Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Memantau 4


__ADS_3

Sedangkan para bandit bandit itu kini sedang di ancam oleh seseorang yang tak mereka ketahui. Zac dan Jonathan kini tengah duduk di sofa panjang itu dengan senyuman kemenangan. Zac yang tadi menyelinap keluar dari kamarnya ketika menyadari istrinya tertidur dengan pulas. Zac yang secara langsung ingin turun memantau harus rela keluar secara diam diam kali ini. Jonathan yang tadi juga menjemputnya kini tersenyum senang melihat bandit bandit itu tak berkutik.


" Sepertinya kamu selalu mencari masalah dengan ku Lucas, sudah ku katakan jangan main main dengan ku..." Zac kini menggores pipi laki laki itu dengan pisau yang ada di tangan nya.


Kelompok Lucas kini lagi lagi di lumpuhkan oleh kelompok dari Dio Della Morte, mereka tadi dengan cepat menyerang kelompok dari Lucas dan menyandra mereka semua di markas nya sendiri. Bahkan mereka semua diikat dengan kencang hingga membuat semua orang yang di sana tak bisa berkutik sama sekali.


" Maafkan aku, tapi aku sungguh tak tahu bahwa markas yang di bakar itu markas kalian..." Ucapnya dengan penuh penyesalan dan permohonan.


Zac kini tertawa keras selalu mendengar alasan yang sama yang selalu di ucapkan oleh laki laki itu. Bukan hanya sekali Lucas mencoba membunuh timnya tapi lagi lagi rencana itu muda di lihat oleh mafia itu.


" Aku muak mendengar ocehan mu, kau selalu mengatakan tidak tahu dan maaf. Tapi kau selalu menyerang kami dari belakang, seperti aku harus menutup bibir mu dengan menghilangkan nyawa mu..." Nada serius dari Zac membuat laki laki itu ketakutan bukan main. Dia tak ingin nyawanya melayang karena membakar markas itu.


" Aku hanya melakukan perintah orang yang menyuruh ku, dan aku tak salah karena aku di bayar oleh mereka..." Zac kini lagi lagi menggores wajah itu dengan cepat hingga membuat darah merembes seketika dari pipi laki laki itu.


" Kau dari dulu ku beri kesempatan untuk nyawa mu, tapi kau memanfaatkan kebaikan ku..." Jawabnya dengan sinis.


" Percuma kita di sini membuang waktu Zac, yang jelas kita tahu siapa pelakunya dan kita sudah sangat yakin siapa pelakunya ini..." Timpal Jonathan yang berdiri menepuk pundak sepupunya itu.


" Kau benar Jo, tapi aku ingin sedikit bermain main dengan mereka sebentar. Dan aku juga ingin memberikan hadiah kecil untuk mereka yang menyuruh mu untuk menghabisi kita semua nya..." Zac tersenyum tipis serta kilatan devil itu membuat semua orang yang melihatnya merasakan ketakutan.


Zac kini mengitari tempat duduk lucas, dan mengambil sesuatu yang akan di berikan hadiah untuk orang yang menyuruh mereka. Teriakan yang keras membuat semua orang merinding seketika.

__ADS_1


" Itu hukuman untuk kalian karena berani macam macam dengan ku..."Ucapnya dengan tegas dan Zac serta Jonathan kini keluar dari markas itu dengan diikuti anggota nya.


" Kirim hadiah itu kepada seseorang..." Perintah Zac dan di angguki oleh orang nya yang sudah membawa hadiah nya itu.


Zac segera menghubungi kakak iparnya memintanya untuk menemui dirinya di suatu tempat. Abhi dengan segera di bawah pergi oleh orang yang di perintahkan oleh adik iparnya itu. Abhi dengan cepat berlari menuju pintu yang tertutup itu, dengan jantung yang bergetar dia berlari.


Bruak!! Abhi dengan cepat membuka pintu besar itu membuat orang yang di sana menatapnya dengan tatapan biasanya. Mereka tahu ini yang akan terjadi ketika laki laki police itu panik.


