Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Tak Bisa Lari


__ADS_3

Warning 21+ yang bocil di harap melipir sebentar ya 🤭 karena ini adegan yang bahaya jika di bayangkan 😂 untuk yang suaminya jauh awas ya jangan pada bingung narik tetangga atau beli teron* karena teron* lagi mahal di pasar 😂😂


Jangan lupa tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar


Happy reading 🤗


Pov Author


Valarie yang baru saja menyelesaikan latihannya dengan seorang suhu wanita mendaratkan bokon* nya di lantai, duduk di sana dengan mengelap keringat yang keluar bercucuran serta menormalkan nafas nya yang begitu memburu.


" Anda cepat belajar nona, jika di asah lagi saya yakin anda akan cepat menguasai semua kuda kuda yang saya ajarkan..." Suhu cantik itu kini juga duduk di sebelahnya dengan mengulurkan minuman air putih untuk nya.


" Terima kasih suhu..." Kedua wanita itu saling tersenyum.


" Jangan terlalu formal nona, kau bisa memangil ku Chalista."


" Tidak pantas jika seorang murid memanggil nama nya pada guru bukan?"


" Tak apa nona, kau bisa memanggil ku Chalista..." Mereka lagi lagi tersenyum dan melanjutkan obrolan ringan antara kedua wanita. Valarie yang begitu senang melewatkan jam jam nya tanpa merasa bosan sama sekali. Sedangkan Jovanka kini tengah mengobrol dengan orang orang nya yang berlatih di taman belakang rumah itu.

__ADS_1


" Jovanka..." Valarie yang menghampiri Jovanka kini membuat wanita itu menghampiri nya.


" Kalian sudah selesai?" Valarie hanya mengangguk dengan mata yang melihat ke arah para laki laki yang tengah berlatih dengan senjata di tangan nya.


" Nanti kau akan mendapatkan gilirannya..." Jovanka membisikan kata kata nya, dia tahu apa yang ada di pikiran kekasih sepupunya itu.


" Baiklah ayo pulang, kau tahu kekasihmu itu akan berteriak pada ku ketika kita pulang terlambat..." Lagi lagi Valarie hanya mengangguk dan membuat Jovanka hanya menggeleng tak percaya bahwa wanita yang ada di depannya masih saja mengangumi para laki laki yang berlatih.


" Chalista ingat jangan katakan pada singa jika kami ke sini, ini rahasia kita..." Perkataan Jovanka membuat mata Valarie menatapnya dengan tanda tanya, dan Chalista mengerti apa yang harus dia jawab jika singa nya bertanya.


" Apa singa itu semacam orang atau hewan?, kenapa kalian takut jika tahu aku dan kamu datang?" Valarie tak bisa membendung rasa penasaran, pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibirnya.


" Sekarang belum waktu yang tepat memberitahu mu siapa singa itu, tapi suatu saat kau akan tahu..." Jawaban dari Jovanka membuat nya kecewa karena dia tak mendapatkan jawaban yang tepat atas pertanyaannya. Padahal rasa penasaran pada hati nya sangatlah tinggi, tapi apa boleh buat jika ini masih mereka rahasiakan. Dirinya berada di markas ini saja sudah membuatnya senang, jika dia mengejar sebuah pertanyaan akan membuatnya gagal untuk berlatih kembali.



" Kau dari mana hem, ini sudah sangat malam tapi kau baru pulang..." Wanita hanya menghela nafas yang masih berada di dalam pelukan kekasihnya dari belakang.


" Aku tak dari mana mana sayang, aku hanya pergi makan, nonton dan mengobrol antara wanita saja. Kau tahu aku seperti memiliki kakak wanita mengobrol dengan nya, bahkan dia menyukai apa yang aku sukai juga..." Valarie menghadap ke arah kekasih nya dan menyandarkan punggung nya ke dinding kamar mandi.

__ADS_1


" Kau yakin hanya itu sayang?, tak ada yang kau tutupi dari aku?" Zac jelas tahu bagaimana sikap sepupunya itu.


