
" Elle jam berapa mereka akan datang?" Cla dan sang sekretaris hari ini sudah kembali ke aktifitas seperti biasa, dan kali ini mereka tengah berada di sebuah restoran menunggu klien yang telah membuat janji temu.
" Sebentar lagi Madam..." Jawab Elle dengan menatap jam di tangan nya. Cla kembali memeriksa sketsa yang akan dia tunjukan kepada klien nya agar dia tak membuat kesalahan sama sekali.
" Terima kasih Tuan Alex, saya harap ini akan menjadi kerja sama yang sama sama menguntungkan kedua bela pihak."
" Tentu Tuan..." Alex menyambut tangan klien nya yang mengulurkan tangan kepada nya. Dari kejauhan Cla tak sengaja menatap suami nya yang keluar dari ruangan privat di restoran tersebut, tapi yang membuat dirinya kesal adalah sekretaris nya belum juga di ganti oleh suami nya itu.
Tubuh nya tiba tiba menengang ketika mata nya tanpa sengaja menatap mata istri nya yang menatap ke arah nya dengan tatapan tajam.
" Kalau begitu saya permisi Tuan Alex."
" Ah.. Iya Tuan, hati hati di jalan..." Alex tambah panik ketika tangan sekretaris nya menyentuh lengan nya ketika dia mengejutkan Alex yang hanya terdiam ketika klien nya berpamitan.
" Elle aku ingin ke toilet sebentar, jika klien kita datang kau bisa menghandle nya dulu..." Elle hanya menganggu, Cla dengan cepat meninggalkan tempat nya dan masuk ke dalam kamar mandi restoran tersebut.
Cla yang sudah menormalkan emosi nya, menjernihkan otak nya yang seakan tadi panas melihat suami nya yang tak segera Menganti sekretaris nya, kini memilih masuk ke dalam kamar mandi agar otak nya dingin, dan tak ingin marah marah di sana. Cla yang ingin keluar dari sana sedikit terkejut ketika ada dorongan pelan dari pintu nya yang membuat nya terdorong ke belakang.
" Alex apa yang aku lakukan di sini?" Cla melotot ke arah suami nya yang membuat nya terkejut bukan main ketika pintu nya yang terbuka langsung di dorong orang lain, memaksa masuk di sana.
__ADS_1
" Sayang kamu ada meeting juga di sani?" Alex meraih pinggang istrinya, memeluk nya sebentar mengikis jarak di antara mereka.
" Kenapa tak kau ganti sekretaris mu itu he?" Emosi nya yang dia redam tadi kini kembali naik ketika melihat suami nya yang datang menemui nya dengan sengaja, apa dia tak tahu bahwa istri nya tadi masuk ke sini untuk menurunkan emosi nya.
" Dia hanya sementara tak akan lama sayang..." Alex menjelaskan dengan cepat agar istri nya tak lama lama marah kepada nya.
" Aku tak mau tahu ya Hubby, aku tetap ingin sekretaris mu itu laki laki. Mau yang lama cuti sebentar pokok nya aku tetap ingin laki laki..." Alex tahu bahwa apa yang di katakan istri nya kali ini tak akan bisa di bantah karena suara nya tegas dan sungguh sungguh.
" Aku akan tanyakan kepada HRD apa ada kandidat sekretaris laki laki."
" Kamu pemilik nya atau tidak he?" Cla mendorong tubuh suami nya tapi tak membuat tubuh mereka jauh. " Jika tak kau ganti dengan cepat aku akan membuat keributan di perusahan mu itu..." Ancam nya dengan bersungguh sungguh.
" Kau pencemburu sekali sayang..." Godanya.
" Dengar Alex mencegah perselingkuhan itu lebih baik, aku tak ingin ada wanita di sekeliling mu kecuali aku."
" Hubby, aku ingin kau cepat menganti sekretaris mu itu..." Kata nya menatap tajam ke arah suami nya.
" Sayang..." Cla mencium paksa leher suami nya, menyesa* nya dengan kencang, sedikit menggigit nya hingga meninggal kan tanda kemerahan serta keunguan di sana.
Alex hanya mengeram menikmati setiap cumbuan sang istri yang begitu mendadak.
" Sekretaris mu itu biar melihat tanda yang aku buat agar dia tak berani menggoda mu sedikit pun..." Alex hanya tertawa mendengar ke posesif istri nya itu, tapi di hati nya dia sangat senang mendengar ke posesifan istri nya itu.
__ADS_1
" Aku suka dengan sikap mu yang seperti ini sayang..." Alex menggapai bibir istri nya, meluma* nya dengan lembut, menyesa* nya berulang kali hingga membuat mereka tersiram api gaira* yang mereka ciptakan.
Dengan saling menekan, membawa mereka ke gelombang gaira* yang ingin mereka tuntaskan, Alex melahap bibir istri nya dengan sangat rakus kali ini, kali ini dia membiarkan sang istri menguasai ciuma* tersebut, sang istri kini memimpin cumbuan lida* mereka. Nafas mereka kini sama sama memburu ketika tubuh mereka saling menekan satu sama lain dan pelukan mereka bertambah erat. Pikiran Cla ingin menolak ketika jemari sang suami menggoda bagian tubuh dirinya, tetapi bahasa tubuhnya mengatakan ingin merasakan sensasi bercint* di dalam toilet restoran tersebut.
" Hubby hentikan..." Desaha* yang tertahan ketika satu kaki tanpa sadar terangkat ketika jemari itu masuk dengan perlahan.
" Kau selalu membuat ku kecanduan untuk menyentuh tubuh mu lebih jauh sayang..." Bisik nya di telinga sang istri.
" Hubby ini bukan tempat yang pas untuk kita..." Mulutnya menolak tapi bahasa dan desaha* nya tak menolak sama sekali. Toilet tersebut hanya kecil bahkan berdua di sana membuat mereka harus saling mepet karena sempit nya, jika ada yang mendengar nya akan memalukan bagi mereka berdua.
" Sudah terlanjur sayang..." Tubuh mereka saling menekan satu sama lain, dan saling tepat mengenai bagian tubuh bawah mereka. Semakin menges*k pelan bagian dirinya yang masih terbalut kain.
" Hubby..." Desaha* nya di sela sela ciuman liar mereka ketika gelombang kenikmatan itu sampai kepuncak nya.
" Ini luar biasa sayang..." Katanya ketika mereka selesai melepaskan apa yang mereka cari.
" Kau gila Hubby..." Cla menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suami nya karena malu. " Ini akan memalukan jika ada yang mendengarnya..." Ucapnya dengan kesal.
" Kau menikmati kegilaan ku sayang..." Alex sekilas mencium pipi istrinya.
Mereka benar benar tak menyangka akan melakukan hal itu di tempat kecil ini, bahkan ini di toilet restoran, untung nya Alex tadi meminta salah satu pegawai nya untuk menjaga di luar toilet agar tak menganggu kegiatan nya.
πΌπΌπΌ
__ADS_1
Nah lo kok di toilet si Alex π€ bawah di hotel kek ππ kalau mimin mak di tegalan dengan mengelar karpet ππππ
Asem πππ