Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kekacauan 2


__ADS_3

" Zac keluar.. Valarie keluar, jangan bersembunyi, ayo keluar Val..." Abhi yang tiba tiba masuk ke dalam rumah itu kini berteriak teriak membuat heboh seisi rumah.


" Apa yang anda lakukan, di sini bukan hutan ada tak perlu berteriak teriak..." Seseorang penjaga menghampiri laki laki yang mengamuk di sana.


" Katakan pada bos mu aku ingin bertemu, katakan aku Abhi kakak dari wanita yang dia sembunyikan..." Abhi mencengkram baju laki laki yang menghalangi nya.


" Tuan anda sedang sibuk tidak bisa di ganggu .." Katanya dengan tajam.


" Jika kau tak mengatakan pada bos mu, aku sendiri yang akan menyeret bos mu itu..." Abhi melepaskan cengkraman pada baju laki laki itu dan mendorongnya dengan kencang.


" Siapa yang akan kau seret he?" Suara sinis dari laki laki lain membuat Abhi menatapnya dengan mata yang nyalang.


" Di mana bos mu?, katakan aku ingin bertemu..." Abhi benar benar tak bisa menahan amarahnya dia benar benar mengamuk di rumah itu.


" Tuan saya tidak bisa di ganggu..." Steve kini berdiri di depan Abhi dengan tatapan yang sama tajam nya, Steve yang sudah benar benar ingin menghajar laki laki ini dari kemarin tak bisa menahan tangan yang sudah gatal kali ini.


Bug!! pukulan yang di layangkan Steve mengenai perut nya membuat dirinya mundur seketika, adu jotos antara Steve dan Abhi tak bisa terhindari di halaman rumah itu. Abhi tentu saja meladeni laki laki yang tiba tiba memukulnya. Adu jotos di antara mereka tak dapat di hindari lagi, mereka saling menyerang saling membalas pukulan dengan sama sama dendam yang membara.


Bug!! Bug!! baku hantam itu kini seakan terdengar begitu saja di telinga Zac yang dari tadi mengerjakan sesuatu di ruangan nya. Zac melihat keluar jendela, dengan sedikit terkejut bahwa pelaku nya adalah asisten nya dan calon kakak iparnya.


" Abhi hentikan..." Aiden yang baru datang kini tiba tiba memisah teman nya dengan menahan tubuh nya yang tak maju lagi untuk menyerang. Aiden memisahkan nya karena sudah melihat teman nya yang mundur dengan memegang perutnya.


" Lepaskan aku, aku akan menghajar laki laki itu..." Katanya dengan amarah yang sudah tak bisa di bendung lagi.


" Abhi redamkan emosi mu, jika kau seperti ini Val tak akan mau pulang bersama mu, dia akan takut pada kakak nya..." Perkataannya membuat Abhi terdiam, apa yang di katakan temannya itu betul jika dia seperti ini sama saja akan sia sia membawa adik nya pulang.

__ADS_1



" Selamat datang calon kakak ipar..." Zac yang keluar kini menyambut tamu nya dengan senyuman yang benar benar tak ada yang tahu arti dari senyuman itu.


" Ch!! aku tak sudi kau panggil calon kakak ipar..." Abhi meludahkan darahnya yang keluar dari ujung bibirnya karena pukulan Steve tadi.


" Tapi aku dan Val akan segera menikah, itu adalah keputusan kami..." Katanya dengan tegas.


" Dengar Zac, aku tak akan merestui hubungan kalian apapun yang terjadi, aku tak akan melepaskan adik ku kepada laki laki brengse* seperti mu..." Katanya dengan sinis.


Zac tertawa mendengar apa yang di katakan laki laki calon kakak ipar nya itu. Zac yang memang memiliki pribadi yang tenang menghadapi laki laki itu dengan sangat tenang berbeda dengan laki laki yang di tahan oleh Aiden.


" Sudah ku katakan jelas bahwa akan ku anggap kau mati jika kau tak menjadi wali adik mu."


Bug!! Abhi menendang perut Zac hingga dirinya mundur, Aiden yang tak bisa lagi menahan tubuh teman nya yang sudah di pengaruhi emosi yang memuncak akhirnya kewalahan dan terlepas begitu saja.


" Lawan aku dasar bajinga*..." Teriaknya dengan amarah yang tak tertahan.


Zac akhir ya membalas apa yang di layangkan Abhi, kini baku hantam dari mereka tak dapat di hindari. Aiden dan Steve kini malah juga saling memukul, saling bertengkar antara kedua lawan itu.



Pertengkaran mereka berempat tak dapat di hindari mereka saling membalas dan saling menyerang. Bug! Bug! Bug! pukulan demi pukulan kini tak dapat di hindari, Pukulan Abhi tadi mengenai wajah Zac yang membuat nya langsung sedikit mengeluarkan darah, Zac tentu tak tinggal diam, tangan nya yang juga mengenai wajah Abhi tepat di hidung nya juga membuat hidung itu berdarah dengan sempurna. Aiden yang jatuh ke tanah ketika kaki Steve mengenai perut nya dengan keras.


" Kakak hentikan..." Teriakan dari wanita itu membuat semua orang yang sedang bertengkar berhenti seketika. " Apa yang kakak lakukan di sini..." Katanya dengan menghampiri mereka semua.

__ADS_1


Matanya menatap keempat laki laki itu, dia tak percaya mereka berempat masih bisa saling bertengkar setelah kejadian semalam.


" Kita pulang..." Abhi yang menarik tangan adik nya kini di melepaskan dengan kasar. Abhi menatap adik nya dengan tatapan tanda tanya.


" Aku tak akan pulang kak, ini juga rumah ku."


" Val kau percaya dengan laki laki ini, dia laki laki bajinga*..." Teriaknya kepada sang adik.


" Kakak dia kekasih ku, calon adik ipar kakak, jadi ku mohon jaga bicara kakak..." Bela nya dengan sama sama berteriak.


" Sampai kapan pun aku tak akan merestui hubungan kalian..." Katanya dengan tegas dan bersungguh sungguh.


" Aku akan tetap menikah dengan Zac kak, aku sudah besar aku sudah bisa menentukan pilihan ku sendiri."


" Val ayo pulang, kita harus pulang dari sini..." Lagi lagi saling tarik menarik terjadi di sana, Abhi yang mengajak adik nya pulang tapi sang adik tak ingin pulang kerumahnya.


" Lepaskan Valarie..." Abhi kini menarik tangan kekasihnya hingga cekalan tangan kakak nya itu terlepas.


" Kau tak usah kasar pada adik mu, jika kau bersikap kasar lagi, hari ini aku akan mengambil adik mu dan menikah nya sekarang, setuju atau tidak..." Ucapnya dengan sungguh sungguh.


" Valarie ayo pulang..." Katanya dengan sinis dan matanya menatap laki laki gondrong itu dengan tajam.


" Tidak, aku ingin di sini..." Tolaknya dengan tegas.


" Abhi jangan paksa adik mu, biarkan suasana ini dingin. Adik mu perlu berfikir, siapa tahu adik mu yang menemukan bukti itu sendiri di dalam rumah ini..." Bisik Aiden.

__ADS_1


Abhi tak mengatakan apapun dia hanya terdiam. " Hari ini mungkin aku tak berhasil membawa adik ku pulang, tapi lain kali ku pastikan aku akan berhasil membawa nya keluar dari sini..." Abhi dan Aiden langsung meninggalkan rumah itu. Meskipun mereka semua baba belur tapi Abhi masih saja amarahnya menguasai pikirannya.


__ADS_2