Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kekuasan 3


__ADS_3

" Bagus kau baru datang siang ini..." Zac langsung berkata sedikit dingin ketika melihat asisten nya masuk ke dalam ruangan nya siang itu.


Steve menelan ludah ketika mendengar suara bos nya yang dingin menyambut kedatangan nya yang siang ini. Steve bahkan tak berani berkata apa apa selain hanya menunduk tak mengatakan apapun.


" Maafkan saya bos, saya bangun kesiangan hari ini. Badan saja terasa sangat lelah beberapa hari ini..." Ucapnya dengan menunduk ketakutan.


Zac menatap kearah asisten nya dengan tatapan datarnya. Dia baru sadar bahwa asisten nya juga manusia yang bisa merasakan kelelahan pada tubuhnya.


" Aku kira kau melepaskan masa perjaka mu tadi malam..." Lagi lagi Steve di buat tak bisa berkutik ketika bos nya mengatakan dengan benar. Rasa lelah nya Steve bukan karena lelah masalah nya, tapi lelah energi tubuhnya terkuras karena pergulatan panas nya dengan kekasih barunya.


" Maafkan saya bos saya tidak akan mengulanginya..." Ucapnya dengan pelan dan menunduk.


" Nona Jennifer juga tak bisa di hubungi bahkan dia juga terlambat datang nya, di mana dia?, apa dia masih di teror oleh orang orang itu?" Zac kini menatap kearah Steve dengan tatapan yang biasa. Sedangkan wajah Steve sudah panik ketika bos nya bertanya tentang wanita itu.


" Saya tidak tau bos, saya juga belum bertemu dengan nya..." Steve tentu saja berbohong ketika bos nya bertanya tentang wanita itu.


" Baiklah, kembali ke meja mu..." Steve mengangguk pelan sebelum akhirnya dia kembali keluar dari ruangan itu.


Steve bernafas lega karena bos nya tak mencurigai apapun. Steve mengutuk dirinya yang bodoh karena terbuai oleh cinta membuatnya terlambat dan hampir membuat bos nya curiga pada dirinya. Steve tak ingin ada yang tahu tentang hubungan nya dengan Jenni, biarkan ini menjadi rahasia terlebih dahulu sebelum dirinya sendiri yang mengatakan sendiri pada bos nya.


Sedangkan di ruangan Jenni kini tengah mengambil nafas dalam dalam sebelum akhirnya memberikan seorang masuk kedalam ruangan nya itu. Jenni tersenyum sedikit ketika melihat seorang laki laki yang datang menemuinya.

__ADS_1


" Tuan Albert maafkan saya yang tak menjawab telpon dari anda, saya tadi ada masalah di perusahan saya yang lama jadi saya harus mengurusnya terlebih dahulu..." Jenni langsung mengatakan kenapa dirinya tak bisa menjawab waktu laki laki itu menghubunginya.


" Tak masalah nona, tapi saya pikir tadi anda sedang bersama kekasih anda maka dari itu anda datang terlambat..." Albert kini duduk di depan wanita itu, menatap wajah wanita itu, pandangan nya sedikit menyipit ketika melihat secara jelas warna kemerahan yang bertaburan di leher wanita itu.


" Tidak tuan, saya tadi ada urusan yang harus saya selesaikan di perusahan saya yang lama..." Jawabnya dengan berbohong, tentu saja wanita itu akan berbohong. Dirinya tak mungkin mengatakan bahwa dia tadi tengah bersama kekasih baru nya, Steve.


Albert hanya tersenyum kecut ketika melihat leher wanita itu begitu banyak tanda kepemilikan di sana, tapi wanita itu malah berkata tidak.


Semua orang memiliki privasi masing masing, tentu saja. Batin Albert dengan tertawa geli dibatin nya.


" Tuan ada apa anda datang kemari?, ada yang bisa saya bantu?" Albert tersadar dari lamunan nya ketika suara lembut dari wanita itu membuyarkan nya.


