Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Nyaman 2


__ADS_3

" Dia apa?, aku tak mendengar nya..." Abhi kini gugup bukan main karena mendengar semua yang di katakan oleh teman nya itu. Dia takut telinga nya salah mendengar.


" Dia bagian yang mengurus narkoba Abhi, dia bandar terbesar di negara ini..." Andre menjelaskan siapa wanita itu. Wanita yang bertato, dengan pelatih Kung Fu itu ternyata memiliki tugas penting di sana.


" Bandar narkoba?" Abhi mengulangi apa yang di katakan.


" Sudahlah jangan terkejut, itu adalah hal yang wajar dalam dunia gelap. Kau harus mencari cara agar nama ku tak tercium oleh para FBI..." Suhu cantik itu kini dengan segera memotong apa yang ingin di katakan oleh laki laki itu.


" Tunggu dulu, atau jangan jangan bandar yang ingin aku kejar adalah kamu?" Abhi kini mengatakan apa yang ingin dia cari.


" Kau ingin menangkap ku?" Suhu cantik itu menyipitkan mata nya, memandang remeh ke arah nya.


" Bos transaksi ini saya batalkan, karena terlaku mencurigakan..." Seorang laki laki yang berkepala gundul itu kini tiba tiba datang dan mengatakan bahwa dia membatalkan semua transaksi nya.


" Sudah ku duga.. kalian harus tiarap sementara, nama kita seperti nya sudah tercium oleh para pihak police dan FBI..." Laki laki itu mengangguk mengerti. Tak hanya satu kali mereka menghadapi ini, tapi mereka masih bisa saja lolos.


" Wajah Sketsa mu ada di meja ku tadi pagi..." Abhi secara tak sadar dia mengatakan apa yang dia lihat di meja nya, dan semua mata tertuju langsung ke arahnya yang masih meneliti wajah laki lak itu. " Jadi benar bahwa kelompok kalian yang ingin aku tangkap, astaga..." Abhi malah menyandarkan punggung nya dengan mengusap wajah nya dengan kasar .


" Jadi police yang ingin menangkap ku adalah kamu?" Abhi mengangguk. " Kau ingin menangkap ku sekarang setelah kau mengetahui siapa aku?" Abhi malah menatap mata wanita itu dengan tatapan tak bisa di artikan nya.


" Pilihan yang sulit men..." Andre malah tersenyum ketika melihat wajah teman nya itu seperti bingung. Semua nya ada di tangan laki laki itu.


Kita lihat seberapa cinta kau dengan suhu cantik ini. Batin Andre.

__ADS_1


" Sebaiknya kalian tiarap dulu sementara..." Abhi langsung meninggalkan mereka yang masih bingung dengan jawaban nya. Tapi wanita cantik itu kini malah berdiri mengikuti langkah Abhi yang ingin keluar dari markas itu.


" Tunggu kita perlu bicara..." Abhi yang langsung membelokan langkah nya ketika ada sebuah tarikan paksa tangan nya. Dia mengikuti langkah wanita yang sedang menarik nya.



" Kau ingin membawa ku kemana?" Abhi yang tetap mengikuti langkah dari wanita yang ada di depan nya itu, meskipun dia tak tahu kemana tujuan wanita itu. Abhi yang hanya diam ketika langkahnya malah masuk ke dalam markas itu. Markas yang bagian depan nya seperti rumah sederhana ternyata menyimpan seribu teka teki. Semakin masuk ke dalam membuat Abhi melongo karena ternyata di dalam markas itu ada sebuah rumah dengan berbagai kamar.


" Masuk, aku ingin kita bicara berdua..." Abhi mengikuti langkah wanita nya meskipun tangan nya sudah tak di cekal oleh wanita itu.


Abhi mengedarkan pandangan nya ketika dia masuk ke dalam kamar wanita itu, tak ada yang spesial yang menempel di dinding, hanya ada beberapa foto nya. Tapi satu foto yang membuat nya menahan rasa sesak di dada nya.


