
Ingat ya mak ini masih bab yang banyak adegan dewasa 🤣 sebelum berpisah kita bikin yang enak enak dulu ya 🤣🤣 nanti setelah itu kita mewek gak pa pa 🤭🤭
____________
" Alex aku tak apa, mungkin emosi ku terlalu tinggi, tapi percaya lah aku baik baik saja.." Aku bicara dengan menggambar abstrak di dada nya yang masih telanjang, dengan sedikit memainkan put*ing nya mengunakan jari nya.
" Jangan menggoda ku honey.." Bibirku sudah terbungkam dengan ciuman yang memaksa, aku mendorong tubuhnya tapi dia tetap memaksa ciuman itu ketika aku pura pura mendorong nya.
" Hentikan Alex, ini terasa lengket.." Aku menghindari nya, dengan mendorong tubuhnya, aku pura pura tak ingin melakukan nya lagi.
" Kamu yang membuat nya bangkit, maka kamu juga yang harus menidurkan nya.." Tangan ku di tarik pelan untuk menyentuh benda tumpul yang belum sepenuh nya bangkit.
" Honey ini lengket, aku ingin mandi.." Aku mencoba menghindari pelan dengan tertawa pelan.
" Kau ingin mandi, maka kita harus mandi bersama.." Alex segera mengendong tubuh ku, membawa ku masuk ke dalam kamar mandi.
Menurunkan ku di bawah air shower, lidah kami saling berbelit, bertukar saliva, tangan nya menulusuri tubuh telanjang ku, memainkan benda yang di tumbuhi bulu bulu halus. Aku mendes*h di tengah ciuman panas kami, tangan ku menggapai benda tumpul yang sepenuhnya sudah mengeras, menaik turunkan tangan ku dengan lembut, desa*an dan geram*n kami memenuhi kamar mandi hinga terasa pengap.
Aku berjongkok di depan nya, memainkan benda tumpul tersebut mengunakan lidah ku, memainkan nya seperti meng*lu* permen yang sedang aku nikmati. Aku menatap Alex yang memejamkan mata nya, menikmati setiap sentuhan mulut ku dengan lembut, dia tak berdaya, terhanyut dalam permainan yang aku berikan.
" Da*mn.." Aku hanya mendengar dia mengumpat, sebelum dia menarik ku untuk menyudahi permainan mulut ku.
Alex terduduk di atas kloset dan mendudukkan aku di atas paha nya. " Argh.." Aku hanya mampu mendes*h dan menggeliat ketika benda tumpul itu masuk dengan sempurna.
__ADS_1
Aku mengerahkan pinggul ku dan tangan nya berada di pinggul ku mengimbangi tempo yang aku ciptakan sendiri, kali ini Alex hanya bisa mengeram karena nikmat yang aku berikan.
" Argh Clarissa.. tatap mata ku honey.." Aku selalu membuang muka ku ketika kami selalu tak sengaja bertatapan, dan kali ini aku memejamkan mata ku dan tak ingin menatap nya.
" Argh.. honey.." Aku mencoba tak mendengar, aku pura pura tak mendengar apa yang dia katakan.
" Buka mata mu honey, lihat aku.." Tapi aku masih enggan untuk menatap nya.
" Argh.. honey aku sampai.. argh.." Desah*n panjang itu berbarengan dengan pelepasan ku. Aku ambruk di tubuh nya dengan mengatur nafas.
Aku merasakan bahwa Alex memompa pinggul nya dengan cepat, dengan tangan yang meremas pinggang ku, semakin cepat pinggul nya semakin cepat aku terbuai dengan kenikmatan yang dia berikan.
" Honey.. aku tiba.." Aku merasakan dia menekan tubuh ku kebawah, dan denyutan pertama aku merasakan, aku segera melepaskan nya dengan paksa. Dengan segera memasukan benda tumpul itu kedalam mulut ku, menji*at caira* putih kent*l itu.
Alex meraih ku membungkam bibir ku dengan ciuman lembut, mulut mu yang masih ada sisa caira* kent*l tersebut dan dia juga merasakan apa yang tengah aku rasakan sekarang.
" Siapa yang mengajari mu menjadi wanita nakal he.." Alex mencium kening ku, aku terpejam, merasakan bahagia sekaligus sedih.
Hanya kenangan ini yang mampu aku ciptakan untuk kami kenang sebagai kenangan yang paling manis. Aku berharap hari ini berhenti, jam tak perlu berputar agar sisa waktu yang aku habiskan tak berkurang.
Aku tak ingin berpisah tapi keadaan yang harus memisahkan kami. Masalah yang menyakitkan membuat aku harus meninggalkan nya di sini, mungkin setelah ini dia akan membenci ku, atau dia tak akan mencari ku tapi aku akan selalu membawa kenangan ini bersama ku.
Aku ingin melawan keadaan ini tapi seperti nya takdir memang harus memisahkan aku dengan nya. Jika memang kami berjodoh tuhan akan menemukan kita lagi dengan cara nya. Tapi aku harap dia selalu bahagia tanpa ada nya aku di sisi nya.
__ADS_1
Ada pertemuan pasti ada perpisahan, setiap orang selalu memiliki cara mereka masing masing untuk berpisah, tapi perpisahan ku kali ini karena memang keadaan dan takdir yang membuat kami harus berpisah.
Aku mencintai nya, sungguh, tapi aku juga tak bisa berbuat apa apa ketika ibu nya memohon kepada ku, aku tak ingin kehilangan nya tapi aku juga tak bisa melakukan apapun kecuali aku juga harus pergi. Perjuangan sosok ibu tak ada banding nya dengan ku, aku tak mungkin melawan sosok ibu yang sudah mengandung nya, melahirkan nya, membesarkan nya, menjadikan dirinya sekarang. Aku bukan wanita yang egois yang memisahkan dia dari ibu nya hanya karena aku mencintai nya.
Aku bukan wanita yang tega mengambil dirinya dari ibu kandung nya. Biarkan aku yang terluka di sini, biarkan aku membawa luka ini, biarkan aku membawa cinta ini pertama.
Melupakan nya bukan hal yang tak susah, semua nya butuh proses, aku yakin seiring nya waktu kami bisa saling melupakan meskipun harus butuh waktu berbulan bulan atau pun bertahun tahun.
Aku akan menyesal telah meninggalkan sosok laki laki yang begitu tulus kepada ku, tapi aku tak akan bisa maju ke depan jika kami tak mendapatkan restu. Menjalin hubungan tanpa ada nya restu akan menyulitkan jalan kita di depan sana.
Like dan komen dulu yuk,
Vote nya masuk hari senin aja ya sayang
Mungkin tinggal dua bab lagi, yang masih ada adegan dewasa nya, jadi jangan di skip untuk bab selanjut nya ya 🤭
Salam sayang dari mak untuk kalian semua tanpa kalian semua mak bukan siapa siapa, 😍😘😘 kalian memang the best 🙏
Aku mencintai kalian semua mak ❤️
Sehat sehat selalu untuk kalian ya mak 🤗
__ADS_1
Ingat ya baca nya harus ada pasangan nya nanti kalau lagi pengen langsung aja 🤣🤣