Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Keputusan 2


__ADS_3

Tangan Zac kini menelusuri tubuh polos istrinya, dengan bibirnya kembali meluma* bibir ranum istrinya, jemari Zac kini memainkan putin* yang seakan menantang di sana. Valarie tak sanggup jika tak mendesa* kali ini. Tangan Val juga menelusuri tubuh suaminya yang juga sudah polos tak memakai kain sama sekali. Tangan Val kini menggenggam benda yang sudah tegak sedari tadi.


Tangan nya kini bermain main di sana, mengelusnya dengan lembut membuat Zac kini kembali memejamkan matanya ketika lida* itu bermain main di benda kenyal milik istrinya.


" Hubby...." Erangnya dengan lirik pelan ketika sentuhan lain membuatnya mengerang. Tangan Zac kini semakin turun ke bawah dan sedikit mengelus perut istrinya yang ada buah cinta mereka, tangan itu kini mengelusnya dengan lembut serta penuh kasih sayang.


Zac semakin memanjakan tubuh istrinya tidak terburu buru melakukannya membuat sang istri semakin menginginkan tubuh suaminya.


" Hubby... ugh.. aku ingin dirimu...." Liriknya dengan penuh permohonan. Tubuh Val sungguh menginginkannya ketika sang suami hanya ingin bermain main tanpa mau memasukan apa yang dia sentuh tadi.


" Kenapa harus terburu buru sayang..." Jawabnya dengan menggoda inti istrinya mengunakan jemarinya. Tubuh Val menengang ketika jemari itu kini yang masuk ke dalam sana dengan lembut.


" Ugh..." Val melenguh ketika jemari itu menerobos masuk ke dalam inti tubuhnya. " Agh.. hubby.. kau membuat ku tersiksa jika seperti ini..." Protesnya ketika jemari itu memberikan sensasi yang berbeda kepada tubuhnya. Jemari itu kini bermain main di sana memporak-porandakan bagian tubuh bawahnya.


Zac kini melepaskan nya jemari itu menjila* jemarinya sendiri, aroma yang begitu memabukan itu akhirnya bisa dia cium kembali setelah sekian lama dia tak menciumnya. Lida* itu kini bermain main di seluruh tubuh istrinya, menjilat* semua seluruh tubuh istrinya, memberikan gigitan kecil kepada seluruh tubuh istrinya, membuat wanita itu mengeliat merasakan kesakitan tapi juga kenikmatan yang tiada hentinya melanda tubuhnya.


Zac kini semakin ke bawah, menuruni tubuh istrinya dan lida* itu kembali bermain main di atas intinya. Bulu bulu halus itu sepertinya menambah api gaira* dari laki laki gondrong itu. Kini lida* itu menyentuh inti istrinya membuat Val menahan nafasnya karena tersentak terkejut ketika lida* itu menyapu dengan pelan.

__ADS_1


" Ugh.. sayang..." Geramnya ketika lidah darinya menyentuh inti istrinya. Zac pelan menggapai klitori* itu, mengulumnya dengan pelan dan lembut memberikan kenikmatan yang begitu nikmat untuk mereka berdua.


" Ugh.. arghh.. Hubby, mmppp..." Desaha* itu tak bisa di tahan lagi oleh Valarie ketika ******* itu semakin cepat di berikan oleh mulut suaminya. Val kini juga mulai mengimbangi pergerakan itu, Val menggoyangkan panta* nya maju mundur ketika ******* serta lida* itu semakin cepat bermain main di sana.


" Argh.. Hubby aku tiba..." Tubuh Val menengang, tubuhnya menekuk ketika pelepasan pertama yang di keluarkan oleh Val begitu nikmat dia rasakan. Lida* itu masih tak ingin pergi dari bawah sana, lida* itu masih menyapu bersih caira* putih yang keluar dari inti istrinya.


Val memejamkan matanya menikmati pelepasan pertama itu, dia masih mengatur nafasnya yang begitu memburu, jepitan itu kini melonggar ketika pelepasan itu selesai dia rasakan. Val kini masih mengatur nafasnya yang memburu, Zac kini merangkak ke tubuh istrinya, menatap wajah istrinya yang masih bersemu merah dan matanya masih terpejam menikmati sensasi pelepasan itu.


