
Alinna akhir nya mengulurkan tangan nya dengan wajah nya yang masih menatap laki laki di depan nya.
" Alinna Kannika.." Kata nya dengan lembut.
" Zac Kozan.." Laki laki tampan itu dengan rambut gondrong nya yang di kuncir, serta rahang nya yang di tumbuhi brewok tipis, menatap perempuan yang memperkenalkan dirinya dengan saling berjabat tangan. Dan untuk pertama kali nya Zac menyebut semua nama lengkap nya ketika berkenalan dengan wanita.
" Saya sudah menepati janjiku, maka saya sudah boleh pergi.." Alinna melepaskan tangan nya yang sedang berjabat tangan dengan laki laki tampan.
" Apa anda tak di sini sampai acara selesai."
" Tidak, saya masih banyak urusan Tuan Zac.." Tolak nya.
" Apa saya boleh mengajak anda makan atau minum.." Alinna mengerutkan kening nya ketika laki laki yang di depan nya tanpa basa basi mengajak nya.
" Maaf Tuan Zac, saya sedang hamil muda jadi saya tidak bisa kemana mana."
Jeder !!!!
" Ha.. hamil.. maaf kan saya kalau begitu.." Zac secara perlahan mundur dari cara nya yang ingin mengajak Alinna berkencan.
" Saya permisi Tuan.." Alinna segera meninggalkan rumah tersebut, Zac hanya menatap ke depan hingga punggung wanita itu tak terlihat karena sudah masuk ke dalam mobil nya.
" Sudah punya suami tapi masih berkarier.." Gumam nya dengan pelan.
Alinna memang tengah hamil muda, dia tak ingin mengatakan kepada ayah biologis calon anak nya yang belum lahir ke dunia, biarkan kehamilan ini menjadi rahasia dia. Setelah dia menganti identitas nya dan pindah ke Italia dia baru tahu bahwa dirinya kini tengah hamil, Alinna awal nya menolak kehadiran bayi dalam kandungan nya, tapi hati nya menolak untuk membunuh bayi mungil yang tak tahu apapun, Alinna bertekad untuk melahirkan bayi tersebut, membesarkan bayi nya yang telah dia buat dengan Alex.
Seorang anak tak akan pernah tahu kesalahan yang di buat orang tua nya, maka jangan pernah jadikan anak sebagai korban keegoisan orang tua nya. Alinna selalu menutup diri nya jika ada laki laki mendekati nya, Alinna akan selalu berkata terang terangan jika dirinya tengah hamil, agar laki laki yang mendekati nya mundur secara perlahan dan akan beranggapan dirinya sudah bersuami. Jovanka pun hanya tahu bahwa Alinna tengah hamil tanpa mengetahui bahwa Alinna tidak memiliki suami.
" Jovanka.. teman mu tadi apa benar tengah hamil.." Zac penasaran takut nya itu hanya akal akal an Alinna.
" Hmm.. jangan dekati dia Zac, dia sudah punya suami."
" Aku tahu.. aku tak akan mendekati istri orang jovanka."
__ADS_1
" Bagus kalau kau tahu.." Zac hanya terdiam, dia sedikit menyesal karena sempat merasa penasaran kepada sosok Alinna. Sebelum dia melangkah dia sudah di patahkan oleh kebenaran bahwa wanita itu tengah hamil.
" Alex selamat datang.." Jonathan menyambut Alex yang baru datang. " Akhir nya kau datang, aku kira kamu tak datang.." Sambung nya.
" Aku pasti datang Jo.." Jawab Alex dengan tersenyum. " Hai cantik, ini Paman bawakan kado untuk mu.." Alex menyapa wanita kecil yang tengah di gandeng teman nya tersebut.
Ini anak Jonathan dan Jovanka ya sayang 😘
" Hai Paman.. terima kasih.." Natalie mengambil kado yang di serahkan di depan nya.
" Ayo masuk, aku kenalkan dengan para tamu yang lain.." Jonathan dan Alex kini masuk ke dalam.
Alex menatap kagum dekorasi yang terpampang indah di sana, Alex mengedarkan pandangan nya, ia menyunggingkan senyum tipis di bibir nya.
" Alex kenalkan ini Zac, dan Zac ini Alex.." Jonathan mengenalkan mereka berdua, dan mereka saling berjabat tangan dengan senyuman.
