Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Sisi Lain Dari Valarie


__ADS_3

Aku tak berhak menghakimi seseorang karena lingkungannya, karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi sebelum kita saling mengenal.


Valarie


Pov Valarie



Hari ini aku sungguh merasakan hidup yang baru, harusnya aku merasakan ketakutan ketika tadi aku menabrak gerbang itu tapi hati dan wajah ku sama sama menyenangkan, seakan tadi hidupku seperti rollercoaster tapi itu sangat menyenangkan. Bahkan aku pernah berharap bahwa aku membintangi film laga tapi sayangnya tubuh ku ini selalu tak cocok untuk menghadapi para bahaya seperti itu. Padahal aku selalu berharap menjadi artis film laga, mata mata wanita cantik, tapi manager ku selalu melarang ku jika aku ingin mengambil film acting. Sudahlah jangan pikirkan hal itu.


Aku yang tadi menuju ke perusahan kekasihku, dengan cepat turun dari mobil ku dan langsung menghampiri nya. Aku tak mengatakan jika aku ingin datang kemari, jika dia tak ada maka nasib ku benar benar sial hari ini.


" Honey..." Wajah ku sumringah ketika melihat laki laki yang duduk di depan laptop nya dengan kaca mata yang bertereng di hidung nya.


" Sayang, kau tak mengatakan jika kau ingin kesini..." Aku menghambur ke pelukannya ketika dia merentangkan tangan nya agar aku masuk ke dalam pelukannya.


" Aku tadi sebenarnya langsung ingin ke agency tapi aku tak jadi ke sana, lebih baik aku ke sini..." Aku melepaskan pelukannya menatap wajah kekasihnya yang setiap hari selalu tampan.


" Kenapa wajah mu begitu senang sekali honey..." Apa sangat kelihatan jika aku sedang bahagia, mungkin sekarang wajah ku sangat bahagia seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan, padahal aku senang karena aku baru pertama merasakan tantangan yang nyata.

__ADS_1


" Apa sangat terlihat..." Aku tak langsung menjawabnya membiarkan di penasaran dengan wajah ku yang begitu bahagia.


" Biar ku tebak, Kau bertemu dengan mantan mu..." Kenapa sekarang aku ingin ketawa karena dia mengarang cerita yang tak ada di kamus ku, apa dia tak tahu bahwa aku tak memiliki mantan selama ini.


" Tidak honey, tebakan mu salah..." Aku hanya geleng gelang kepala tak ada niatan untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, aku hanya ingin bermain sedikit dengan kekasih ku.


" Lalu?, kau bertemu Aiden?" Aku hanya mengembangkan senyum ku ketika dia memperlihatkan wajahnya yang cemburu, astaga laki laki gondrong ini kenapa manis sekali jika cemburu seperti ini, rasa nya aku ingin memakan wajah nya, menjila*i seluruh wajahnya seperti permen.


Bruak!! " Tuan non- nona anda tak apa, tak ada yang luka kan nona?" Aku hanya tersenyum ketika Steve masuk ke ruangan itu dan wajah panik nya tadi berubah wajah dengan kelegaan.


" Tak apa Steve, aku baik. Bagaimana dengan dua pengawal ku?, apa mereka juga baik?" Aku langsung menanyakan kedua pengawal ku yang tadi masih berada di sana, aku merasa bersalah karena sudah meninggalkan mereka.


" Kau lari dari pengawal mu?, karena kau ingin bertemu Aiden?, jadi kau meninggalkan mereka?,tak ku sangka..." Aku terdiam ketika dia mengatakan semua yang tak dia ketahui, bertemu Aiden astaga apa dia sangat cemburu dengan laki laki yang sama sekali tak aku sukai, padahal hati ku hanya untuknya tapi dia malah menuduh ku bertemu dengan Aiden sialan itu.