" Kau begitu dekat dengan Andre..." Kata nya dengan duduk di sisi ranjang kamar itu.


" Kau tak menjawab pertanyaan ku, tapi kau malah bertanya balik. Maka aku juga tak ingin menjawab nya..." Abhi bersikap cuek dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh wanita itu.


" Tentu saja kami dekat, kami sudah saling mengenal begitu lama. Bahkan sebelum di kelompok ini kami sudah saling mengenal..." Suhu itu langsung mengatakan apa yang laki laki police ini tanyakan.


" Tak ada informasi apapun yang detail tentang kalian, hanya ada sketsa wajah orang mu tadi..." Abhi juga segera menjelaskan nya. " Tapi memang benar bahwa tim mu sedang tercium aroma narkoba nya, Para FBI juga sedang mengejar kalian. Tapi untuk kamu sendiri seperti nya mereka tak tahu apapun, hanya kurir mu yang terhembus kencang di satuan kami..." Sambungnya, Abhi mengatakan semua nya, mengatakan apa yang dia ketahui tadi.


" Jelas kau di janjikan sesuatu oleh Komandan mu jika kau berhasil menangkap ku?" Wanita itu bisa menebak nya dengan benar dan tepat.


" Promosi naik jabatan..." Abhi segera mengatakan nya.

__ADS_1


" Kau akan menangkap tim ku sekarang?" Suhu itu menyilangkan tangan nya di dada ketika di bertanya.


Abhi tak langsung menjawab nya dia penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh laki laki police ini.


" Apa yang akan ku dapatkan jika aku ingin melindungi tim mu?"


" Apa yang ingin kau mau?, aku akan kabul kan. Asal jangan meminta hal yang aneh dan sulit untuk aku kabulkan..." Semua yang di lakukan orang tak mungkin orang itu tak meminta imbalan yang sepadan dengan yang mereka kerjakan.


" Aku bisa saja mengatakan bahwa kelompok kalian kini sudah tak ada di sini, atau aku juga bisa mengatakan apa saja yang aku bisa. Bahkan aku bisa melindungi tim mu selama aku di sana, tapi itu semua tak gratis Suhu..." Wanita itu tahu apa bahwa di dunia ini tak ada yang gratis, di tambah lagi laki laki ini pernah sempat dia hajar kemarin.



" Aku sudah katakan sebaiknya kalian tiarap dulu, bersembunyi lah. Kalau tidak jangan kau layani para pembeli dulu."


" Aku akan mengatakan kepada yang lain..." Dengan cepat Suhu itu menghubungi anggota yang lain nya untuk menghentikan semua kegiatan nya. Semua barang harus segera di sembunyikan dan mereka juga harus meninggalkan negara ini dengan pesawat pribadi milik dari Dio Della Morte.


" Sudah?" Suhu itu mengangguk pelan ketik dia selesai mengatakan apa yang ingin mereka lakukan.


" Kau tak akan menangkap kami bukan?, aku hanya tak ingin keluarga mereka kehilangan ayah serta suami nya..." Abhi bukan nya menjawabnya, tapi dia malah berdiri menghampiri wanita itu yang berdiri tak jauh dari nya.


Semakin dia maju, suhu itu semakin mundur dan mata mereka bertatapan dengan langkah mereka masing masing. Suhu itu tak bisa mundur lagi ketika punggung nya menabrak di dinding kamar nya.


" Jangan main yang berbahaya, sayang jika kulit mu yang mulus tergores..." Tangan Abhi menyentuh kulit wanita itu, membuat pikiran nya ingin menerkam wanita itu. " Aku akan membantu mu, tapi ingat bantuan ini tak ada yang gratis jadi bersiap siaplah jika suatu saat aku menangi bayaran ini..." Sambungnya dengan singkat mengambil ciuman di bibir wanita itu. Sebelum akhirnya Abhi keluar dari kamar wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2