
Sedangkan di mobil Van hitam Suhu dan beberapa orang masih memantau dari kejauhan, Suhu yang takut tiba tiba gadis kecil itu membutuhkan pertolongan kini enggan untuk meninggalkan depan gerbang rumah mewah tersebut. Suhu kini tak dapat di pungkiri bahwa dirinya panik bukan main, rencana yang mereka susun kini gagal total, rencana nya harusnya bukan begitu tapi tapi semuanya gagal karena kakak nya yang tiba tiba baik.
Tangan Suhu bergetar dia sedikit ragu mengabari bosnya, tapi dia harus segera melapor agar bosnya bisa melanjutkan misi yang satunya. Tangan nya kini mencari nama bosnya, jantungnya berdetak tak karuan ketika deringan pertama belum mendapatkan jawaban.
" Rencana kita gagal Bos...." Nada panik dari Suhu kini membuat sang Singa hanya membuang nafasnya dengan kasar. Suhu yang dari awal langsung mengatakan nya langsung membuat sang Singa hanya menghela nafasnya dengan kasar.
" Kenapa bisa gagal?" Suhu menceritakan semuanya dari awal hingga dia yang masih tetap memantau dari kejauhan. Suhu hanya mampu mendengar hela nafas yang kasar dari bos nya. Jantungnya malah tak karuan ketika tak mendapatkan jawaban dari bosnya, hanya nafas kasar yang dia dengar sedari tadi.
" Bos anda mendengarkan saya?" Tanyanya dengan hati hati ketika dia selesai menceritakan kejadiannya dan tak ada jawaban dari bosnya.
" Hmm saya mendengarkan nya, tetaplah di situ jangan beranjak sebelum aku menyuruh kalian pergi."
" Baik bos."
Sedangkan Zac kini gelisah rencana awal yang harus berhasil kini malah gagal, Zac sebenarnya tahu setiap rencana tidak mungkin lolos begitu saja, pasti akan ada kendala tapi harusnya rencana yang muda ini tak boleh gagal karena ini adalah kunci senjata yang akan di pergunakan untuk melawan nya. Zac kini mengusap wajahnya dengan kasar rencana yang harusnya sudah tersusun rapi kini harus di tata ulang oleh mereka semua.
" Batalkan misi kita yang selanjutnya, kita harus menata ulang rencana kita untuk menyerang mereka..." Suara tegas dari Zac kini membuat semua orang yang ada di sana akan berjalan ke posisi mereka pun harus menatap ke arah Singa yang duduk dengan guratan wajahnya.
" Kenapa harus di batalkan ada apa?" Jonathan yang juga ada di sana kini juga sama terkejutnya dengan mereka.
" Rencana awal kita gagal, kita harus menyusun rencana awal kita lagi."
__ADS_1
" Tidak bisa Bos mungkin sebentar lagi apa sudah aku kirim akan segera sampai di rumah itu..." Albert dan Andre yang tadi sudah berdiri untuk kembali ke kantornya kini harus terduduk kembali ketika bos nya ingin membatalkan rencana.
" Apa tidak bisa di hubungi untuk mencegahnya?, kita harus mencari cara lain lagi Al. Aku tidak ingin melawan orang tanpa rencana yang matang, rencana kita yang sudah tersusun saja gagal apa lagi rencana yang tidak tersusun."
" Hubungi kurir mu untuk kembali..." Timpal Jonathan. Albert kini menghubungi kurir nya tapi tak ada jawaban apapun dari orang nya.
" Permisi apa ini benar rumah dari Tuan Peter Heeney?" Seorang laki laki berkulit hitam kini tiba di depan gerbang rumah mewah dari keluarga Peter.
" Anda siapa?, ada keperluan apa mencari bos saya?" Seorang laki laki yang tak kalah mempunyai badan yang tegap kini menghampirinya.
