Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Di Mulai 16


__ADS_3

Semua orang kini menatap ke arah andre dengan rasa penasaran serta rasa tanda tanya, kenapa laki laki bertato itu bisa menyebutkan nama Monica, sedangkan Steve kini menggapai ponsel nya dia melihat bawa nomer ponsel Jenni mengirimkan sebuah pesan yang isinya sebuah lokasi yang jauh dari tempatnya.


" Kau mendapatkan lokasinya?" Andre yang terlihat cemas membuat Steve kini langsung melihat kearah nya dengan tanda tanya.


" Kau tahu aki mendapatkan sebuah lokasi?, apa tadi yang menghubungi Jennifer?" Sebuah pertanyaan yang tak bisa dia hentikan, rasa penasaran nya kini begitu tinggi.


" Monica masih hidup dan saat ini nyawa ketiga orang sedang bahaya..." Semua orang yang mendengarkan kabar itu tentu saja bahagia bukan main, kini mereka tanpa bertanya apapun mengikuti langkah besar dari Andre untuk menuju kesebuah tempat di mana ketiga orang dalam bahaya.


Kini mereka menaiki Van nya, jika kelompok itu sudah menaiki Van ada sesuatu yang harus mereka kerjakan, nyawa mereka saat ini rela mereka pertaruhkan di peperangan ini. Andre tak luput untuk memberi tahu kabar ini kepada Singa nya dia mengatakan bawah nyawa ketiga orang saat ini tengah bahaya.


" Siapa tiga orang?, bukan kah hanya dua?" Steve kini segera bertanya ketika Andre selesai dengan panggilan nya kepada bos Singa.


Andre menghela nafasnya lega setidaknya adik dan suami itu selamat dari kecelakaan itu.


" Jennifer juga di sekap oleh Marco serta David, dia yang mengikuti mereka bisa menemukan Monica dan Abhi di sekap, tapi saat ini mereka masih di pengaruhi obat bius..." Jantung Steve kini tak karuan, dia merasa bersalah ketika mendengar apa yang di katakan teman nya itu.


" Kau yakin Monica masih hidup, maksud ku nanti kita hanya di jebak oleh mereka?" Kini Albert menimpali nya dia sungguh tak ingin tim nya masuk ke dalam jebakan.


" Monica sendiri tadi yang menghubungi ku..." Semua orang kini lega mendengarkan apa yang di katakan oleh Andre. Rasa bersalahnya kini memenuhi hati dan pikiran Steve saat ini.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain Monica kini menyentuh kedua pipi suaminya, dia menekan satu bibir bawahnya yang mengeluarkan darah karena di pukuli oleh Marco tadi.


" Sayang ku mohon bangun, aku tak bisa melawan ini sendiri, aku membutuhkan mu juga untuk melawan ini semua. Aku mohon bangun..." Monica menggoncang tubuh Abhi, Jenni yang dari tadi berusaha melepaskan ikatan tangan laki laki itu bersusah payah karena dirinya terlalu sulit menjangkau ikatan itu.


" Abhi bangun, buka mata mu sayang. Kita harus melawan mereka, jika kami saja tak akan bisa, kami membutuhkan mu, please buka mata mu..." Monica kini meneteskan air matanya ketika merasakan tubuh suaminya kini ambruk di tubuhnya, ikatan tangan itu kini bisa di lepaskan oleh Jenni dan membuat tubuh laki laki itu ambruk di tubuh Monica.


Monica kini menahan tubuh suaminya yang ingin jatuh, dia memeluk tubuh suami nya dengan erat serta derai air matanya yang sudah menetes sedari tadi.



Jenni merasakan cinta yang besar kepada kedua orang itu, tangisan Monica membuat wanita itu juga merasa iba kepada laki laki yang belum ingin membuka matanya itu. Dia masih di pengaruhi obat bius. Monica dengan di bantu Jenni mendudukkan laki laki itu yang masih setia memejamkan matanya. Monica kini masih setia memeluk tubuh suaminya dengan dia berpikir untuk segera keluar dari sana.


" Sayang aku mencintai mu, aku ingin kita punya anak aku ingin merasakan kehamilan pertama ku..." Bisik Monica dengan cepat dan itu membuat laki laki itu sayup sayup membuka matanya dengan pelan.


Bisikan yang memberikan semangat itu berhasil membuat suaminya kini membuka matanya, menatap sekelilingnya dengan rasa asing. Monica tersenyum dengan tangisan serta Jennifer yang menyaksikan cinta mereka yang benar benar besar kini memejamkan matanya karena dia juga ingin memiliki rasa cinta seperti itu.


" Abhi kau sadar, lihat aku..." Tangisan histeris dari Monica membuka mata laki laki itu dengan sempurna. Dia menatap suara yang dia rindukan selama dia pingsan, merindukan semua yang ada di istrinya.


" Di mana ini?" Dia masih belum sepenuhnya sadar dia masih merasakan pusing di kepalanya, badan nya kini terasa sakit.

__ADS_1


" Lihat aku, kau ingat siapa aku?" Monica hanya takut bahwa suami nya kehilangan ingatannya.


" Apa yang ada di pikiran mu sayang, tentu aku ingat siapa kamu. Jangan konyol sayang..." Monica langsung mendekap tubuh suaminya dengan erat tak ada kebahagian lain selain melihat suaminya sadar dari rasa pingsan nya itu.


" Ada apa?, kenapa kamu menangis, kita di mana?" Abhi dengan cepat memborong semua pertanyaan, dia masih belum bisa mencerna apa yang terjadi di antara kedua orang itu.


Monica kini melepaskan pelukan itu dia menceritakan semuanya yang terjadi, Abhi kini mengepalkan amarahnya ketika mendengarkan cerita istrinya, Abhi ingat betul malam di mana mereka celaka, Monica juga mengatakan bawah Jennifer adalah orang yang menolong nya tapi sayangnya dia malah ketangkap oleh orang orang itu. Abhi kini melihat Jennifer dengan mengangguk pelan sebagai ucapan terima kasihnya, dan di balasi anggukan pelan oleh Jenni.


" Kau bisa bangun, kita harus segera pergi dari sini. Jika kita menunggu bantuan akan sangat lama karena kabin ini jauh dari kota dan sangat masuk ke hutan..." Jenni kini langsung membuka suaranya, tak ada untuk melepaskan rasa rindu di sini.


" Kau membawa mobil?"


" Mobil ku ada di ujung jalan sini, ayo aku bantu suami mu berdiri..." Jennifer dan Monica kini dengan cepat membopong tubuh Abhi yang masih terasa lemas karena mereka tahu bawa laki laki itu melawan efek bius itu.


Jenni dengan pelan membuka pintu itu ke atas, mereka berusaha untuk tidak membuat suara apapun agar tak membuat keributan. Jika lawan mereka hanya dua atau lima orang mungkin kedua wanita itu masih bisa melawannya tapi jika orang orang itu lebih maka mereka akan kesusahan melawan nya. Mereka bertiga dengan pelan keluar dari kabin itu dan mereka yang hampir mencapai pintu depan itu dengan langkah cepat keluar dari sana.


Udara panas serta terik matahari kini membuat mereka merasakan hangat pada tubuhnya, mereka yang keluar dari kabin itu dengan cepat menuju ke ujung jalan untuk mencapai mobil Jenni.


" Kejar mereka..." Teriakan dari Marco membuat ketiga orang itu dengan cepat berjalan menjauh agar segera tiba di mobil nya.

__ADS_1


__ADS_2