
Kabar duka itu kini menyelimuti hati Adriano bahkan sejak tadi dia hanya termenung di pojokan penjara tanpa bisa berkata apa apa lagi. Matanya menatap nanar ke arah depan dia tak menyangka gadis polos itu kini berubah menjadi mengerikan seperti itu. Adriano menghapus air matanya ketika air mata itu kini menetes di ujung matanya.
Adriano kini hancur tak ada yang lagi membuatnya bertahan di sini. Istrinya pergi meninggalkannya sedangkan adiknya sudah tak menganggap dirinya ada. Penyesalan hanyalah ada di belakang.
Adriano kini menyesal bukan main, dia kini meratapi nasibnya yang seperti ini. Meskipun Anna seperti itu tadi dia tak bisa memungkiri jika dia sangat mencintai wanita itu, Anna selalu bersikap baik kepadanya, selalu memperhatikan semuanya dengan baik. Wanita itu sebenarnya adalah wanita yang baik tapi entah kenapa dia selalu tak suka dengan keluarga Adriano dan jawabannya adalah karena keluarga Adriano miskin.
" Kau tau Pa jika nanti kita sudah tak ada, aku tak ingin kamu dulu yang di ambil Tuhan, biarkan aku saja dulu pergi karena aku tak mampu kehilangan mu sebelum aku yang pergi..." Anna berkata dengan memeluk Adriano.
" Jangan berkata seperti itu sayang karena aku juga tak akan sanggup tanpa mu, aku tak akan mampu bertahan di sini tanpa mu. Jadi jangan pergi sebelum aku yang pergi dahulu."
" Jika begitu kita harus berdua yang pergi bersama sama agar tak ada yang merasakan kesepian dan kehancuran. Jika harta kita yang hilang kita masih bisa mencarinya tapi jika cinta kita di bawah mati maka tak ada jalan lain selain ikut kemana cinta kita terkubur. Aku mencintai mu Adriano tetaplah seperti ini bersama ku, jangan pernah pergi dari sisi ku."
" Aku juga mencintai mu Anna, apapun yang akan terjadi nanti di depan sana, aku pastikan aku ada di sisi mu dan sebelah mu."
Obrolan itu kini teringat oleh Adriano, dia tak menyangka apa yang di katakan oleh istrinya kini terjadi. Dia lebih meninggalkan dirinya lebih dahulu di banding dia menunggu kepulangan Adriano.
Adriano kini mengusap wajahnya dengan kasar dia meratapi nasibnya yang benar benar kacau tak karuan saat ini. Kini para tahanan telah di keluarkan mereka kini di giring ke arah lapangan untuk berolahraga dan mengambil sarapan paginya. Adriano yang berjalan hanya menunduk kini merasakan rasa sakit dan rasa sedih yang begitu dalam.
Peter kini melihat menantunya yang sudah duduk dengan makanan yang ada di depannya. Peter kini menghampirinya dengan segera.
__ADS_1
" Adriano..." Sapa Peter.
Adriano yang mendengar suaranya itu kini langsung menatap kearah Ayahnya yang duduk di depan nya. Adriano kini menatap mertuanya dengan tatapan penuh dengan rasa bencinya.
Ini semua gara gara laki laki tua ini, jika saja bukan dia yang seperti ini tak mungkin Anna meninggal dan ini semua tak mungkin seperti ini. Sisi Adriano kini mengatakan tentang hal itu.
" Aku dengar kau ingin mengakhiri nyawa mu?, sekarang gimana kabar mu?" Peter berucap pelan dengan menatap menantunya.
" Bagaimana kabar dari Anna?, apa kau sudah mendengar kabarnya?, aku begitu cemas tak mendengar kabar dari putri ku. Ya Tuhan lindungi dia dari segala bahaya yang mengancamnya..." Ujarnya dengan pelan.
