
Warning 21+ hanya dikit ya mak 😁 fokus sama si kecil dulu 😁
Jovanka yang dari tadi penasaran kini akhirnya diam diam mendatangi rumah sepupu nya itu. Jovanka yang tak menghubungi Zac langsung saja datang menemui nya, sebenarnya dia bisa saja bertanya kepada Kris ataupun suami nya tapi seperti nya itu akan percuma karena para laki laki itu tak akan mau menjawabnya dengan suka rela.
" Zac... kau di mana?, aku datang..." Teriak Jovanka membuat semua orang pembantu di sana menghampiri sepupu dari tuan muda nya itu.
" Selamat datang nyoya..." Sambut kepala pembantu yang di sana menghampiri Jovanka yang berdiri menatap semua ruangan yang di sana.
" Di mana Zac?, kenapa rumah ini sepi?" Tanya nya dengan mencari keberadaan sepupu nya itu.
" Tuan di kamar nya sedang istirahat..." Jovanka yang mau menaiki anak tangga tak jadi ketika para pembantu nya menghalangi langkahnya.
" Nyoya mau kemana?" Tanya nya dengan gugup ketika mata Jovanka lagi lagi menatapnya dengan tatapan tajam.
" Mau ke Zac, ada apa?" Jovanka baru sadar kenapa para pembantu ini menghalangi nya.
" Dia bersama kekasih nya?" Pembantu itu mengangguk pelan dengan menunduk kembali.
" Ch!! sudah lah..." Jovanka akhirnya memilih melangkahkan kaki nya menuju kolam renang, menikmati suasana di sana dengan menunggu laki laki yang sedang istirahat'.
Sedangkan yang di dalam kamar kini tengah asik bergulat ranjang bersama kekasih nya, mereka ingin menggapai apa yang ingin dia cari tadi.
" Honey..." Desaha* itu kini memenuhi ruangan kamar indah itu ketika pinggul Zac menghentakkan lebih cepat.
" Ini benar benar memabukkan sayang, ah..." Gerama* itu keluar dari bibir laki laki yang tadi kata nya sakit kepala.
Zac yang tadi tengah di obati kekasih nya karena luka adu jotos bersama calon kakak ipar nya kini malah meminta obat lain kepada kekasih nya itu. Obat yang lebih mujarab.
" Honey..." Tubuh Valarie mengejang, menggeliat di bawah kungkungan laki laki itu. Zac menghentikan pinggulnya membiarkan kekasihnya menikmati pelepasan untuk pertama kali nya.
__ADS_1
" Sekarang bekerja lah honey..." Katanya ketika Zac membalikan posisi dengan kekasih nya berada di atas nya.
Val dengan cepat memaj* mundurkan gerakan nya, menaik turunkan gerakan nya yang begitu cepat. Zac hanya bisa mendesa* dan pasrah ketika kekasih nya bergerak di atas tubuh nya. Laki laki yang selalu ingin menang dalam segala urusan kini pasrah di bawah kendali wanita itu.
" Honey, kau..." Gerama* Zac ketika sesuatu di bawah sana mengaduk aduk miliknya dengan begitu nikmat.
Zac meluma* bibir wanita itu begitu liar, mereka saling meluma* dengan liar, mereka saling membalas, saling mendesa* saling mengeram saling menyebutkan cinta mereka.
" Zac...ah..." Lagi lagi Valarie di dorong pelepasan untuk kedua kalinya. Zac yang tadi ikut bergerak dibawah membuat tubuh kekasihnya kembali menengang di atas.
" Honey..." Zac yang juga tak tahan ketika denyuta* itu terasa membuat Julio seakan terjepit membuatnya juga menyembu* kan sesuatu yang hangat di bawah sana.
Valarie kini ambruk di atas tubuh kekasihnya, dengan masih saling mengatur nafas mereka, sama sama menikmati pelepasan yang nikmat mereka rasakan. Apa yang mereka cari tadi kini tercapai dengan begitu indah.