" Zac ada apa?, di mana adik ku?, dia baik baik saja bukan..." Abhi langsung panik ketika melihat adik iparnya duduk di sana dengan Jonathan dengan santai.


" Tenang lah soon, adik mu baik baik saja..." Jonathan dengan cepat menjawabnya. Abhi kini bernafas lega karena dia tahu adiknya tak kenapa kenapa.


" Buka itu?" Zac langsung pada inti pembicaraan ini, Abhi memandang laki laki itu dengan bertanya. " Ayo buka kau akan tahu apa isinya..." Sambungnya membuat Abhi segera membuka kado itu.


" Hadiah itu akan di kirim ke orang yang kau curigai. Orang yang kau curigai itu memang benar, dia di balik ini semua..." Abhi lega dan tak menyangka bahwa orang itu di balik ini semua.


" Aku ingin segera menangkapnya..." Kilatan kemarahan dari Zac kini terlihat jelas di wajahnya.


" Kita harus menunggu satu orang lagi, dia tak sendirian tapi dia memiliki rekan satu lagi..." Perkataan Abhi membuat kedua laki laki itu saling bertatapan tak percaya. Abhi segera menceritakan apa yang tadi di katakan oleh orang yang sedang memantau nya dari jauh. Tapi sayangnya mereka tak sempat mengambil foto orang itu, tapi mereka sudah melihat orang yang di kira rekannya itu.


" Dia akan keluar setelah melihat hadiah ini dari kita..." Timpal Jonathan yang di angguki oleh mereka semua.Kini mereka bertiga menunggu reaksi dari orang itu setelah mendapatkan hadiah kecil dari para mafia tampan itu.

__ADS_1


Kini pagi telah siap menunjukan mataharinya, sinar mentari kini telah terbit di langit dengan cahaya yang sedikit mendung. Paket itu telah di siap untuk di kirim ke orang itu, orang yang menyuruh membakar markas itu, tapi untuk mengetahui siapa yang mendatangkan pihak police itu tak ada yang belum tahu.


Paket itu kini telah tiba di rumah itu dengan di lempar oleh sengaja oleh orang suruhan dari para mafia itu. Sedangkan ketiga orang itu kini memantau dari kejauhan bersama orang orangnya.


orang itu kini terkejut ketika pengawal itu datang dengan membawa kado di tangannya.


" Bos kita mendapatkan kado ini, tapi ini di lempar oleh seseorang..." Laki laki itu mengerutkan keningnya ketika melihat kado yang ada di tangan pengawal itu.


Laki laki itu menerima nya dengan tangan yang sedikit bergetar, dengan segara membuka kado itu, dia terkejut ketika melihat kado yang ada di depannya, matanya melotot tak percaya bahwa kado itu adalah sebuah tangan yang terputus dengan sebuah ponsel genggam yang nomernya adalah untuk menghubungi laki laki itu. Di sana ada sebuah tulisan dengan berwarna merah darah.


Kau bermain main dengan orang yang salah bro, bahkan aku bisa menemukan orang yang kau suruh untuk membakar markas ku. Kau akan bernasib lebih parah dari pada ini.


Pesan singkat itu membuat laki laki itu tertegun, dia tak menyangka bahwa orang orang dapat menemukan dirinya, padahal dirinya sudah tak meninggalkan jejak sama sekali, dia yakin bahwa tak ada jejak di sana. Dengan hati yang tak karuan dia panik dia menghubungi seseorang yang termasuk rekannya.


" Aku ingin kita bertemu di tempat biasa..." Panggilan itu langsung terputus ketika rekan itu mengiyakan apa yang dia katakan.


Bersambung ya mak 🤭 bertemu besok 😁


Budayakan tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar dulu dong mak 🤭 Kasih vote nya dong sudah masuk hari jumat dan hadiah nya juga dong buat mince 😁 agar mince tetap semangat nulis 😍😍😍


Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.

__ADS_1


Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.


Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘


__ADS_2