Adriano kini begitu muak dengan Peter jika saya dia bukan mertua nya maka dia akan memberikan bogem mentah kepada nya. Adriano kini tak menjawabnya dia memilih untuk pergi dari sana meninggalkan Peter yang menatapnya dengan diam.
" Katakan dulu gimana kabar Anna?, aku hanya ingin mendengar kabarnya..." Sambungnya.
Adriano kini mendorong tubuh laki laki tua itu dengan kasar membuat Peter terdorong cukup jauh dari tempatnya berdiri.
" Kau mau dengar kabar Anna, aku beri tau. Anna sudah meninggal dan dia baru saja di kubur oleh Maria adik ku yang membawa dendam kepada kita semua..." Teriakan dari Adriano kini membuat Peter tertegun dia tak menyangka bawa putrinya telah tiada.
" Ini semua salah mu, jika bukan karena kau yang gila harta dan kau melakukan hal ini semua kita tak mungkin seperti ini, aku kehilangan istri ku dan adik mu karena kau yang seperti ini..." Adriano kini berteriak kencang tak memperdulikan semua orang menatap ke arah mereka.
__ADS_1
Peter masih tertegun dia tak menyangka bawa putrinya begitu cepat meninggalkan dia. Peter kini masih tertegun tak menyangkan dengan semua ini.
" Adriano katakan ini semua hanya kebohongan, aku tak percaya dengan yang kau katakan..." Peter kini kembali bertanya tentang putrinya dia tak percaya dengan apa yang di katakan oleh menantunya.
Adriano kini pergi meninggalkan Peter tapi sayangnya Peter mengejar menantunya dengan menarik kembali tangan menantunya. Adriano yang segera mendorong laki laki tua itu dan memberikan bogem mentah kepada wajah Peter membuat Peter tersungkur.
Suara ricuh di sana kini terdengar semua orang yang di sana kini seperti biasanya akan mendapatkan tontonan gratis ketika Adriano memberikan bogem kepada mertuanya.
" Jangan menyentuh ku lagi, aku dan anda sudah tak memiliki hubungan apapun, anda dan aku sudah tidak ada ikatan yang membuat kita menjadi keluarga, kau dengar."
" Adriano tunggu..." Peter kini merangkak menggapai kaki menantunya.
Adriano kini menendangnya dengan kencang membuat laki laki itu kembali tersungkur di lantai dengan keras. " Jika aku tidak memikirkan tenaga mu yang sudah tua aku pasti sudah menghajar mu di sini..." Adriani berbicara ketus dan meninggalkan Peter yang tak berdaya di bawah dengan meratapi nasibnya.
kini penderitaan nya sempurna dia tak memiliki siapapun, putri yang saat ini masih dia pikirkan ternyata telah meninggalkan dirinya begitu saja. Peter meratapi nasibnya yang begitu hancur.
Kehancurannya saat ini begitu sempurna, tak ada sisa lagi di sisi nya. Semuanya pergi dan dia tak memiliki siapapun di sini. Hanya ada rasa penyesalan yang kini memenuhi hati dan pikirannya. Peter kini hanya bisa merenungi semua kesalahannya di masa lalunya.
Jika saja dia tidak gila harta mungkin ini semua tak mungkin terjadi, jika saja dia tak tega mengambil semua harta dari Yun, rasa derita ini tak mungkin dia alami, mungkin putrinya akan tetap hidup. Meskipun mereka dalam kemiskinan mungkin mereka akan bahagia, di banding saat ini dia yang sudah merasakan kekayaan tapi tetap saja tak memiliki apapun jika dia ada di sini.
__ADS_1
Peter dan Adriano kini harus menanggung apa yang telah mereka perbuat. Apa yang mereka tanam maka itulah yang mereka dapatkan dari ini semua. Peter dan Adriano kini harus menanggung setiap apa yang mereka lakukan di masa nya dan saat ini kehancuran mereka sempurna, tak memiliki siapapun dan hanya menemukan orang asing di dalam sana.