" Ayolah sayang jangan mencurigai ku, aku hanya mengobrol dengan nya, aku juga tak kemana mana, kami hanya berada di mall sampai larut. Sangking asiknya bercerita kami lupa waktu."


" Aku tahu seperti apa sepupu ku itu honey, jadi jangan coba coba membohongi ku..." Val tak menjawabnya melainkan menarik baju laki laki itu hingga tubuh mereka begitu dekat, dan wanita itu mendaratkan ciuman nya yang begitu lembut, meluma* bibir kekasih nya yang dari tadi siang menghantui pikirannya.


Zac yang awal nya hanya membiarkan sang kekasih menciumnya dan tak ada niatan untuk membalas nya kini pertahanannya goyah ketika tangan nya membawa tangan Zac untuk merema* sesuatu yang sudah di buka oleh tangan nya Valarie. Desaha* itu lolos begitu saja ketika Zac membalas setiap sentuhan yang dia berikan.


" Jangan menggoda ku sayang, kau tahu aku masih ingin bertanya banyak hal kepada mu..." Nampaknya Zac masih ingin mengejar semua pertanyaan yang ada di pikirannya, meskipun dia sudah di kuasai api gaira* dia masih ingin menahan nya untuk melanjutkan sesi interogasi kepada wanita nya.


" Honey aku merindukan mu, dari tadi siang pikiran ku sudah liar ketika melihat kau berwajah serius di depan laptop mu, dan sekarang kau masih ingin menanyakan sesuatu lagi..." Valarie merengek mengatakan semua nya, dia menceritakan betapa dia sangat menginginkan sentuhan dari kekasih nya.


" Benarkah kau merindukan ku hem?" Bisiknya dengan menggigi* telinga kekasih nya, memberikan godaan yang nyata lagi.


" Zac please..." Erangnya ketika lida* itu menyapu telinga nya membuat bibir wanita itu tak berhenti mendesa*.


Zac yang juga tak tahan oleh godaan ini, akhirnya mengendong tubuh wanita nya yang sudah polos, membawa nya keluar dari kamar mandi, meletakan di bed nya dengan mereka tetap saling menyesa*. Valarie dengan cepat membatu kekasihnya melepaskan kain yang ada di tubuhnya. Desaha* Valarie ini kini semakin terdengar keras ketika bibir laki laki itu menjelajahi seluruh tubuh indah nya, semakin kebawa dan semakin turun hingga dia berhenti di sebuah tempat yang selalu membuat nya ketagihan. Aroma khas dari nya membuatnya mabuk kepayang akan api gaira* bercinta.


Tangan Valarie meremas pelan rambut laki laki itu yang sengaja terurai ketika kepalanya bersarang di tempat di mana dia menggeliat penuh kenikmata*. Zac hanya menyapu nya lembut, tak berniat terburu buru bermain di sana, dia masih ingin menikmat* percintaan ini dengan rasa yang begitu nikma* tak di kejar kejar waktu.

__ADS_1


" Honey.. ah..." Desaha* dan remasa* pada rambut kekasihnya semakin kencang ketika geraka* lida* itu juga cepat menerobos di bawa sana.


" Yes sayang, kau menyukai nya..." Kata nya ketika sebentar menatap kekasihnya yang dari bawa, dia membuat pertahanan wanita mantan perawan itu jebol, dia tak sanggup jika tak di dorong di pelepasan ketika sapuan lida* itu begitu masuk ke dalam. Tubuh Valarie menengang, tangan nya meremas serta jepitan di kepalanya membuat sang kekasih tahu bahwa wanita nya sedang melepaskan sesuatu yang dia ingin capai. Zac tanpa ragu menghisa* caira* itu tanpa ada aja jijik sama sekali, bahkan dia begitu menikmat* minuman barunya itu. Valarie mengatur nafas nya, perlahan remasa* pada rambutnya berkurang, dia lemas tak berdaya kali ini dia mengakui pesona seorang yang di tuduh gembong mafia sangat melekat di tubuh laki laki gondrong itu.


__ADS_2