
" Cristian, kau bisa memangil ku Cris!" Laki laki tampan itu pagi ini telah duduk bertiga dengan sama sama laki laki lain nya.
" Bryan..." Jawabnya dengan tenang. " Jadi kau yang selama ini memesan Amel dengan cara menyuruh orang lain menjadi perantara nya?" Bryan tak menatap ke arah laki laki yang duduk di depannya.
" Aku bukannya munafik tapi apa yang aku lakukan untuk menjaga nama baik. Jika itu membuat mu tersinggung aku sungguh meminta maaf."
Bryan bahkan tak ingin menjawabnya dia hanya menyesap kopi yang ada di depannya dengan gayanya yang dingin. Bryan memang selalu memiliki sifat yang dingin jika dengan orang yang belum di kenal oleh nya.
" Cris kemarin kakak dari mendiang Amel menghampiri Bryan dan dia sempat mengancam sepupu ku dengan pistol..." Timpal William.
Cristian terkejut dia tak tau jika wanitanya memiliki sosok kakak. " Aku tak tau jika dia memiliki kakak."
" Cih!! kau mengatakan cinta tapi kau tak tau apa apa tentang nya..." Sindir Bryan dengan ketus.
" Bryan kau selalu seperti itu..." William hanya menggeleng kan kepalanya ketika dia tau bahwa sepupunya bersikap dingin kepada temannya itu. " Cris maafkan dia, dia memang seperti itu..." Sambungnya lagi.
Cristian hanya mengedipkan matanya seakan hanya dengan berkedip itu tanda sebagi dia mengeri tentang semuanya yang terjadi.
" Jadi kau di ancam oleh kakak nya? bisa kau ceritakan kepada kami?"
Bryan menatapnya dengan rasa malas nya tapi dia yang di tatap oleh William akhirnya memilih untuk menceritakan bagaimana cerita semalam.
Kedua laki laki yang ada di sana kini mendengarkan cerita dari Bryan yang mengatakan tentang bagaimana dia yang di ancam oleh sosok wanita kakak Amel. Sampai pagi tadi sosok wanita itu telah pergi dari kamar pribadinya.
" Jadi dia ingin membalas dendam juga kepada orang orang yang telah menyebabkan kematian adiknya."
" Tapi kau sungguh tak mengiyakan rencananya bukan?" William menatap ke arah sepupunya dengan sungguh sungguh.
__ADS_1
" Aku bukan orang ceroboh yang akan mengajak wanita untuk membahayakan wanita itu."
William bernafas lega ketika mendengar apa yang di katakan oleh sepupunya itu. Setidaknya tak akan menambah masalah lagi jika mengajak wanita dalam misi ini.
" Tapi tunggu! bagaimana kita mencari tau siapa yang melakukan ini kepada Amel? kita tak tau siapa yang berada di dekatnya beberapa hari ini?"
" Yang dekat dengan Amel beberapa hari ini adalah teman mu! maka tanyakan kepada teman mu itu, jangan jangan dia terlibat."
Cristian langsung menatap ke arah Bryan dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Sepupu dari temannya itu langsung menuduh nya dengan secara langsung.
" Kau menuduh ku?" Cristian menyilangkan tangan nya ke dada menatap sungguh sungguh ke arah Bryan yang juga menatapnya.
Bryan hanya mengangkat kedua bahunya merasa acuh kembali. William lagi lagi merasa kesal kepada sepupunya yang selalu bersikap seperti ini kepada orang asing.
" Jika aku terlibat aku tak akan ada di sini bersama kalian untuk membalas dendam atas kematian wanita ku..." Ujarnya dengan penuh penekanan.
" Aku tak tau apa yang ada di pikiran mu bukan? siapa tau kau hanya mencari informasi tentang kita..." Jawabnya dengan tenang.
" Kenapa malah kalian yang berdebat?" Timpal William yang memisah perdebatan mereka berdua.
" Tapi sepupu mu yang menuduh ku terlebih dahulu Will."