Zac kini menggapai tubuh Val dengan lembut, menahan tubuhnya di atas, memukul pelan inti itu mengunakan Julio yang sudah mengeras dari tadi, men*esekkan pelan Julio itu, Val kini kembali menggeliat ketika merasakan sesuatu menggoda nya di bawah sana.


Zac kini memompa pinggulnya dengan pelan membuat Val kini hanya memejamkan matanya menikmati setiap pergerakan suaminya yang begitu pelan. Kini mereka kembali dengan saling meluma* dan saling menyesa* satu sama lian. Desaha* dan gerama* seakan menjadi pengap karena suara mereka.


" Hubby kenapa kau begitu lambat..." Protesnya untuk kesekian kalinya. " Lebih cepat sayang..." Erangnya lagi.


" Tidak di perbolehkan sayang, bersabarlah..." Zac tentu saja menolak keinginan istrinya yang meminta untuk menghentakkan pinggulnya lebih cepat. Zac tetap memompa pinggulnya dengan lembut serta pelan.


" Argh.. lebih cepat Hubby, ku mohon..." Erangnya dengan penuh permohonan, tangannya kini merema* lengan suaminya dengan kencang.

__ADS_1


Zac tak menghiraukan permintaan sang istri dia tetap memompa pinggulnya dengan pelan. Val yang tak sabar kini menganti posisi dengan cepat membuat Zac sedikit terkejut. Kini Valarie sedikit memberikan kecupan hangat di leher suaminya, dia juga meninggalkan bekas di sana. Val kini dengan cepat memasukan Julio itu, dia bergerak sesuai dengan yang dia mau.


" Sayang pelan kan gerakan mu..." Geramnya ketika melihat istrinya kini bergerak begitu cepat. Val yang tak pernah suka dengan kelembutan kini bergerak begitu cepat di atas tubuh suaminya.


Tangan Zac yang berada di pinggangnya kini juga merasakan bawah gerakan itu begitu cepat. Tangan nya kini mengimbangi pergerakan yang di lakukan oleh Valarie.


" Sayang pelan kan pergerakan mu.. ugh..." Zac kini tak bisa tak ikut mendesa* ketika pergerakan itu semakin cepat dia rasakan.


Val kini bergerak begitu liar dia merasakan ada sesuatu yang hampir keluar, Zac kini yang terbuai ikut mengimbangi pergerakan istrinya yang begitu cepat dan tak terkendalikan. Mereka berdua saling mengimbangi pergerakan itu, gerakan yang liar dan cepat itu membuat sesuatu dari tubuh Val hampir berdenyut. Val kini mencondongkan tubuhnya yang membuat kedua benda kenyal itu menempel di bibir suaminya. Zac tentu saja tak menyianyiakan kesempatan, dia langsung mengulumnya dengan segera, memainkan lida* nya di sana.


Val mendesa* panjang dan tubuhnya mengeliat serta menekan kebawah, denyuta* itu kini semakin terasa ketika tubuh wanita itu menengang karena pelepasan keduanya. Val mendiamkan dirinya menikmati pelepasan itu untuk kedua kalinya.


" Oh Shi*..." Umpatnya begitu pelan ketika merasakan jepitan itu begitu terasa. Zac kini semakin cepat menghentakkan pinggulnya ketika berada di bawah. Tubuh Val kini juga merasakan tubuhnya terguncang hebat yang berada di atas tubuh suaminya. Val kembali mendesa* pelan ketika gerakan itu begitu cepat.


" Ah.. sayang.. aku tiba..." Zac yang sudah tiba di pencapaian pelepasannya kini dengan menekan tubuhnya ke atas membuat tubuh mereka saling meremang, Zac merasakan denyuta* itu serta caira* hangat itu mengalir hangat di dalam intinya.


Tubuh mereka kini penuh dengan keringat, rasa lelah hinggap di tubuh mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2