
Abhi yang siang ini sudah berada di dalam ruangannya dengan beberapa orang yang berada di tim nya, kini menyusun rencana untuk menyergap sebuah markas yang telah di katakan oleh sang mata mata yang telah dia sebar dari kemarin. Matanya menatap satu persatu anggota nya yang fokus dengan semua yang di rencanakan, rasa tak tega serta rasa bersalah kini hinggap memenuhi hati dan pikiran nya.
Apa ini benar, apa keputusan ku salah. Batin nya dengan berkecamuk.
Hati dan pikirannya bergelut tak karuan ketika menatap setiap wajah dari mereka, dia harus mengorbankan salah satu dari mereka, untuk melindungi wanita nya.
Apa cinta memang harus berkorban seperti ini, apa memang jatuh cinta dengan mafia harus berkorban seperti ini. Mereka adalah nyawa ju, anggota tubuh ku juga. Jika mereka gugur maka tubuh ku juga gugur, jika mereka gugur maka bagaimana dengan keluarga mereka. Hatinya terus bergelut tak karuan ketika rasa bersalahnya seakan memenuhi hati nya.
Abhi hanya menghela nafas nya dengan berat, dia tak bisa mundur meskipun dia ingin mundur sekarang, dia tak bisa maju untuk membunuh mereka sendiri dengan tangan nya.
Aku harus melindungi kedua tim ku, melindungi wanita ku, juga melindungi tim ku. Tekad nya dengan bulat.
Abhi kini mengatakan untuk mereka memakai pakaian yang anti peluru, agar dapat melindungi semua anggota tubuh mereka.
" Senjata lengkap siapkan dengan segera, granat juga perlu kalian bawah..." Ucapannya membuat semua anggota itu menatapnya dengan tak percaya, biasa nya pimpinan nya hanya akan selalu membawa senjata.
" Sir anda yakin kita akan membawa granat?" Tanyanya, karena mereka yakin bahwa mereka salah bicara.
" Musuh kita adalah sindikat besar dan kita juga akan membawa FBI di sana, setidaknya meskipun para sindikat itu tak kena granat kita, biarkan para FBI yang terkena karena dia terlalu ikut campur dalam kasus kita..." Mereka saling berpandangan satu sama lain, mereka tak tahu apa yang di lakukan oleh pimpinannya hanya untuk saling melindungi kedua tim.
__ADS_1
" Sir anda tak biasanya menyuruh kita membawa granat?, apa anda tak yakin dengan kemampuan kita?" Salah satu dari mereka kini mulai bertanya dengan bingung. Ini memang pertama kalinya Abhi menyuruh mereka membawa senjata yang bergas itu.
" Hanya untuk berjaga jaga..." Akhirnya mereka mengangguk mengerti, Abhi memang tahu seperti apa unggulnya di banding dengan tim nya yang tak ada apa apa nya untuk mereka lawan.
Setelah semua nya sudah matang kini semuanya bergerak dengan cepat, Abhi yang kali ini memimpin penyergapan itu berpenampilan gagah dengan baju dinas nya yang siap. Abhi saling menatap ke arah pimpinan FBI yang juga ada di sana. Dia tak setuju tapi apa yang di katakan Monica tadi benar jika penyergapan ini hanya dia lakukan sendiri akan percuma, karena mafia itu ingin menjebak FBI juga untuk menjatuhkan mereka.
" Bekerja sama lah dengan baik, aku yakin kalian akan bisa bekerja sama..." Ucap Komandan Antoni yang berdiri di depan ketua pimpinan tim itu.
Abhi tak menjawabnya dia hanya terdiam dengan tatapan datarnya, dia terlali malas untuk menjawab apa yang di katakan oleh laki laki tua itu.
" Kami akan bekerja sama dengan baik, asal dia yang tak memulai peperangan di antara kami..." Ucapnya dengan sinis dengan tawa yang mengejek.
