Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Perasaan Yang Kacau


__ADS_3

Malam ini setelah pertemuan penting itu Zac begitu gelisah, nama Hugo pernah dia tahu, nama Hugo yang sudah dia kubur dalam dalam kini terdengar lagi, bahkan nama itu sekarang mampu membuatnya menjadi gelisah dan tak tenang sekarang. Zac hanya memejamkan matanya menatap langit langit kamar nya, menatapnya penuh nanar seakan masa lalu itu ada di depan nya. Zac menggelengkan kepala nya dengan cepat, dia tak ingin mengenang masa masa itu.


" Honey, kau tak tidur?" Suara dari kekasihnya membuatnya menatap ke arah samping. Zac tersenyum kecut ketika sadar bawa ada wanita nya yang ada di sampingnya saat ini.


" Maaf, apa aku menganggu tidur sayang?"


" Tidak.. ada apa?, apa ada hal yang begitu serius hingga kau tak bisa tidur?" Val menangkap kegelisahan di wajah kekasihnya itu, ini untuk pertama kalinya wanita itu melihat jika kekasihnya sedang gelisah.


" Tidak sayang, hanya sedang menunggu kabar dari Steve..." Zac menjelaskan dengan suaranya yang lembut. Zac dari dulu hingga sekarang dia tak pernah merubah suara kepada wanita nya, kelembutan yang selalu dia berikan kepada wanitanya itu.


" Apa ada yang penting hingga dini hari kau menunggu kabar dari Steve?"


" Tidak ada yang penting, hanya untuk memastikan saja."


" Memastikan apa?"


" Astaga sayang kau ini, tak ada apa apa. Aku hanya perlu memastikan saja, tak terlalu penting, jadi tidurlah lagi..." Zac kembali membawa tubuh wanita nya masuk ke dalam dekapannya, memeluknya dengan erat.

__ADS_1


" Apa ini ada kaitan nya dengan orang orang yang membuat ku celaka?" Val masih saja penasaran kepada kekasihnya itu, entah kenapa rasa nya masih tak enak jika dia tak tahu apa apa yang sedang di alami kekasihnya itu.


Zac menghela nafas nya yang berat sebelum akhirnya dia bicara. " Sayang berjanjilah jika ada sesuatu yang terjadi nanti atau apapun yang terkuak dari masa lalu ku, jangan pergi Aku akan menjelaskan semuanya secara rinci, kau boleh marah, kau boleh berteriak pada ku dan boleh memukul ku, tapi please tetap jangan pergi dari ku. Aku tak akan bisa menghadapi ini semua jika tak ada kamu di sisi ku..." Val sedikit bingung dengan apa yang di katakan oleh kekasihnya.


" Honey sudah ku katakan pada mu bahwa aku tak akan pergi dari mu, meskipun aku tahu siapa kamu dan seperti apa hidup mu. Bahkan aku siap berdiri di sebelah mu meskipun kamu mafia, aku tak bercanda dengan hal itu sayang, aku bersungguh sungguh. Terlepas semua itu aku tak peduli, yang aku tahu aku mencintai mu dan kau mencintai ku. Meskipun kau di luar seperti apa kejam nya yang jelas kau selalu memperlakukan ku begitu lembut dan penuh kasih sayang, aku tak akan meninggalkan mu apapun yang terjadi nanti. Sekarang atau kapan pun, aku akan tetap di sini bersama mu..." Perkataan Valarie membuat hati Zac lega, mungkin yang saat ini dia takutkan hanya wanita nya, keselamatan wanita nya yang saat ini dia pikirkan.


" Sayang dengarkan aku baik baik..." Zac menghentikan ucapannya menatap wajah kekasihnya dengan sungguh sungguh. " Mungkin yang mencelakai mu adalah orang yang berniat mencelakai ku, yang mencelakai ku adalah orang yang aku kenal di masa lalu. Aku dan Steve masih ingin memastikan bahwa memang orang itu adalah orang yang aku kenal, jika orang itu nanti datang tolong jangan percaya apa yang dia katakan, dia hanya ingin memisahkan kita, percayalah pada ku, hanya itu yang aku minta padamu..." Valarie kini menatap kekasihnya dengan wajah datarnya.


" Masalalu?, apa dia kekasihmu dulu?, yang masih belum terima kau tinggal?" Pikiran tentang mantan laki laki gondrong itu menghantui pikiran nya.


