Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Mencari Bukti


__ADS_3

Abhi yang sudah beberapa hari ini tak melihat adik wanita nya, kini hanya menghela nafas nya dan sedikit memikirkan nasib adik nya yang tak ingin bicara sama sekali dengan dirinya ataupun menemui dirinya. Abhi merasa dirinya sebagai kakak yang gagal karena tak bisa mengambil adik nya dari rumah laki laki yang dia curigai selama ini.


Beberapa hari sudah terlewatkan, tiga hari setelah kejadian di malam di maan dia membuat reputasi adiknya hancur, jika saja dia bisa menahan amarahnya sedikit saja mungkin adiknya tak akan marah hingga detik ini. Tapi semuanya sudah terjadi, dia tak bisa berbuat apa apa lagi selain dia mengikuti alur nya sendiri.



" Valarie belum pulang?" Abhi tadi siang menemui temannya ke perusahan di mana temannya sedang berada di sana.


" Belum, aku tak tahu harus bagaimana lagi. Dia tak mengangkat telfon ku..." Abhi begitu frustasi ketika menyadari bahwa adik satu satu nya menghindarinya. Abhi tahu adiknya memang sudah mandiri sejak dulu, tapi untuk menghindarinya ini pertama kali nya mereka lakukan.


" Aku sudah bilang lu harus pura pura menyetujui hubungannya dengan laki laki itu, dengan cara itu kau bisa mencari bukti semua kejahatannya dengan diam diam..." Ide yang di berikan Aiden membuat Abhi enggan melakukan nya.


" Aku tak suka pura pura menyukai seseorang padahal aku sangat membencinya, lu tahu bagaimana karakter ku."


" Tapi jika kau dan Val menjauh seperti ini, kau tak akan tahu apa yang mereka rencanakan Abhi, ini sudah tiga hari dan kita tak tahu apa rencana mereka. Kita juga tak tahu apa mereka menikah atau belum..." Abhi tak mengatakan apapun dia hanya menyesap minuman nya dari tadi.


" Apa tak ada ide lain untuk mengetahui rencana nya dan mencari bukti, selain menyetujui hubungan mereka..." Abhi menyandarkan kepalanya yang terasa pusing memikirkan nasib adik nya itu.


" Entahlah hanya itu yang terlintas di pikiran ku saat ini, tapi apa kesatuan mu tak bisa mencari bukti lain?"


" Jalan buntu, aku yakin kita tak akan muda mencari tahu informasi mereka, yang aku punya hanya laki laki tua yang ada di kapal itu, tapi aku rasa percuma bertanya padanya karena dia tak akan mengatakan apapun kepada ku, aku yakin orang orang mereka memegang kata kata setia dan lebih baik mati dari pada membongkar jati diri mereka semua..." Memang benar selama tiga hari ini bawahan Abhi mencari semua bukti yang membawa laki laki gondrong itu ke dalam penjara tapi hasil nya adalah nol besar. Laki laki tua itu pun juga tak membuka semua informasi yang diyakini dia mengetahui nya, dia lebih memilih di siksa habis habisan dari pada membuka para mafia yang menyuruhnya menyelundupkan barang barang itu.

__ADS_1


" Jangan putus asa oke, kita akan mencari bukti itu bersama sama..." Aiden dan Abhi sama sama berfikir keras untuk mencari tahu bukti yang akan membuat wanita itu menjauhi laki laki gondrong itu. Tapi seperti nya jalan mereka tetap buntu, tak ada petunjuk yang membuat mereka menemukan jalan yang mereka cari.



Sedangkan di tempat lain Zac tetap bergelut di depan laptopnya dengan segala pekerjaannya yang sangat menumpuk, tiga hari dia tak berangkat kekantor karena para awak media seakan mengejar wanita nya jadi dia enggan menyuruh wanita nya keluar dengan dirinya yang tetap berada di dalam rumah bersama.


