
Kejutan apalagi yang harus mereka hadapi setelah ini. Kejutan seakan tak ada henti hentinya menyerang mereka saat ini. Kejutan dari kedua laki laki gagah itu masih saja terus berlanjut hingga membuat kedua anak muda itu tak sanggup untuk bernafas lagi.
Seakan ada ribuan api yang menghantam tubuh mereka ketika Zac mengatakan semuanya, menyerahkan kepimpinan Mafia kepada mereka adalah hal yang tak bisa di pikirkan oleh mereka.
Mempunyai kelompok Mafia saja mereka tak sampai ke arah sana berpikirnya apalagi sampai menjadi pimpinan di salah satu kelompok Mafia yang terkenal dengan kejamnya.
" Dad jangan bercanda di saat situasi seperti sekarang."
" Kalian lucu!"
Kedua anak muda itu hanya mampu menganggap mereka tentang lelucon ini mereka masih tak bisa berpikir terlalu jauh karena kejutan demi kejutan membuat mereka berdua terasa dunianya berhenti sekarang.
" Daddy tidak bercanda Bryan! apa wajah Daddy terlihat bercanda dalam hal serius ini?"
Bryan menatap Daddy nya yang memang serius, wajahnya tak memancarkan bercanda sama sekali. Kali ini wajahnya Serius sangat serius.
" Dad apa yang kau pikirkan memberikan ini kepada kami? aku dan William tak tahu apapun tentang kalian, mana mungkin tiba tiba kalian memberikan tanggung jawab yang besar seperti sekarang. Jangan konyol Daddy, astaga..." Bryan mengusap wajahnya dengan kasar dia tak tau harus bagaimana menyikapi kejutan besar ini.
" Paman aku juga setuju dengan apa yang di katakan oleh Bryan. Bagaimana mungkin kalian tiba tiba memberikan tanggung jawab yang besar kepada kami, sedangkan kami tak tau apapun tentang Mafia..." Timpal William yang menyetujui apa yang di katakan oleh sepupunya.
" Kami tentu saja tak akan melepaskan kalian begitu saja. Kami akan tetap memantau kalian dari jauh hingga kalian benar benar mampu berdiri di depan mereka."
" Di sini banyak orang yang akan siap mengajarkan kalian tentang semuanya-"
" Menghajar kita tepatnya bukan mengajari kita..." Bryan memotong apa yang ingin di katakan oleh Pamannya Jonathan.
Zac menghela nafasnya dengan kasar dia menyadari bahwa anak nya memiliki sikap yang arogan dan suka mencela orang lain. Zac yang menyadari hal itu memilik untuk menjadikan putranya menjadikan pimpinan di sini agar dia memiliki tanggung jawab yang besar.
__ADS_1
" Bryan kebiasannya yang tidak Daddy suka adalah memotong pembicaraan orang yang lebih tua. Keputusaan Daddy bulat kamu harus mau menerima menjadi pimpinan di sini, mau atau tidak itu urusan mu, sanggup atau tidak itu urusan mu. Yang jelas Daddy mau kau di sini bersama mereka menjadi pimpinan mereka agar bisa lebih memiliki rasa tanggung jawab..." Suara tegas dari Zac tak bisa di bantah oleh mereka semua.
" Tapi Daddy aku tak bisa menjadi pimpinan mereka, ini terlalu berat untuk ku..." Tolaknya.
" Kau pikir Daddy di masa muda menikmati kekayaan kakek mu heh? Daddy dan Paman mu merintis semuanya dari kecil, memulai semuanya dari Nol dan lihat kami di sini berdiri mengunakan kaki sendiri. Kami berdiri dengan jerih payah kita sendiri. Jangan anggap kami hanya menikmati sisa harta dari kakek kalian..." Zac seketika amarahnya meninggi dia tak bisa menahannya.
" Dengar Bryan kamu adalah anak laki laki, kau harus menjadi kuat seperti Daddy, kamu harus menjadi pimpinan di sini. Bisa atau tidak kau harus bisa, mampu atau tidak kau pasti mampu. Kau pewaris semua milik Daddy termasuk Mafia ini."