" Dia laki laki sayang, Hugo Alfaro, dia adalah musuh ku dari dulu, jika dia mengatakan apapun jangan percaya pada nya. Aku saat ini masih tak bisa menjelaskan apapun pada mu, karena aku tak tahu memulai cerita dari mana dan aku juga masih belum siap membuka masa lalu ku itu, tapi suatu saat aku akan menceritakan semuanya kepada mu."


" Sayang aku juga ingin minta maaf kepada mu..." Val mengerutkan keningnya kali ini. " Besok kita harus segera menikah, tapi maafkan aku tak ada pesta yang seperti kau harapkan, kita hanya akan menikah di depan pastur dan keluarga kita..." Val tentu bahagia tapi kenapa pernikahan ini mendadak sekali.


" Tak apa honey, yang penting kita menikah saja dulu, masalah pesta kita bisa atur lagi..." Kedua orang itu sama sama tersenyum. " Tapi jika boleh aku tahu, kenapa kita menikah secara mendadak sekali?, bukan nya aku tak mau tapi aku hanya ingin tahu alasan nya..." Sambungnya lagi.


" Kita sudah cukup menunda pernikahan kita sayang, jadi aku ingin segera menikah. Aku ingin mengikat mu dengan tali pernikahan kita yang tulus..." Zac mencium punggung tangan wanitanya dengan lembut. " Sayang maafkan aku yang tak romantis pada mu, tapi aku ingin mengatakan. Mau kah kau menikah dengan ku Valarie Octavia Phelix, menjadi ibu dari anak anak ku, menghabiskan masa tua bersama ku, menghabiskan sisa umur kita berdua dengan cinta, membesarkan anak dan cucu kita nanti dengan ketulusan, menjadikan rumah ini rumah yang penuh cinta serta canda tawa..." Val terharu mendengar apa yang di lontarkan kekasihnya itu.

__ADS_1


" Ya aku mau menikah dengan mu dan menghabiskan masa tua kita berdua..." Zac memeluknya dengan erat, mencium pucuk kepalanya dengan bertubi tubi. " Kau laki laki yang aneh sayang, kau tadi mengatakan bahwa kita akan menikah besok. Tapi kau meletakan ucapan lamaran di belakangnya..." Sambungnya dengan tak mengerti apa yang di pikirkan kekasihnya itu.


" Kau tahu aku sudah menyusun semua perkataan yang aku ucapkan tapi tiba tiba hilang ketika menatap mata mu..." Kedua insan itu tersenyum bahagia. " Maafkan aku sayang, tak ada cincin dan tempat romantis untuk melamar mu, tapi aku juga tak tahu apa yang harus aku lakukan lagi. Aku sudah mengatakan bahwa kita akan menikah besok tapi aku berfikir lagi bahwa aku belum pernah melamar mu, jadi aku melamar mu saja di sini..." Sambungnya dengan kembali mendekap tubuh kekasihnya itu.


" Kau memang laki laki aneh Zac, kau melamar ku di tempat tidur dengan aku yang bangun tidur dan kau tahu ini dini hari. Jadi jelas kau masih memiliki hutang melamar ku dengan cara yang benar..." Godanya.


" Aku akan lakukan apa yang kau minta nanti sayang..." Kedua insan itu kini saling mendekap serta saling memeluk penuh hangat dan cinta yang begitu dalam.


Lamaran yang tak romantis yang di lakukan oleh Zac tak menjadi masalah bagi wanita cantik itu. Sebenarnya dia tak perlu lamaran apapun, dia cukup menikah sah di mata agamanya dan negaranya saja sudah cukup untuk nya, lamaran yang tak ada apa apa nya itu saja sudah cukup membuatnya melayang, seakan ada ribuan kupu kupu di atas kepalanya serta ada beberapa jari yang sengaja menggelitik perutnya.


Rasa yang kacau dari laki laki gondrong itu yang akhirnya memutuskan untuk menikah wanitanya besok siang, dia tak butuh pesta mewah saat ini yang dia butuhkan hanyalah menikah dengan wanitanya, agar wanitanya tak bisa melarikan diri jika suatu saat masalalu pahitnya terungkap.


Bersambung besok ya mak 😁 kita harus siap siap menjadi saksi bawa Zac dan Val menikah besok ya 🤭 kita siapkan gaun untuk datang ke Gereja ya untuk menjadi saksi cinta mereka bersatu.


Budayakan tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar dulu dong mak 🤭 Kasih vote dan hadiah nya juga dong buat mince 😁 agar mince tetap semangat nulis 😍😍😍


Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.

__ADS_1


Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.


Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘😘


__ADS_2