Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Terkuak 4


__ADS_3

Bug, bug, bug, pukulan demi pukulan kini di layangkan oleh Zac kepada wajah Hugo. Zac yang tadi terpuruk tak berkutik ketika dia di hajar oleh musuhnya kini berdiri kembali dengan tegap, dengan siap menyerang musuh nya dengan amarah yang benar benar memuncak. Hugo tak bisa mengimbangi pukulan yang di layangkan oleh laki laki itu. Kini singa itu mengamuk seakan dia ingin membunuh mangsa di depan nya dengan segera. Val yang tadi sudah di lepas ikatan nya oleh suaminya kini menyaksikan suami nya bertarung menjadi sangat senang kembali. Suaminya yang tadi tak bisa melawan kini kembali tegap.


" Hajar dia Zac..." Teriaknya dengan senang, dia sebenarnya juga sedih melihat pertikaian antara sahabatnya dan suami nya. Tapi dia lebih sedih jika harus suami nya yang kalah dan mati di sana.


Pukulan demi pukulan kini tak bisa terhindari lagi, Hugo yang tenaga nya sudah hampir habis dia tak bisa melawan ketika serangan demi serangan di layangkan oleh laki laki gondrong itu.


Val yang melihat orang dari Hugo itu maju dengan membawa kayu yang akan memukul suami nya, dia juga lari sebelum laki laki itu mencapai tubuh suami nya Val sudah dulu memukul tengkuk laki laki itu dengan kencang hingga membuat laki laki itu tersungkur tak sadarkan diri.


" Hanya bajingan pengecut yang menyerang lawan nya dari belakang..." Ucapnya dengan sinis serta menginjak punggung laki laki itu.


Zac yang mendengar suara segera melihat ke arah suara itu, dia tersenyum ketika melihat istrinya melumpuhkan satu musuh nya yang ingin menyerang nya. Tapi sedetik kemudian senyum Zac menghilang, dia lari dengan sekuat tenaga nya, memeluk tubuh istrinya dengan erat sebelum ada bangku yang dipukulkan ke arah tubuh nya.


Burk!! kursi tepat mengenai punggung Zac yang kekar itu, Val melotot kan matanya ketika menyadari bahwa tubuh suami nya menjadi pelindung tubuhnya.


" Honey..." Katanya dengan pelan. Dia yakin rasa yang di rasakan punggung nya itu pasti terasa sangat sakit.

__ADS_1


Valarie dan Zac sama sama menghindar ketika sebuah kayu besar yang di lemparkan Hugo ke arah mereka. Sedangkan anak buah itu kini mundur seketika ketika melihat tatapan mata Zac yang begitu mematikan.



" Selesaikan urusan mu dengan Hugo sayang, aku tak apa. Biarkan dia menjadi urusan ku, jangan jadikan aku kelemahan mu, tapi jadikan aku sumber kekuatan mu. Aku tak ingin kau kenapa kenapa karena aku, hukum dia sesuai dengan apa yang dia perbuat..." Zac menatap sebentar mata istrinya itu, tak ada ketakutan sama sekali, tapi mata Val memberikan semangat untuk dirinya.


Zac kembali di depan Hugo yang sudah berdiri lagi, padahal jika di lihat Hugo sudah tak bisa berdiri dengan tegap, berdiri saja dia sudah payah, apalagi untuk melawan laki laki yang tenaga nya masih kuat, hal yang mustahil untuk melawan nya.


Kini mereka kembali bertarung dengan tangan kosong, mereka hanya saling aduh jotos, tapi Hugo sudah tak bisa menghindar ketika jotosan itu selalu tetap mengenai wajah serta tubuh nya. Sedangkan Val juga akhirnya mau tak mau dia melawan laki laki yang ada di depan nya, untung nya dia kemarin sedikit belajar Kung Fu dengan Suhu cantik itu.


Bug!! tendangan lagi yang di layangkan oleh Val mampu membuat laki laki itu mundur seketika, dia menahan rasa sakitnya, tapi dia kembali lagi dengan maju melawan wanita cantik itu. Bug!! pukulan itu harus mengecewakan karena hanya mengenai angin yang melintas di depan nya. Valarie mampu menghindar dengan cepat ketika tangan itu ingin menyentuh wajah cantik nya.


" Honey kau harus menganti gaun pengantin ini..." Teriak Val ketika dia harus merobek gaun pengantin itu, agar dia mudah bergerak leluasa.


" Aku akan menggantinya dengan ribuan gaun yang indah sayang..." Zac juga menjawabnya dengan berteriak. Dari tadi Zac melirik istrinya yang sedang ikut melawan musuhnya, pergerakan nya memang tak selincah orang orang nya tapi cukup untuk membantu nya untuk melindungi dirinya dari para musuh.

__ADS_1


Hugo yang mendengarkan mereka romantis kini bangkit kembali dengan penuh rasa cemburu serta amarah yang memuncak. Hugo dengan sisa tenaga nya dia bangkit dari tersungkurnya di lantai yang penuh dengan debu itu.


Bug!! Bug!! dua pukulan yang mengenai wajah Zac tetap tak membuat laki laki itu goyah dari posisi berdirinya, meskipun dua pukulan tapi tak membuat laki laki itu merasakan sakit pada wajah nya, pukulan yang di layangkan Hugo tak sekuat tadi.


Cui!! Zac meludahkan darah yang keluar dari ujung bibirnya, dia menyentuh ujung bibirnya yang mungkin saat ini sudah sedikit pecah karena pukulan yang dari tadi dia dapatkan.


Bug! Bug! Hugo juga mundur seketika ketika Bogeman itu mengenai wajah nya lagi, bahkan darah juga sudah keluar dari hidung nya, tangan Zac memegang kedua bahu Hugo, bug, Bug, bug, pukulan yang bertubi tubi yang di berikan oleh lutut Zac kepada perutnya membuat laki laki itu meringkuk kesakitan. Bug! Bug, dua pukulan siku yang di berikan di punggung Hugo membuatnya langsung tersungkur di tanah itu dengan meringkuk kesakitan. Zan melumpuhkan laki laki itu, dia menginjak perut laki laki itu hingga membuat laki laki itu meringis sakit.


Sedangkan Val kini memukul kepala laki laki itu dengan kayu yang ada di depan nya, bug! pukulan yang keras membuat laki laki itu mundur dengan menyentuh kepalanya yang terasa sakit dan pusing, Val dengan cepat menendang nya hingga membuat musuh nya itu langsung tersungkur ke lantai dengan kepala yang sangat sakit serta pusing. Zac tak percaya bahwa wanita itu kini ikut menyerang musuh nya dengan pintar. Bahkan Zac tak tahu jika istrinya pintar dalam hal ini.


Val juga menginjak kaki laki laki itu dengan kuat hingga membuat laki laki itu berteriak kesakitan. Val hanya tersenyum ketika melihat kedua musuhnya akhir nya terjatuh meskipun tadi harus ada drama tapi tak apa yang terpenting sekarang musuhnya bisa mereka kalahkan.


" Kau memang pembunuh berdarah dingin Zac, dari dulu kau memang haus akan darah..." Hugo masih saja berucap meskipun dengan sisa tenaga nya.


" Harusnya kau minta ampunan untuk tak aky bunuh bukan malah mengatai ku..." Zac tak menyangka bahwa orang yang ada di bawah kaki nya masih saja mengatai nya dari pada dia harus meminta ampunan untuk nyawa nya.

__ADS_1


__ADS_2