Kini mereka bergerak menuju tempat di mana para mata mata telah mengintai dari kemarin, mata mata itu sebenarnya adalah orang yang sengaja di letakkan di ke police untuk memantau semua pergerakan.
Mobil yang Abhi bawah kini bergerak cepat dengan di susul oleh tim nya di belakang serta mobil yang membawa para FBI itu. Tak cukup lama mereka tiba di sebuah perhutanan yang cukup indah mereka lewati, banyak pepohonan yang besar di sekeliling jalan itu. Abhi kini menangkap satu orang yang telah memberikan tanda bahwa mereka ada di sana, dan hanya Abhi yang tahu tanda itu. Jika ada yang melihatnya mereka akan berpikir bahwa itu adalah orang police yang berada di sana.
Mereka cukup jauh masuk ke dalam hutan itu, melewati bebatuan yang cukup besar, masuk semakin ke dalam membuat cahaya matahari hanya menerobos sedikit cahaya nya. Jauh dari ramaikan kota ada sebuah rumah yang tertutup gerbang.
Kini Abhi turun dari mobil nya, mengisyaratkan mereka untuk pelan mengikuti langkahnya. Kini mereka mengendap pelan pelan masuk ke sana, dengan pistol ada di tangan mereka yang di todong kan ke depan. Abhi yang menyuruh para FBI di depan, dan tim nya berada di belakang.
__ADS_1
Kini mereka tak menemukan siapapun yang ada di sekeliling nya, hanya pepohonan serta daun kering yang berserakan di sana. Tangan Abhi menunjukan untuk maju kepada tim FBI, dan mereka hanya mengangguk tak berani mengeluarkan suara sedikit pun.
Bruak!! tendangan para FBI untuk pintu itu menimbulkan suara yang cukup keras, semua orang yang ada di sana kini langsung terkejut dengan tangan di atas, semua yang mereka pengang kini jatuh ke lantai seketika.
" Angkat tangan kalian kami kepung..." Teriakan Abhi yang membuat semua orang yang di sana tahu bahwa laki laki itu yang harus di lindungi, bahkan sampai tergores meskipun hanya sedikit.
" Tamat riwayat kalian..." Ucap pimpinan FBI itu dengan nada kemenangan. Pimpinan itu maju satu langkah, dua langkah dan akhirnya.
Dor!! satu peluru itu langsung mengenai lengan nya dengan sengaja, semua orang yang sudah mendapatkan kode langsung lari dengan segera mengambil semua senjata yang telah mereka siapkan, baku tembak itu tak dapat di hindari, suara tembakan yang berulang kali membuat merinding mendengarnya, Abhi serta tim nya kini melawan nya, Abhi bukannya melawan orang itu dengan sungguh sungguh tapi Abhi malah menembaki para FBI jika tak ada yang melihatnya, Barang bukti yang di sana kini sudah hancur tak serupa, tembakan yang sengaja di sarangkan oleh Abhi membuat narkoba itu jatuh, meja yang di gunakan untuk menimbangi barang kini juga jatuh ke lantai.
Baku tembak itu kini masih terdengar nyaring.
" Bawa tim kita untuk keluar, kita akan mengamankan bagian luar..." Katanya pada satu anggotanya, dan dengan cepat perintah itu di lakukan oleh tim nya, tim nya yang sengaja di letakkan dibagian luar oleh dirinya.
" Aku akan menetralisir bagian luar, kau tangani bagian dalam..." Abhi berkata pada pimpinan tim FBI itu dan dia hanya mengangguk mengerti dan tak curiga sama sekali.
Abhi berjalan santai dengan mimik wajah yang mengejek. " Kalian masuk perangkap ku..." Katanya dengan pelan dengan berjalan keluar.
__ADS_1
Licik, hanya itu yang di batin oleh Abhi, ke licikan nampaknya memang harus dia lakukan untuk melindungi dua tim nya agar tak ada yang gugur dalam kasus ini. Biarkan para FBI yang menanggani kasus ini dengan suara tembakan yang masih terdengar.