" Saya hanya ingin mengantarkan surat ini Tuan..." Kurir itu langsung menyerahkan sebuah kertas berwarna coklat. " Bisakah saya bertemu dengan Tuan Peter?"
" Maaf Tuan tidak bisa, ini adalah surat penting jadi saya harus memberikan ini kepada Tuan Peter, jika saya tidak bertemu dengan Tuan Peter maka saya tidak bisa memberikan kepada siapapun karena surat ini sangat rahasia."
Penjaga itu hanya menatapnya dari atas hingga bahwa dan tak ada yang mencurigakan apapun dari orang tersebut. Sedangkan kuris menunjukan amplop yang berwarna coklat itu yang bertulisan Law Firm. Sang penjaga pun akhirnya kembali kedalam posnya dia menghubungi bosnya untuk memberi tahu bahwa ada surat dari seorang Law Firm.
Tak berselang lama Peter yang dari tadi merasakan pusing kini muncul dengan terburu buru, dia tak tahu siapa yang ingin datang menemuinya.
" Kau membawa surat untuk ku?"
" Apa anda Tuan Peter?" Laki laki tua itu mengangguk dengan cepat. " Ini ada surat untuk anda Tuan, silahkan tanda tangan di sini..." Peter dengan segera menandatangani seperti yang di katakan oleh kurir tersebut. " Kalau begitu saya permisi..." Peter mengangguk dia tak sabar ingin membuka surat yang di tutupi amplop coklat.
__ADS_1
Peter dengan segera masuk ke dalam rumahnya jantung kini sudah tak karuan, detaknya begitu cepat dia di buat bingung ketika tadi sempat melirik alamat dari pengirim dokumen tersebut.
" Ayah dari mana?" Suara dari Anna mengejutkan langkahnya.
" Tidak dari mana mana..." Jawabnya dengan gugup.
" Benarkah?, kenapa Ayah gugup?, apa yang Ayah sembunyikan itu?" Anna kini melirik kearah tangan sang Ayah yang tiba tiba langsung kebelakang seakan menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
" Tidak ada apa apa sayang."
" Ayah jangan sembunyikan apapun dari aku, aku adalah anak mu Yah, aku berhak tahu masalah apa yang Ayah hadapi saat ini."
" Terkadang orang tua memiliki masalah sendiri Anna, dan anak tidak harus tahu masalah apa yang harus orang tua hadapi, jika masalah itu begitu membahayakan pasti orang tua akan memberi tahu kepada anak nya."
" Ayah jangan membuat ku cemas, di dunia ini tak ada yang aku punya kecuali Ayah, jadi please jangan membuat ku takut..." Anna kini sedikit memelas wajah sinis serta suaranya yang meninggi kini tiba tiba memelas ketika berbicara kepada Ayahnya.
" Tidak ada yang membuat mu cemas sayang, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Ayah baik baik saja dan masalah Ayah hanya masalah sepele tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Jika Ayah memiliki masalah yang berat Ayah pasti akan bilang kepada mu..." Peter dari dulu selalu memanjakan putri satu satunya. Dia merampas yang bukan menjadi haknya hanya agar sang putri tidak memiliki hidup yang susah dan tidak ingin putrinya menderita karena kemiskinan.
" Ayah janji akan mengatakan apapun masalah Ayah jika masalah Ayah berat?" Peter kini mengangguk dia segera memeluk sang putri dengan erat. Anna yang selalu kasar dan selalu dingin kepada semua orang selalu hangat ketika bersama sang Ayah.
Anna tahu seperti apa perjuangan Ayahnya dulu, Anna selalu tahu sepertinya susahnya mereka dan karena kerja kerasnya sang Ayah membuat hidup mereka seperti ini. Meskipun kerja keras itu dengan merampas hak orang lain, Anna tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa lalu Ayahnya yang dia tahu adalah sang Ayah sangat menyayanginya dan Anna selalu membanggakan Ayahnya yang selalu menuruti apa saja keinginan dirinya.
__ADS_1