Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Akhir Dari Balas Dendam Ini 4


__ADS_3

" Maaf..." Satu kata yang di ucapkan oleh Albert ketika dia mundur dengan seketika. Dia tak bisa mengontrol segalanya, dia tak bisa menahan rasa rindu yang seakan menggebu saat ini.


Kedua orang itu kini saling berpandangan satu sama lain, seakan mata itu berbicara atas rindu yang begitu dalam. Rasa cinta yang masih ada di dalam hati mereka saat ini. Mata yang masih terpancar jelas semuanya.


Violet kini bukannya malah menunduk atau mengutuk kebodohannya kini dia malah sedikit bangkit malah duduk di atas pangkuan Alber dengan saling bertatapan.


Violet kini menggapai bibir Albert dengan segera, mencium nya dengan lembut dengan di balas oleh Albert yang tak kalah lembut. Tangan Albert kini meng*lus pa*a Violet dengan lembut.


Violet kini memeluk leher Albert menciumnya dengan lembut, mereka saling membalas ciuman yang begitu lembut, saling mengikis jarak di antara mereka, saling menyesa* bibir itu secara bergantian. Mereka kini terbuai oleh perasaan yang begitu rindu dan rasa rindu yang masih tersimpan di hati mereka berdua.


Mereka kini masih tetap saling berciuman saling bergantian membalas ciuman tersebut. Violet kini melupakan siapa dirinya, melupakan status dia yang menjadi istri dari seorang yang mungkin saat ini sedang menunggu kepulangannya di rumah mereka.


Albert kini menurunkan ciumannya dari dagu hingga ke lehernya. Albert tak hanya mencumbu pelan tapi sedikit meninggalkan bekas kemerahan di leher wanita itu. menggigi* nya dengan pelan, menyesa* nya dengan penuh nikmat.


" Ugh..." Lenguhan Violet kini lolos begitu saja ketika dirinya merasakan permainan lida* itu.


Cumbuan itu kini masih terus berlanjut di tambah suatu dar Albert kini bangkit dan Violet dapat merasakan benda yang dulu pernah dia rasakan dan pernah di nikmati.


Violet kini sedikit menegangkan kepalanya ketika sebuah cumbuan berulang kali menggapai leher itu. Tangan Albert kini membuka satu persatu kancing baju Violet dengan pelan.


" Al kita di pinggir jalan..." Suaranya tertahan tangan Violet kini menghentikan tangan itu ketika tangan itu ingin membuka seluruh kancing kemeja tersebut.


Albert kini sadar bahwa mereka memang masih berada di sebuah pinggir jalan. Mereka masih saling berpandangan dengan mata yang terpancar api gaira* yang tak bisa di tahan. Albert kini melajukan mobil itu kembali dengan tetap posisi mereka yang tetap seperti itu.

__ADS_1


Violet kini malah mencium leher dari Albert yang fokus di jalan, Violet menyesa* leher itu, menggigi* nya dengan pelan. Violet kini merasakan sesuatu bangkit dengan sempurna. Violet kini mengerahkan pinggulnya hingga membuat Albert menggeliat tak karuan di sana.


" Fu*ck..." Umpat Albert ketika dia tak bisa bertahan oleh sesuatu yang begitu menggoda dirinya. " Hentikan Violet kau menyiksa ku seperti ini, astaga.. Argh..." Albert kini melajukan mobilnya dengan cepat agar mereka tiba di sebuah hotel yang tak jauh dari sana.


Violet bukannya menghentikan aksinya tapi malah semakin menggodanya dengan kecupan kecupan singkat yang memang menggoda Albert.


" Al aku menginginkan dirimu..." Bisiknya dengan tetap mengigit pelan telinganya.


" Sebentar lagi sayang..." Jawabnya dengan tertahan hasrat.


" Al lebih cepat lagi..." Erangnya ketika Violet juga tak bisa menahan sesuatu yang menjalar panas ke tubuhnya.



