Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Kejutan


__ADS_3

Sedangkan malam ini juga Zac tengah menyelundupkan barang barang yang telah di pesan dari negara lain, Zac kali ini ikut turun kelapangan, ikut memantau kondisi di sekitar nya dengan kaca mata nya, orang orang nya bekerja dengan sangat cepat hingga membuat nya tersenyum senang, bahwa orang orang nya semakin terlatih cepat melakukan aktifitas bekerja nya.


" Bos semua barang barang nya sudah masuk ke dalam kapal..." Salah satu orang nya kini melapor kepada nya.


" Jam berapa mereka akan berangkat?" Tanyanya dengan menatap ke arah kapal yang akan membawa barang barang milik nya.


" Satu jam lagi bos..."Jawabnya.


" Satu jam?, kenapa tak berangkat sekarang?, kenapa malah menunggu satu jam?" Zac bingung karena ini pertama kali nya kapal yang membawa barang harus menunggu selama itu, biasa nya kapal yang membawa barang barang itu setelah selesai dengan urusan nya kapal akan segera berangkat karena lebih cepat maka lebih baik.


" Mereka harus menunggu seseorang kata nya bos."


" Kau yakin kita aman sekarang?" Zac dengan perasan tak yakin bahwa malam ini akan aman menyelundupkan barang barang nya. " Lakukan biasa nya hanya untuk berjaga jaga..." Orang itu langsung dengan cepat mengerjakan apa yang di katakan bos nya, tak butuh lama mereka menyelesaikan apa yang di katakan bos nya.


" Zac kau harus segera mengeluarkan barang itu dari kapan dengan segera..." Jonathan yang tiba tiba menghubungi nya dengan suara panik nya yang sudah tak bisa di katakan lagi.


" Ada apa jo?" Tanyanya, dia tahu apa yang terjadi dia tetap tenang agar sepupunya tak panik berlebihan, mungkin karena lama tak melakukan kejahatan jadi sepupu nya itu seakan panik.


" Orang orang kita mengatakan bahwa rencana malam ini di ketahui para police bagian kriminal, kalian harus segera pergi dari sana."


"Sial..."Umpat nya dengan lari menuju kapal yang masih ada orang orang nya di dalam kapal tersebut.


" Orang orang kita akan mengulur waktu sebanyak mungkin untuk menurunkan surat penggeledahan kapal itu, jadi cepat lakukan dengan segera..." Perintah nya dan Zac langsung memutuskan panggilan tersebut.


" Keluarkan semua barang barang kita, ada yang melapor ke police bahwa malam ini ada pergerakan dari kita..."Orang orang Zac dengan cepat mengeluarkan semua barang yang sudah tersusun secara apik, sedangkan orang yang berada di dalam kapal kini menjadi tawanan mereka.



" Siapa yang berani melapor kepada pihak police?" Bariton dari Zac membuat semua orang yang berlutut penuh ketakutan dan merinding seketika mendengar langkah kaki nya yang masuk menghampiri mereka semua.


" Kalian tak ada yang mengaku?, baiklah kalau begitu, keluarga kalian harus menanggung akibat dari ulah kalian..."Setiap kapal yang membawa barang mereka, ada orang orang yang juga mengawasi keluar mereka dari jauh, berjaga jaga jika mengalami hal seperti ini.


" Tidak tuan, ku mohon jangan sentuh keluarga kami, tolong ku mohon..." Perkataan Zac mendapatkan respon dari salah satu mereka yang tiba tiba memohon kepada nya.


" Sekarang kau mengakui nya?" Zac menghampiri laki laki tua yang menunduk ketakutan ketika merasakan dia menghampiri nya.

__ADS_1


" Para police itu mengancam kami tuan, jika kami tak memberi tahu pergerakan kalian maka kami semua akan dipenjarakan dan keluarga kami akan menanggung akibat nya..." Suara laki laki tua itu bergetar ketika mengatakan apa yang di katakan oleh satu police yang menghampiri nya kemarin malam.