" Astaga aku jadi merindukan suami ku..." Pikiran liar tentang suami nya kini menggerogoti pikiran dan hati nya yang membuat di bawah sana berdenyu*.
" Ini gara gara Zac, sialan..." Umpatnya lagi.
" Jovanka apa sudah lama di sini, sorry..." Zac yang tadi habis bermain, keluar dari kamarnya yang ingin mengambil minum baru tahu bahwa sepupunya itu ada di rumah nya dan sedang menunggu di tepi kolam renang.
" Dasar sepupu tak tahu di untung, kau membuat ku menunggu lama..." Zac menghindar ketika tas kecil itu melayang ke arah nya dengan sengaja.
" Lu gak bilang kalau mau ke sini, lagian ini jam aku tidur..." Elak nya dengan mengambil tas sepupunya itu.
" Kau yakin hanya tidur he?" Zac hanya tersenyum kuda ketika mata sepupunya itu menyipit dengan memandang nya tak percaya.
__ADS_1
" Aku tak basa basi Zac, siapa wanita yang ada di berita gosip dengan mu?" Zac hanya menghela nafas nya ketika sepupu nya itu mulai menanyakan apa yang terjadi di akun gosip itu.
" Kekasih ku..." Jawabnya dengan santai.
" Sejak kapan kau ingin berkomitmen he?"
" Jovanka please..." Zac memohon ketika sepupu nya akan menanyakan hal yang lain lagi. Dia bukan tak suka bahwa sepupunya bertanya lebih jauh, tapi saat ini waktunya tak tepat untuk mengatakan semua nya, kondisi dan waktu nya tak tepat jika membahas nya sekarang.
" Lalu kenapa dengan kepala mu itu?"
Zac menyentuh kepalanya yang masih di belit perban. " Gelas itu tak beruntung karena menyentuh kepala ku."
" Aku tak yakin kau ceroboh ketika bertengkar..." Jovanka tahu betul kelompok ini tak akan ceroboh ketika bertindak dan para ketua mereka juga tak mungkin melakukan kesalahan.
Selama ini Jovanka tahu betul siapa saja ketua yang ada di kelompok mafia suami nya itu, jadi dia juga tahu betul seperti apa mereka bertarung di sana.
" Kau sengaja menempatkan kepala mu bukan?" Jovanka mengejar jawaban dari sepupu nya itu.
" Iya kau puas..." Katanya dengan sinis. " Aku memang sengaja memasang kepala ku biar pertengkaran kemarin tak terlalu lama dan aku tak ingin membalas pukulan calon kakak ipar mu terlalu jauh..." Akhirnya Zac menjawabnya dari pada sepupunya itu mengejar pertanyaan yang selalu ingin dia ketahui.
" Kau bodoh cih..." Liriknya dengan kesal. " Berapa jahitan yang kau terima?" Sambungnya lagi.
" Hanya tiga, tak apa."
" Sepertinya wanita ini sangat spesial bagi mu Zac, hingga kau mau berkorban seperti ini. Jika dia spesial maka nikahi dia secepatnya jangan kau menaiki saja seperti kuda..." Tatapan tajam dan kata kata serius dari sepupu nya itu membuat Zac harus mengatakan tujuan kepada wanita di depannya, dia yakin sepupunya itu akan bisa membantu dia kali ini.
" Jovanka kau dan Jonathan adalah keluarga yang aku punya saat ini, kau yang mengenal aku, kau yang bisa aku andalkan saat ini."
" Ch !! aku tahu kau akan meminta bantuan pada ku bukan?, jalan pikiran mu bisa aku tebak sekarang Zac, kau tak akan bisa lari semua penjelasan..." Jovanka adalah wanita yang akan selalu bisa mencari cara agar orang yang dia ajak bicara mengatakan semua yang dia inginkan.
__ADS_1