" Honey dia Alex dan Alex ini istri ku, jovanka.." Mereka juga saling berjabat tangan dengan saling berkenalan.
" Paman mana kado ku?, kenapa hanya Natalie yang di beri kado.." Laki laki kecil yang tampan itu menagih kado kepada Alex yang tengah duduk santai sambil mengobrol dengan Jonathan serta Zac.
Alex hanya menatap bingung. " Bro anak lu kembar?" Jonathan hanya mengangguk dengan cengengesan.
" Lu gak bilang.." Desis nya dengan pelan.
" Paman.." Panggil nya dengan menarik tangan Alex.
" Maaf, paman tidak tahu jika kalian kembar, paman pikir hanya Natalie saja."
" Yaa, paman pelit.." Gumam nya dengan kesal.
Alex bukan nya marah melainkan menyunggingkan senyum di bibir nya. " Bagaimana kalau besok kita jalan jalan berdua dan kami bisa memilih apa saja yang kamu suka sebagai ganti kado dari paman."
" Paman janji, aku bisa memilih apa saja yang aku mau?" Laki laki kecil itu langsung tersenyum senang.
__ADS_1
" Asal kita di beri ijin daddy mu dan mami mu besok."
" Dad.." Laki laki itu memasang wajah penuh permohonan.
" Iya, keluarlah dengan paman Alex agar paman Alex tak merasa kesepian."
" Hore... asik... aku beli mainan baru besok.." Anak kecil itu yang bernama William kegirangan ketika di ijinkan dady nya untuk berjalan jalan bersama Alex.
" Lu kenapa dari tadi hanya diam saja.." Jonathan kini bertanya kepada Zac yang dari tadi hanya terdiam, memasang senyum nya dan menjawab perlu nya saja.
" Dia sedang patah hati sayang.." Celetuk Jovanka yang ikut bergabung ketika acara pesta selsai.
" Patah hati?" Jonathan mengulangi kata kata istri nya.
" Ternyata tak cuma aku yang patah hati, ternyata aku memiliki teman yang sedang patah hati.." Alex kini menimpali yang dari tadi dia hanya diam.
" Siapa yang membuat mu patah hati Zac?, aku baru tahu bahwa seorang playboy bisa patah hati juga."
" EO yang mengurus pesta anak kita sayang, dia ingin mengajak keluar Alinna, tapi langsung di tolak oleh Alinna, karena dia sedang mengandung, pupus harapan nya.." Ejek Jovanka.
" Berhenti mengejek ku Jovanka.." Desis nya dengan kesal. " Ternyata patah hati seperti ini rasa nya, aku baru pertama di tolak seorang wanita.." Sambung nya.
" Cari yang lain bro, jangan rusak rumah tangga orang lain.." Timpal Alex.
" Lu gak tahu cakep nya dia bro, sudah cantik, wanita karier, suara nya yang lembut membuat para laki laki akan langsung luluh. Pokok nya idaman para laki laki.." Zac tersenyum membayangkan wajah Alinna di depan mata nya.
" Tak ada wanita yang secantik kekasih ku yang sedang main petak umpat dengan ku.." Ada kegetiran di sana.
" Jadi di sini hanya aku yang jadi pemenang karena aku bisa bersanding dengan wanita yang aku cintai.." Jonathan tersenyum bangga.
Zac dan Alex sama sama melempar bantal sofa ke arah Jonathan yang mengejek mereka berdua. Kini mereka sedikit bertukar cerita, mengobrol santai dengan canda tawa yang membuat mereka cepat akrab satu sama lain.
Alinna kini masih sibuk dengan pensil nya serta kertas nya, dia masih sibuk dengan menggambar sketsa yang akan dia tunjukan klien nya besok.
" Sebentar lagi mommy akan selesai, tinggal dikit nya.." Alinna mengelus perut nya yang sudah sedikit buncit karena ada nyawa lain di sana.
" Andai kita bersama Cla, aku yakin benih ku akan bersarang dengan sempurna.." Alex bicara dengan pelan serta senyuman ketika melihat Natalie dan William bermain bersama di sana.
__ADS_1
" Aku harap benih ku akan menjadi malaikat kita nanti.." Harapan nya adalah doa.