Mereka kini tiba di sebuah parkiran hotel yang akan mereka masuki. Albert menatap wajah wanita itu dengan tatapan seriusnya.


" Aku tau kau adalah Albert, Mantan kekasih ku. Aku ingin mengulanginya dengan mu Al, aku merindukan mu sangat merindukan mu. Rindu ini sungguh menyiksa ku Al..." Katanya dengan serius tak ada kebohongan di setiap kata katanya tak ada yang bisa menolak ketika sebuah cinta itu masih ada di hati mereka.


" Kau tak bisa mundur setelah ini Vio, ku pastikan kamu adalah milik ku dan aku akan ambil paksa kau dari suami mu-" Violet tak bisa menahannya lagi dia kini kembali menyerang bibir Albert dengan rakus seakan mereka benar benar haus akan ciuman liar tersebut.



Kini mereka melanjutkan gaira* itu ketika pintu nya tertutup. Mereka kini dengan segera menyalurkan hasra* terpendam mereka yang begitu menggebu-gebu sedari tadi. Violet kini dengan cepat membantu Albert melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya, dengan cepat pula Albert melepaskan kain yang juga menempel di tubuh mereka.

__ADS_1


Kini mereka sama telanja*g tak ada satu kain pun yang menempel di tubuh mereka, kini mereka dengan cepat berjalan menuju ke arah ranjang, Violet kini yang terduduk di pinggir ranjang menggenggam milik Albert yang berada di atas nya.


" Ah.. Vio.. awas terkena gigi mu sayang..." Erangnya ketika miliknya kini masuk ke dalam mulutnya, Violet memainkan benda itu seakan permen yang sedang dia nikmati.


" Hmm.. ugh.. ah.. Dam*n..." Umpatnya tertahan ketika mulut itu memberikan sensasi yang tak seperti dulu. Kini Violet lebih liar dari dulu.


Albert kini mendorong tubuh Violet hingga dia yang terlentang, Albert kini berjongkok bermain main di bawah sana, Violet menggelia* merasakan rasa geli yang menjalar di seluruh tubuhnya.


" Ugh. Tetap seperti itu Al... ugh..." Erangannya Violet ketika permainan lida* itu memporak-porandakan miliknya di bawah sana. " Al aku ingin dirimu, masuki aku!, ugh.. Albert..." Erangnya dengan tetap meremas rambut laki laki itu yang berada di sana.


Albert kini langsung berdiri mengangkat kedua kaki itu hingga dia letakan di bahunya, memasukan benda yang siap bersarang di lama dia inginkan. Violet menggeliat terasa penuh di bawah sana ketika sebuah benda asing menerpa tubuh bawahnya.


" Jangan pelan seperti itu Al, kau akan menyiksa ku."


" Kau suka yang cepat sayang?, seperti ini..." Albert kini memompa pinggulnya dengan cepat, bergerak dengan sangat liar membuat wanita itu terguncang hebat di bawahnya.


" Ugh.. yes seperti itu.. tetap seperti itu Al.. ugh...." Erangnya lagi ketika pinggul itu bergerak liar tak karuan. Gerakan itu kini tak berirama ketika kecepatan yang selalu diingkan oleh wanita itu.


Violet kini dengan cepat mengubah posisinya memunggungi tubuh laki laki itu, dengan cepat Albert memasukannya lewat belakang. Hentakan itu kini tak beraturan kembali ketika godaan dari tangan Violet menggoda di bagian bawah.


" Ugh.. Al..." Pergerakan itu kini membuat Violet juga ikut bergerak dengan ritme yang di atur oleh tangan Albert. Kini mereka sama sama bergerak cepat saling mengimbangi pergerakan mereka yang begitu nikmat.


" Al aku tiba."

__ADS_1


" Aku juga tiba sayang.. Ugh...." Desaha* panjang itu kini membuat mereka saling menekan satu sama lain, suatu gelombang kenikmatan yang kini telah mereka capai dengan keringat menjadi satu.


Bersambung aja dulu sampai bertemu besok 🤭🤭🤭


__ADS_2