Tangan Jenni kini mengambil dokumen itu yang berada di laci meja besar nya. Memberikan segera kepada Albert dan Albert segera membuka nya melihat angka angka itu. Data data yang dia lingkari adalah data data angka yang tak sesuai dengan dokumen yang asli nya. Albert hanya mengangguk melihat kinerja wanita audit ini yang selalu memuaskan.


" Itu hasil akhirnya tuan, meskipun tak terlalu besar angka nya, tapi untung kita segera menemukan itu semua."


" Hmm.. terima kasih. Aku akan segera berikan ini kepada Alex..." Jenni mengangguk ketika laki laki itu berdiri dengan membawa dokumen yang ada di tangan nya. " Lain kali jangan bikin tanda di leher karena itu sangat terlihat jelas di sana..." Albert yang selalu berbicara seperti itu kini langsung meninggalkan wanita itu yang langsung meraba leher nya.


Jenni yang tadi tak sempat melihat lehernya kini segera mengambil kaca di tas kecilnya, dan matanya hampir lepas ketika tanda tanda merah itu bertaburan di sana dengan tanda yang begitu banyak.


" Astaga Steve..." Geramnya karena dirinya begitu marah melihat perbuatan dari kekasihnya itu.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain David kini duduk di ruangan privat bersama seorang laki laki yang dari tadi sedang kesal bahkan belum satu hari ini perasannya sudah sangat kacau. Bahkan semua perusahan yang dia berikan presentasi kini tak ada yang tertarik dengan apa yang dirinya tawarkan, tak ada satu pun yang menerima tawaran kontrak itu. Para penanam saham pun dengan segera menarik semua saham nya bahkan ada yang membatalkan dengan alasan yang tak masuk akal.


" Buat apa kau mengajak ku bertemu disini?, jika tak penting aku akan menghajar mu?" Suara dingin dan kesal dari laki laki itu membuat David hanya menatapnya dengan datar.


" Tenang dulu bro, aku membawa kabar yang membuat mu akan senang..." Laki laki itu langsung menatapnya dengan tatapan tanda tanya, serta ada sedikit harapan. " Jennifer menerima untuk bekerja sama dengan mu, dia mau mengikuti misi mu asal kau bisa melindungi nyawanya...." Perkataan nya membuat laki laki itu tak percaya bawa wanita yang menolak tegas dirinya kemarin kini menyetujui misi yang dia bawah.


" Kau yakin dia menerima tawaran ku?" Laki laki itu tentu saja menyakinkan dirinya lagi, dirinya takut bahwa telinga nya salah mendengar.


" Dia hanya meminta untuk kita melindungi nyawa nya dan dia juga menyuruh mu untuk mengatakan pada orang orang mu menghentikan meneror nya, dia terlalu sayang pada nyawa nya..." Perkataan David membuat orang itu terdiam dan tak mengerti.


" Aku tak mengerti maksud mu?, jika dia butuh perlindungan nyawanya dari orang orang itu maka aku bisa lakukan, tapi untuk mengatakan pada orang orang yang menerornya tak bisa, karena aku tak tahu siapa yang menerornya."


" Bukankah kau yang menyuruh orang orang itu untuk meneror Jenni dan mengirimkan orang orang pembunuh bayaran untuk menakutinya?" Orang itu lagi lagi menggeleng karena pada dasarnya orang itu tak tahu apapun.


" Jangan konyol David, dia adalah umpan untuk diriku menangkap ikan besar jadi mana mungkin aku melakukan hal itu..." David kini menceritakan semua yang dialami oleh Jennifer itu, tak ada yang luput David ceritakan kepada laki laki itu.


Sedangkan orang itu hanya diam dia mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh David, teman dari kecil itu.


" Jika bukan kau yang melakukan nya, lalu siapa yang meneror nya selama ini Marco?" Laki laki itu menggeleng tak tahu karena memang bukan dirinya yang melakukan hal itu semua.


Laki laki yang ingin menghancurkan perusahan Zac Kozan dari dalam adalah Marco teman dari David pimpinan agen CIA, dan sekarang misi itu di tawarkan kepada Jennifer. Wanita yang sudah terperangkap oleh cinta laki laki dingin yang ingin di hancurkan oleh kedua laki laki itu.

__ADS_1


__ADS_2