
Steve kali ini memberikan laki laki itu kepada Andre yang sudah menunggunya di tempat parkir. Andre dan Abhi kini berdiri di depan mobilnya dengan bermain main pistol yang ada di tangan nya, di putar putar. Sedang Abhi kini berdiri dengan gaya santainya.
Bug!! Steve yang menyeret laki laki itu langsung melemparnya dengan kasar ke bawah kaki temannya itu. Abhi dan Andre hanya menatap sinis ke arah laki laki yang tersungkur di bawah kaki mereka.
" Dia yang ingin bermain main dengan kita?" Abhi membuka suaranya ketika melihat laki laki itu.
" Kau yakin?, tubuh kurus seperti ini ingin bermain dengan kita?" Timpal Andre yang mengejeknya dengan tatapan sinis nya.
" Sayangnya iya, dia laki laki yang ingin mencoba bermain main dengan kita. Dia sudah bersenang senang selama dua tahun ini, jadi sekarang gilirannya untuk memulai bermain main..." Steve juga tak kalah sinis mengatakan hal itu. " Bawa dia ke Albert dulu, aku sudah mengirimkan dokumen ke emil nya..." Sambungnya dan mereka mengerti.
Abhi kini menyeret laki laki yang tersungkur tadi agar dirinya bangun dari jatuhnya itu. Andre kini mengikat tangan nya dengan kencang hingga membuat laki laki itu meringis kesakitan. Badan laki laki itu bergetar ketakutan, dia tak tahu apa yang akan terjadi. Pikirnya laki laki itu hanya akan berada di dalam penjara. Tapi nyatanya dia sekarang ketakutan karena harus di bawah oleh kedua orang teman dari asisten bos nya itu. Abhi menutup mulut laki laki itu, menyeret laki laki itu dan memasukan laki laki itu di dalam bagasi mobil belakangnya.
" Hmm..hmm..hmm..." Berontaknya serta teriakan yang tak bisa membuat Abhi tersenyum sinis dengan cepat dia menutup bagasi itu dengan kasar.
" Baiklah aku pergi dulu..." Steve mengangguk ketika mendengar Andre berucap. Steve hanya melihat mobil itu melaju dengan pelan dan ketika dia ingin kembali sebuah klakson mobil dari arah belakang membuatnya menoleh seketika.
Steve menunduk memberikan hormat ketika melihat siapa yang turun dari mobil mewah itu.
" Selamat datang Nona Muda..." Steve memberikan hormat kepada nona muda nya yang turun dari mobilnya.
" Steve, suami ku ada?"
" Ada Nona, mari saya antar..." Val mengangguk pelan, dan Steve kini berjalan di depan nona muda nya, dan satu pengawal juga mengikuti langkah mereka yang masuk ke dalam.
__ADS_1
Semua orang tak ada yang berani menatap kearah Istri dari bos nya yang berjalan masuk ke dalam perusahan nya itu, semua orang menunduk ketika tanpa sengaja melintas ketika Istri dari bos nya berjalan.
Semua orang yang di sana menatap kagum ke arah istri bos nya itu, selain cantik Valarie juga dari tadi menyebarkan senyuman yang tulus dan mendamaikan semua orang yang melihatnya. Staf yang melihat senyuman itu harus segera menunduk ketakutan ketika melihat tatapan tajam dari laki laki yang ada di depan nya itu.
" Nona silahkan masuk..." Val tersenyum ketika pintu itu di buka oleh laki laki itu. Val kini masuk dengan menangkap suaminya yang bergelut dokumen di depannya.
" Kau sudah lakukan tugas mu?, kau bodoh sekali selama dua tahun kau tak melihat ada seseorang yang bermain di sini he?" Zac tak melihat siapa yang masuk ke dalam sana, Bahkan Val juga tak membuka suaranya dia hanya diam dengan senyuman.
" Kau bisu- Honey..." Ucapnya langsung terhenti ketika melihat siapa yang ada di sana. Senyuman serta terkejut menghiasi wajah tampannya itu.
