
Sepanjang perjalanan tangan Alex menggenggam tangan Alinna, dengan sesekali mencium punggung tangan wanita nya dengan mesra, Alinna hanya menahan malu karena dari tadi Alex memperlakukan nya begitu lembut.
" Honey lepaskan, fokus saja pada setir mu..." Alinna berusaha melepaskan tangan nya, tapi semakin di lepas maka semakin erat genggaman tangan nya.
" Aku sudah fokus honey..." Mata nya memang tetap menatap ke depan, tapi tangan satu nya menggenggam tangan Alina dan tangan yang satu nya menggenggam kemudi.
" Honey..." Protes nya, sebenar nya dia malu, Alinna berfikir dia bukan lagi anak remaja yang sedang jatuh cinta, melainkan wanita dan laki laki dewasa yang memiliki calon anak meskipun belum ada pernikahan di sana. Andaikan Alinna tak bersembunyi mungkin saat ini mereka sudah menikah.
" Mata ku tetap fokus ke depan sayang..." Bantah nya. " Lagian yang fokus hanya mata, bukan tangan yang harus kedua nya di setir..." Sambung nya dengan tetap tak ingin melepaskan genggaman tangan nya.
" Kau pandai bicara sekarang Alex..." Dia hanya terkekeh mendengar ucapan dari wanita nya.
Rumah Sakit
Alex dan Alinna kini tengah menunggu antrian nama mereka, Alex menatap Alinna dengan tatapan tak bisa di artikan, Alinna yang dari tadi di tatap menoleh ke arah nya.
" Ada apa?, kenapa kau menatap ku seperti itu honey?" Alinna mengerutkan kening nya.
" Apa kamu seperti dia dulu?" Mata Alinna mengikuti jari Alex yang menunjuk seseorang wanita yang juga tengah hamil. Wanita itu dari tadi menahan ingin muntah karena terlihat dari tadi menutupi mulut nya serta memegang perut nya.
" Tidak, dia anak yang pintar..." Alex semakin merasa bersalah karena tak dari awal dia menemukan wanita nya dan tak menemani wanita nya dari awal kehamilan.
" Nyonya Alinna kanna..." Panggilan dari seorang suster, membuat mereka kedua nya berdiri dan dengan segera mengikuti sang suster yang masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
" Selamat siang Nyonya?, bagaimana kabar nya?" Sang dokter wanita tua menyapa nya dengan senyuman ramah.
" Selamat siang dokter, kabar saya baik..." Alinna juga membalas nya dengan senyuman.
" Nyonya Alinna, bukan kah anda baru kemarin periksa?, apa perut anda sakit?" Alinna baru kemarin sebelum dia bertemu Alex sudah memeriksakan kandungan nya.
" Tidak dokter, suami saya ingin tahu perkembangan anak kami..." Ucap Alinna membuat Alex senang, karena Alinna sudah mengakui nya sebagai suami diri nya.
" Ah... ini suami anda, selamat siang tuan..." Sang dokter kini menatap laki laki yang di sebelah Alinna.
" Selamat siang..." Alex balas menyapanya. " Saya baru bisa menemani istri saya ke sini, karena saya dari luar..." Alex merasa jadi laki laki tak berguna saat ini, sudah lima bulan dia tak pernah menemani wanita nya untuk periksa kandungan nya.
__ADS_1
" Tak apa tuan, tapi jika saya boleh menyarankan. Jangan tinggalkan istri anda terlalu lama."
" Baik dokter..." Alinna menatap ke arah laki laki nya yang suara nya bergetar karena sedih. Alinna menggenggam erat tangan nya Alex.
" Mari kita periksa Nyonya..." Alinna berjalan menuju bed nya, berbaring di sana dan sang dokter memberikan gel pada perut nya, mengoleskan di perut nya mengunakan alat yang tertuju kepada monitor di sebelah sang dokter dan di atas depan Alinna.
Dug, dug, dug, dug,
" Ini detak jantung anak anda normal..." Air mata itu tergelincir begitu saja dari mata Alex, kegagahan Alex tadi lenyap ketika mendengar detak jantung calon bayi nya.