"Tolong tuan jangan lakukan apa apa kepada keluarga kami, biarkan saya yang menanggung semua nya..." Sambungnya dengan nada penuh memohon.


" Jam berapa mereka akan datang?" Tanyanya dengan berjongkok di depan laki laki tua itu.


"Satu jam, tadi surat nya belum turun tuan..." Laki laki itu manggut manggut mengerti sekarang.


" Sekarang lakukan perintah ku, dan aku akan menjaga keluarga kalian. Aku akan memberikan apa yang tak pernah kalian bayangkan..." Zac bisa melakukan apa saja, memberikan kemewahan pun dia bisa lakukan kepada siapa saja yang berada di bawah perlindungan nya.


" Baik tuan..." Suara laki laki itu sudah tak ketakutan seperti tadi, setidak nya keluarga nya akan mendapatkan kehidupan yang layak ketika mereka harus berkorban.


" Kau lihat ini..." Zac menyodorkan sebuah ponsel agar laki laki tua itu melihat nya. " Keluarga kalian sudah mulai berkemas pinda, sekarang keluarga kalian di bawah perlindungan ku, jadi lakukan perintah ku..." Laki laki itu akhir nya mengangguk pasrah untuk menyelamatkan semua keluarga nya.


Semuanya telah berjalan sesuai kehendak laki laki gondrong tersebut, kini dia tersenyum penuh arti ketika semua nya telah selesai dengan cepat.



" Angkat tangan kalian.. kalian telah di kepung..." Suara tegas serta teriakan dari pengeras suara itu membuat orang orang yang akan berlayar itu menghentikan semua aktifitas nya. " Buang senjata kalian.. keluar secara pelan pelan..." Sambung nya.


" Aku akan menghitung sampai sepuluh jika kalian tak juga keluar maka kami akan masuk dengan cara kami..." Teriaknya lagi dengan keras.


Pimpinan dari mereka memberikan perintah kepada bawahan nya untuk masuk dengan perlahan, orang orang yang berpakaian lengkap anti kriminal kini masuk dengan pelan, melompat secara cepat seperti lompatan itu sangatlah mudah mereka lakukan.


" Siapa pimpinan tim ini?" Zac yang mengawasi mereka dari jarak jauh menatap mereka yang berjalan masuk ke dalam kapal itu.


"Abhivadya Aniello Phelix bos..." Jawabnya orang yang di percaya oleh Zac.


" Phelix?, kalau tidak salah dia seorang seniman yang cukup terkenal, dan dia meninggal karena kecelakan pesawat..." Zac seakan mengingat nama itu dengan jelas, meninggal nya seniman tersebut membuat para orang yang suka seniman berduka.


" Benar bos..." Zac manggut manggut dengan masih menatap ke arah jauh.


" Sir mereka sudah kabur dan tak jadi melakukan penyelundupan..." Teriakan dari salah satu police itu membuat pimpinan dari badan kriminal lari ke arah kapal tersebut.


" Kau mengatakan kepada mereka jika kami akan menyergap nya..." Pimpinan itu langsung menatap ke arah awak kapal yang sudah di borgol oleh mereka. "Kau tak bisa di ajak kerja sama ha..."Bentak nya dengan keras.

__ADS_1


" Saya lebih baik di penjara Sir, dari pada saya harus mengorbankan keluarga saya..." Jawabnya dengan menunduk.


" Kau tahu dia mafia kelas tinggi, dia bisa melukai semua keluarga kalian, jika kalian menyerahkan mereka kepada kami, aku bisa melindungi keluarga kalian semua..." Laki laki tua itu hanya diam tak ingin mengatakan apapun, keputusan nya sudah bulat bahwa mereka akan berlindung di bawah kekuasan laki laki gondrong tadi.