" Tidak Zac, aku kabur dari rumah, kakak mengurung ku di kamar dan aku turun dari jendela menggunakan kain, bergelantungan seperti monyet, dan kau malah menuduh ku bertemu dengan laki laki lain..." Aku dengan cepat menjelaskan semuanya kepada Zac dari pada dia terus berfikir bahwa aku bertemu dengan Aiden, padahal aku senang sekali menggodanya tapi ternyata menggoda orang cemburu itu tak enak karena takut akan tatapan yang seakan menembus ke jantung.


" Kau tak apa?, apa ada yang terluka?, katakan di bagian mana sayang?" Sekarang dia membolak-balikkan badan ku mencari sesuatu yang ada di badan ku. Tadi nada nya tinggi sekarang dia bernada lembut, apa orang cemburu itu bisa menutup akal sehatnya, mungkin jika aku cemburu aku juga seperti dia, tapi dulu aku pernah cemburu pada wanita yang pernah dia spesialis kan wanita yang selama ini menghangatkan ranjangnya.


" Aku tak apa sayang, aku baik baik saja, hanya boko*g ku yang sakit karena jatuh dari lompatan tadi sewaktu turun."

__ADS_1


" Tak apa nanti aku bisa mengobatinya..." Aku mengangkat satu alis ku ketika dia mengatakan akan mengobatinya, apa dia punya obat untuk menyembuhkan luka yang habis jatuh dari kain yang bergelantungan tadi.


" Tapi honey, maafkan aku, mobil mu bagian depan rusak..." Aku merasa bersalah karena sudah menabrak gerbang tadi yang membuat mobilnya rusak.


" Tak apa sayang, mobil bisa kita beli lagi..." Kami saling tersenyum.



" Jangan lakukan hal itu lagi honey, itu berbahaya untuk wanita. Jika kau kenapa kenapa bagaimana..." Kami saat ini sudah terduduk di sofa panjang yang berada di ruangan nya, sedangkan Steve sudah meninggalkan ruangan itu, kini hanya ada aku dan dia.


" Tak ada yang bahaya sayang, itu seru. Kau tahu jantung ku tadi hampir lepas ketika para orang orang itu mengejar ku, tapi pengawal ku dengan sigap menghalangi nya, dan kesenangan ku bertambah ketika aku menginjak gas dengan kecepatan tinggi ketika aku menabrak gerbang itu. Aku biasa nya hanya melihatnya di film, tapi sekarang aku merasakannya, dan itu sangat menyenangkan Zac..."Aku menceritakan semuanya dengan senyum yang tak luntur sama sekali, aku memang benar benar menyukai adegan yang sangat menantang dan hari ini aku sungguh merasakannya.


" Aku tahu kau senang, tapi kau tak boleh lagi melakukan hal seperti itu honey, itu membahayakan nyawa mu..." Aku tahu dia khawatir tapi kesenangan ini tak boleh di sia sia kan bukan.


" Ayolah Zac jangan seperti manajer ku yang aku tak boleh melakukan hal hal yang menyenangkan, aku tahu ini sangat menantang dan sangat berbahaya tapi kau juga harus tahu bahwa ini sangat menyenangkan."


" Hal bahaya kenapa aku mengatakan menyenangkan sayang, dari mana yang menyenangkannya?, coba katakan di bagian mana yang kau anggap menyenangkan itu?"


" Aku tak tahu bagian mana nya tapi ketika aku mengalami sendiri tadi, aku sungguh tertantang Zac, dan ini tak pernah aku merasakannya, bukankah manusia hidup harus ada tantangan nya dulu untuk menggapai apa yang mereka inginkan..." Kenapa semua orang selalu tak menyukai jika aku ingin melakukan hal hal yang menurutku adalah kesenangan ku, padahal aku sangat menyukai tantangan tapi mereka semua hanya beranggapan bahwa wanita seperti itu ini tak pantas melakukan hal hal gila itu.

__ADS_1


__ADS_2