" Ini kedua tangan nya, ini juga kedua kaki nya, semua nya normal..." Alex tak melepaskan mata nya dari monitor yang memperlihatkan bentuk calon anak nya yang lucu di sana.
" Semua nya normal dan ini jenis kelamin nya..." Alex menggenggam tangan Alinna, setelah selesai pemeriksaan, Alex mengecup kening Alinna dengan terharu.
" Alex."
" Tak apa aku hanya terharu melihat calon anak kita tumbuh di sana..." Alex menghapus air matanya yang membasahi pipinya.
Kini mereka telah kembali duduk di depan sang dokter yang sedang menuliskan resep vitamin untuk ibu hamil. " Dokter, apa boleh kami melakukan hubungan badan?" Alinna memukul pelan paha Alex ketika Alex terang terangan menanyakan hak tersebut.
Sang dokter hanya tersenyum menanggapi nya.
" Ini saya berikan vitamin untuk anda minum Nyonya..." Alex mengambil kertas tersebut.
" Jangan biarkan istri anda sendiri Tuan, karena melahirkan itu terkadang tak sesuai jadwal yang kami prediksi..." Sambung nya dengan di dengar Alinna serta Alex dengan bersungguh sungguh.
" Baik dokter, terima kasih..." Mereka segera berdiri dan meninggalkan ruangan sang dokter.
Di tempat lain Jonathan dan Zac tengah duduk dengan santai di rumah Jonathan dengan bermain papan catur di depan nya.
" Zac kau tak ingin bertemu dengan Alex?" Jonathan bicara dengan nada santai nya.
" Tidak nya..." Tolak nya dengan cepat.
__ADS_1
" Kau sedikit mengagumi Alinna bukan?" Zac kali ini menatap Jonathan dengan tatapan tajam.
" Aku, tidak. Aku merasa bahagia jika dia juga bahagia, lagian aku juga bukan siapa siapa, aku hanya menjalankan tugas ku..." Nada nya begitu tenang dan kembali menatap papan catur nya.
" Sayang, di depan ada Alex dan Alinna..." Kedua laki laki tersebut langsung menatap ke arah Jovanka. " Ayo berdiri dan temui mereka, kenapa malah menatap ku..." Jovanka tak tahu kenapa ke dua laki laki ini malah terkejut.
" Hai bro..." Jonathan menyapa nya dengan segera ketika menemui tamu mereka.
" Hai..." Alex kembali membalas nya.
" Duduklah kasihan dia sedang hamil..." Timpal Zac malah membuat Alex menatap tak suka ke arah nya.
" Aku ke sini mau mengucapkan banyak terima kasih untuk kalian karena sudah mempertemukan kami..." Alex menoleh ke arah Alinna dengan senyuman yang sangat tulus.
" Aku ikut senang jika kalian bertemu..." Kini Jovanka yang ikut menimpali obrolan mereka.
" Kami akan menunggu undangan pernikahan kalian..." Zac kini juga bicara, Zac dari tadi berusaha menatap Alinna yang duduk di sana.
Kini mereka bertiga berbincang bincang biasa, hampir satu jam mereka di sana dan sekarang mereka harus pulang karena Alinna mengeluh sakit pinggang nya.
" Jonathan sekali lagi aku mengucapkan terima kasih atas bantuan mu..." Alex memeluk sebentar teman nya itu.
" Jaga dia baik baik..." Jonathan melepaskan pelukan mereka.
" Zac terima kasih juga atas bantuan mu..." Alex memeluk Zac, pelukan antar laki laki.
" Jangan mencoba merayu wanita ku lagi, kaki ini aku memaafkan mu, tapi tidak lain kali..." Bisik nya dengan pelan.
" Jaga mereka , jika tidak, aku akan senang mengambil mereka dari mu..." Alex menatap nya dengan sinis.
" Ku hajar kau di sini..." Dan mereka di sana tertawa keras karena melihat Alex sangat posesif kepada wanita nya.
__ADS_1
Yakin gak mau sama abang neng 🤭 abang sudah berlatih agar dapat memuaskan mu di sana neng 😂😂