William hanya mengisyaratkan kepada Cristian untuk tenang, lagi lagi Cristian hanya bisa menahannya dengan rasa geramnya dia tak suka di tuduh seperti ini.
" Aku merasa kehilangan orang yang aku cinta, semua rencana yang aku susun untuk menikahnya hancur karena kematian nya yang secara mendadak. Tak hanya kalian yang berduka tapi aku lebih berduka dari kalian semua, tapi dia malah menuduh ku ingin berencana dalam hal buruk ini..." Suaranya meninggi dia merasa sakit ketika ada seorang yang mempertanyakan tentang hatinya bahkan dengan cara langsung menuduh nya seperti ini.
Bryan hanya diam dengan seribu pikirannya yang penuh, tatapan yang tenang bahkan meskipun lawan bicara sudah meninggikan suaranya dia tetap terlihat tenang dan santai. Dia tau dia salah menuduh orang tapi dia tak memperlihatkan bahwa dia tengah bersalah.
__ADS_1
" Aku tak tau kau memiliki masalah apa dengan ku tapi semenjak aku datang seperti nya hanya kau yang tak suka dengan ku. Jika mungkin kau mendengar cerita adik mu yang selalu mendapatkan pekerjaan tambahan aku minta maaf karena itu memang urusan pekerjaan tak ada maksud lain apapun."
Cristian mungkin tau jika sekretaris nya adalah adik dari laki laki yang ada di depannya dan mungkin dia juga mendengarkan keluh kesah adiknya yang selalu mendapatkan pekerjaan tambahan dari bosnya tapi itu murni profesional pekerjaan tak ada maksud jahat dengannya.
Lagi lagi Bryan hanya bersikap tenang dia bahkan semakin menatap nya sengit. Entah kenapa sepertinya Bryan sangat tidak senang dengan keberadaan laki laki yang bernama Cristian ini.
" Sudahlah jangan bertengkar, sebaiknya kita memikirkan bagaimana kita bertemu dengan orang orang yang membunuh Amel. Bukannya malah bertengkar dengan tak jelas seperti ini..." Timpal William yang menatap mereka satu persatu.
" Bryan turunkan sedikit keras kepala mu itu, tak semua masalah bisa kamu selesai kan dengan seorang diri, terkadang kita harus membutuhkan pertolongan orang lain..." Sambung nya dengan menatap sepupunya itu.
William tau sifat sepupunya itu yang setiap memiliki masalah tak ingin di selesaikan dengan orang banyak. Tapi dia selalu menginginkan masalahnya terselesaikan dengan seorang diri.
Bryan tak menjawabnya bahkan tak menoleh ke arah William yang sedang menasehatinya dia selalu bersikap acuh dan dingin. Sedangkan William yang mengetahui dari kecil sifat itu hanya menghela nafasnya dengan kasar dengan sedikit menggeleng kan kepalanya yang tak habis pikir dengan sepupunya itu.
" Cris jangan masukan hati apa yang di katakan oleh dia, Bryan memang begitu."
" Tak masalah, asal jangan menuduh ku yang bukan bukan-"
" Jika aku menuduh mu,apa yang akan kau lakukan he?" Tatapannya sangat menantang ke arah Cristian.
" Aku akan menghancurkan mu dengan tangan ku sendiri..." Ancamnya dengan menatap tajam.
" Maka aku akan menunggu kau menghancurkan aku..." Kini Bryan yang berdiri menarik baju Cristian hingga membuat laki laki itu juga ikut berdiri.
" Kau menantang ku? maka aku akan meladeni mu..." Cristian menghempaskan tangan Bryan dengan kasar.
Bruak!! William yang mengebrak meja membuat kedua laki laki tetap tak goyah sedikit pun. Tatapan mereka sungguh masih menantang, bahkan tatapan Bryan sangat sinis ke arah Cristian.
__ADS_1
" Kalian berdua ini harusnya memikirkan cara menemukan pelakunya bukan malah ingin bertengkar seperti ini..." William kini meninggikan suaranya.