" Kenapa kau tak bersuara sayang, jadi aku bisa tahu kalau itu kamu sayang..." Val hanya tersenyum ketika sebuah pelukan hangat menerjang tubuh nya.
" Tentu saja tidak sayang..." Zac mencium pipi istrinya itu.
" Kau marah marah kenapa kepada Steve?" Tangan Val menyentuh rahang suaminya dengan sedikit mengelus pipi suaminya itu. Bulu bulu halus yang tersentuh di tangan nya membuat wanita itu merasakan geli di sekitar telapak tangan nya.
" Hanya masalah perusahan honey, tak penting. Kami sudah menyelesaikannya dengan baik..." Jawabnya dengan tersenyum.
Tok! Ceklek. Ketukan yang sebentar dan suara pintu terbuka membuat pasangan suami istri yang ingin menempelkan ciuma* itu terpaksa tak jadi. Zac menatap seseorang yang masuk tanpa seijin dirinya itu.
" Maaf saya tidak sengaja, saya pikir anda sendirian..." Jennifer yang tadi ingin segera melapor tak jadi karena melihat bosnya sedang bersama seseorang yang tak dia kenal.
__ADS_1
" Apa di luar tak ada orang yang menjaga, hingga kau masuk secara tiba tiba..." Suara dingin dari Zac membuat wanita itu menunduk ketakutan.
" Tak apa sayang, aku akan menunggu di sofa..." Val yang ingin beranjak dari pangkuan suaminya di tahan oleh suaminya agar tetap duduk di atas pahanya. " Sayang..." Suaranya lembut itu membuat Zac merasa gemas. Zac mencium sekilas pipi istrinya itu.
" Kau ada apa datang ke sini?, jika tak penting kau akan mendapatkan hukuman dari ku..." Jennifer hanya menelan ludah nya ketika mendengar ancaman itu.
" Tuan Zac saya hanya ingin menyerahkan dokumen ini..." Jennifer dengan tangan bergetar menyerahkan dokumen yang ada di tangan nya dan ingin di serahkan oleh bos nya itu.
Zac membacanya melihat semuanya dengan teliti, dengan sang istri tetap berada di pangkuan. Bahkan Tangan nya masih tetap memeluk pinggang istrinya itu. Jennifer bahkan tak berani untuk menatap lama lama ke arah mereka yang sedang bermesraan di sana.
" Kau yakin dengan ini semua?" Zac kini menatap ke arah Staf itu.
" Saya yakin Tuan Zac, ini dokumen yang baru enam bulan lalu. Dan saya sudah memeriksa nya ulang dari kemarin dan itu hasil akhir nya..." Zac mengangguk mengerti sekarang.
" Baiklah kau keluar saja, nanti aku akan panggil lagi..." Jennifer segera meninggalkan ruangan bos nya. Tanpa melihat lagi ke arah belakang lagi.
" Sedang apa kau berdiri di situ?" Suara tegas dan dingin dari Steve membuat jantungnya terasa ingin lepas dari jantungnya.
" Kau membuat ku terkejut, tak bisakah kau kecilkan suara mu itu..." Jennifer kini menatap kearah mata laki laki yang tiba tiba muncul dengan nada sinis dan dingin nya itu.
" Sedang apa kau di sini?" Steve bahkan tak menjawabnya melainkan kembali membentak wanita itu.
" Bukan urusan mu..." Jennifer kini meninggalkan laki laki dingin yang masih penuh dengan tanda tanya.
Steve hanya melihat punggung wanita itu yang berjalan masuk ke dalam ruangannya itu. Steve hanya menghela nafasnya ketika tak mendapatkan jawaban dari wanita itu.
__ADS_1
Sedangkan di dalam ruangan bos nya, Val menatap suaminya dengan tatapan penjelasan.
" Kau yakin ada wanita yang berkeliaran di sekeliling mu saat bekerja?" Suara nya berubah menjadi ketus.