" Dan kau William kau juga anak laki laki yang harus bisa berdiri sendiri tanpa bantuan dari keluarga mu. Kau dan Bryan harus bisa berdiri dengan cara kalian. Paman tidak mau tau kalian harus bekerja sama untuk melindungi mereka semua. Paman ingin kalian bersatu saling melindungi dan meneruskan ini semua."
Bryan dan William hanya saling menatap dengan saling tatapan datarnya. Dia tak tau harus bersikap seperti apapun. Dia bingung dengan semuanya.
" Dad tapi-"
" Kita semua akan mengajarkan kalian berdua jangan khawatir..." Timpal Abhi yang memotong protes dari keponakannya.
" Mereka semua tau siapa kita Will. Kami tak pernah menutupi satu masalah apapun dari Mommy kalian. Tapi untuk saat ini masalah kalian tentang kalian akan menjadi pimpinan di sini masih kami rahasiakan karena Mommy kalian tentu tidak akan setuju tentang rencana ini."
Mereka semua terdiam tak ada percakapan yang mereka ucapkan, hening dan sunyi yang ada. Hanya terdengar suara hembusan nafas mereka yang tak beraturan.
Kedua pemuda itu masih berpikir tentang semua hal yang akan terjadi. Kejutan demi kejutan masih terasa di hidup mereka di tambah pengakuan Mommy nya yang juga tahu siapa sisi buruk kedua laki laki gagah tersebut.
Bryan masih memijat pelipisnya yang terasa pusing karena memikirkan ini semua, memikirkan apa yang harus di lakukan setalah di mengambil pimpinan kelompok besar ini. Dunia gelap bukanlah dunia yang main main untuk mereka, Dunia gelap adalah dunia yang akan mengorbankan nyawa demi melindungi keluarga besar.
William juga tak tahu harus bagaimana lagi, dia tak mungkin mau menjadi pimpinan Mafia ini karena sifatnya yang bertolak belakang dengan kejam nya mereka. Tapi dia tak bisa berontak dia tak bisa menghindar, mau tak mau dia harus tetap bersedia berdiri bersama sama dengan sepupunya.
__ADS_1
Bryan kini secara tiba tiba duduk dengan tegap menatap ke arah Daddy nya dengan wajah yang serius.
" Lalu apa yang harus kami lakukan setelah ini Dad?"
" Kalian siap menerima tanggung jawab yang besar ini?"
" Mau tak mau, siap tak siap kami harus menerimanya bukan? maka tak ada jalan lain selain menerima nya meskipun terpaksa."
Zac tersenyum tipis di bibirnya, rencananya berhasil meskipun putranya menolak apa yang akan di katakan.
" Kau akan tau tugas apa yang akan Daddy berikan setelah ini. Yang jelas kau yang selalu datang ke tempat diskotik Daddy maka kau harus menjadi berguna di sana."
" Apa maksud Daddy dengan menjadi berguna di sana?, Daddy tak berniat menjual ku kepada tante akan haus kenikmatan bukan?"
Semua orang yang ada di sana tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Tuan muda nya. Mana mungkin Bosnya berani melakukan hal gila menjual putranya kepada orang yang di maksud olehnya.
" Kenapa kalian tertawa? mungkin saja Daddy lagi hilang akal nya menjual ku kepada mereka!"
" Bryan."
" Maaf Dad."
" Baiklah sekarang kau dengar oke! di tempat diskotik sedang membutuhkan seorang yang bisa memberikan para tamu wanita wanita cantik jadi kau yang menghandle semua itu. Sedangkan mereka akan mencari wanita yang akan kau jual!"
" Hah?" Bryan tak percaya dengan tugas yang pertama di berikan Daddy nya.
" Tepat sekali Paman! tadi ada wanita yang meminta pekerjaan kepada nya untuk di jadikan wanita seperti itu."
__ADS_1
" Sepertinya kau memang cocok Bryan..." Ujar Jonathan yang ikut tersenyum.