" Tuan seperti nya kita sedang di awasi..." Perkataan Steve membuat mata Zac menatapnya.


" Di awasi?, siapa yang mengawasi kita?"


" Saya belum tahu pasti tuan, tapi mobil hitam itu ada di sana sudah beberapa hari ini."


" Mungkin mereka semacam intel tuan, mereka yang keluar dari mobil sana memakai baju bebas tanpa mengunakan seragam nya."


" Ini pasti ulah dari Abhi itu, dia ingin mencari tahu informasi tentang aku..." Zac menghela nafas nya. " Hubungi pengawal Val, tanyakan sedang apa wanita ku, aku tak ingin kakaknya berhasil menyembunyikan..." Steve dengan cepat merogoh ponsel nya dan menghubungi seseorang yang sengaja mengawal wanita tuan nya itu.


" Tuan, nona muda sedang dalam pemotretan..." Zac lega bahwa wanita nya masih berada di dalam pengawasannya.


" Steve buat janji bertemu dengan Abhi aku ingin bicara privat dengan nya."


__ADS_1


" Anda yakin tuan, maksud ku saya takut dia malah membuat jebakan untuk anda..." Steve tentu tak ingin bos nya ini dalam masalah apalagi membahayakan nyawa bos nya itu.


" Aku yakin, kau atur tempatnya dan kosongkan semuanya. Aku hanya ingin bertemu berdua saja. Ini tak bisa di biarkan berlarut larut Steve, laki laki itu akan menjadi duri di kehidupan ku, aku tak suka di awasi seperti ini. Aku bisa saja membunuh nya sekarang, tapi aku tak melakukannya karena dia adalah calon kakak ipar ku, tapi jika melewati batas nya mungkin aku sendiri yang akan memberikan peluruh di kepalanya, tapi aku masih bisa menahannya sekarang, tidak lain waktu Steve..." Zac memang sudah merasa gatal tangan nya untuk tak membalas apa yang selalu di lakukan laki laki police itu, dia masih bisa berfikir jernih tapi dia tak yakin ini akan berlangsung lama, dia bukan laki laki yang penyabar, dia laki laki yang tak ingin hidupnya di ancam. Dia akan menyasar otaknya jika ada yang orang selalu mengancam nya.


" Baik tuan, saya akan pastikan semuanya aman jika anda bertemu dengannya."


" Satu lagi, urus laki laki yang nama Aiden itu, mata ku sakit melihat Aiden berada di samping calon kakak ipar ku."


" Baik tuan..." Steve akhirnya melangkah keluar dari ruangan bosnya itu, melakukan tugas nya yang di katakan bos nya tadi.


Steve juga segera mengurus apa yang harus dia lakukan kepada laki laki yang bernama Aiden itu, Steve juga merasa kesal ketika mengingat laki laki itu pernah memukul wajahnya waktu itu.


" Kau akan lihat bagaimana para pria pria ini bekerja..." Liriknya dengan mengetik sesuatu di ponselnya. Senyuman dari Steve sungguh menakutkan jika ada yang mengetahuinya, seseorang yang sudah mencari incarannya tak akan mungkin bisa lepas begitu saja.



Mata elang dari mereka selalu berhasil menangkap lawan nya dengan satu kali gigitan yang akan membunuhnya perlahan. Steve akan senang bermain main dengan laki laki yang bernama Aiden Jakson ini. Dia akan senang membalas apa yang dia lakukan kepadanya.


" Kau akan remuk di tangan ku Aiden Jakson, kita lihat apa kau masih bisa tertawa setelah ini..." Steve tersenyum sinis ketika rencananya untuk Aiden akan dia lakukan sekarang.


Sebenarnya Steve sudah memiliki rencana untuk laki laki yang bernama Aiden ini tapi jika bos nya belum menyuruhnya maka dia tak berani berbuat.

__ADS_1


__ADS_2