" Bawah dia ke penjara, taruh dia di sana, biar dia tahu rasanya berpisah dari keluarga, biar mereka merasakan dingin nya penjara..." Laki laki itu langsung di dorong untuk jalan keluar dari kapal tersebut, para police lain nya masih menyusuri isi kapal tersebut.


" Tunggu..." Laki laki itu tiba tiba menghentikan jalan nya ketika dirinya sudah keluar dari kapal tersebut. " Di dalam saku ku ada sebuah surat untuk kalian..."Laki laki tegap itu langsung merogoh saku yang di maksud laki laki tua itu.


Kau selalu mengaggal kan rencana ku, dan kau selalu berada di belakang ku, sebenarnya kenapa kau selalu terobsesi menangkap kelompok ku?, apa kau akan naik jabatan jika bisa menangkap ku?, kali ini kau memberi ku kejutan karena kau mengancam orang tua itu, karena aku sedang berbaik hati sekarang maka aku akan memberi mu kejutan juga, tak sopan jika aku tak membalas kejutan dari mu.


Laki laki tegap itu mengerutkan kening nya ketika selesai membaca surat tersebut.


" Kejutan apa yang dia maksud?" Katanya dengan pelan.


Duar !! kapal itu meledak dengan seketika, beberapa orang yang berada di dekat nya sedikit terpental jauh dari mereka berdiri, sedangkan yang jauh mereka hanya menundukkan kepala nya karena takut serpihan kapal mengenai mereka, police muda itu menatap nanar ke arah kapal tersebut, tak menyangka bahwa kapal itu meledak.



" Sir orang orang kita terluka..." Seseorang segera melapor kepadanya ketika sudah terjadi ledakan dan memeriksa teman nya yang terpental sedikit jauh dari mereka, Bagian kapal sudah menjadi kepingan.


Laki laki itu tak menjawabnya hanya menatap penuh kemarahan kepada orang yang sengaja melakukan nya. Ponsel laki laki itu bergetar, sebuah pesan masuk dengan nomer yang tak dia kenal.


Itu hanya awal Sir Abhi, jika kau masih mengurusi urusan ku, ku pastikan ada korban yang berjatuhan di depan mata mu karena sikap mu yang terobsesi dengan kelompok ku


Abhi yang membaca nya bertambah geram karena musuh nya kini mengetahui siapa nama nya dan menjadi pimpinan bagian ini.


" Lacak nomer ini dengan segera..." Teriakan nya dengan menyerahkan ponsel kepada anak buah nya.


" Sir sinyal nya masih di sini."


" Telusuri tempat ini, jika ada yang mencurigakan bahwa dia ke ruang interogasi, aku tak peduli dengan komandan akan marah pada ku. Aku tak butuh surat perintah untuk menangkap seseorang sekarang..." Perintah nya dengan tegas.


Para police yang tersisa kini menelusuri semua area tersebut dan tak menemukan apapun di sana, hanya ponsel yang hidup dengan nomer yang telah menghubungi nya tadi. Abhi menatap ke arah kapal yang masih tersisa api yang berkobar di sana.


" aku yakin dia sekarang dia sedang meratapi kegagalan nya menangkap kita..."Senyuman yang menakutkan dari laki laki itu membuat semua orang yang melihat nya tak ingin bermain main dengan nya.

__ADS_1


" Kau akan membalas ini semua, aku akan membawa mu ke dalam penjarah..."Katanya dengan tegas.


Lagi lagi rencana untuk menangkap para kelompok mafia yang tak dia ketahui nama nya harus gagal, dan lagi lagi dia hanya menelan ludah kepahitan karena kegagalan untuk ketiga kali nya. Mereka selalu berada di depan nya, sedangkan para police seakan berada di belakang nya. Apakah ada orang yang di belakang mereka yang menyongsong, hingga setiap penyergapan mereka selalu lolos begitu saja.


__ADS_2