


Andre yang ingin melangkah pergi harus di cegah oleh adiknya dengan menyeret paksa lengan kakaknya.


" Dia polos dan masih gadis, hidupnya dengan penuh derita,dia tak mendapatkan sosok ayah maupun sosok kakak yang mencintainya dan memberikan kasih sayang yang utuh. Aku merasakan di mana Maria merasakannya, aku pernah ada di titik di mana Maria sekarang rasakan. Jika sekali saja kau melakukan hal yang tidak tidak atau kau hanya memanfaatkan ketulusan nya, maka aku sendiri yang akan menghajar mu."


" Monica sayang please jangan berlebihan, aku hanya menciumnya dan kedua malah berkata seakan aku ingin melakukan hubungan badan dengannya."


" Jika kau ingin berbuat yang tidak tidak tentukan pilihanmu, kau di sana bertanggung jawab dan Jangan jadi pengecut yang akan lari dari ini semua. Tapi jika kau tak ingin bertanggung jawab maka jangan lakukan hal yang akan merugikan dia, karena pada dasarnya wanitalah yang di rugikan..." Andre terdiam dia mencerna setiap kata kata dari adiknya itu, sang adik yang tak pernah memberikan nasehat kini seakan memberikan kata kata yang menyentuh hatinya.


" Kau harus ingat kakak kau laki laki normal dan dia hanya gadis polos yang mungkin kau akan bodohi. Jadi aku minta jangan lakukan apapun kepada gadis polos itu, jika kau ingin macam macam maka kau tahu apa yang harus kau tentukan. Jangan hanya masalah **** yang kau pikirkan tapi pikiran umurmu yang sudah harus berkeluarga..." Monica kini langsung meninggalkan sang kakak yang termenung mendengarkan semua nasehat serta ancaman yang tidak secara langsung itu.


Sejak perkataan sang adik membuat laki laki laki bertato itu tak bisa memejamkan matanya.



Flashback Of

__ADS_1


__ADS_2