
Sarah kini memberanikan diri untuk menatap ke arah laki laki yang dengan tenang duduk di sofa tersebut. Meskipun dapat terlihat jelas bagaimana dia mengatur nafasnya yang dari tadi memburu.
Sarah berfikir keras apa yang harus dia lakukan saat ini? percaya atau tidak, siap atau tidak? dia harus tau seperti apa adiknya di belakang dia selama ini.
Sarah kini mengambil nafasnya pelan membuangnya perlahan, hati dan pikirannya kini mulai tenang dia mencoba menerima semua penjelasan yang akan di katakan oleh laki laki yang ada di depannya.
" Aku siap mendengarkan nya..." Bryan yang mendengar suara wanita itu kini menoleh ke arah nya dengan segera.
Bryan kini menatap ke arah Sarah dengan senyum yang tersembunyi. Dia kini berjalan pelan ke arah Sarah duduk di dekatnya dengan pandangan lurus ke depan.
" Apapun yang aku katakan nanti percayalah dia adalah adik mu yang sangat menyanyangi mu dia hanya ingin meringankan beban yang ada di pundak mu..." Sarah menoleh ke arah Bryan dengan tatapan sendu nya dia tau adiknya sangat menyanyangi nya tapi mungkin di sini ada yang salah.
" Sebelumnya tadi aku sudah mengatakan bahwa dia adalah wanita pekerja malam, dia adalah orang ku, wanita ku yang bekerja di sini."
Seakan dunia berputar saat ini juga, dia tak tau bahwa adiknya benar bekerja di sini. Rasa sesak seakan memenuhi dadanya saat ini.
Flashback
" Kau masih muda dan kau bisa bekerja lebih baik dari menjadi malam di sini. Kenapa kau tak mencari pekerjaan yang lebih baik di luar sana..." Bryan dan Amel kini duduk bersama sebelum Amel mendatangani semua kontrak kontrak dalam pekerjaan nya.
__ADS_1
Amel menatap Bryan dengan tatapan datarnya dan hanya ada rasa kecewa yang di tangkap oleh Bryan waktu itu.
" Aku mencari pekerjaan berulang kali, ke sana kemari dan tak ada yang ingin memperkerjakan hanya lulusan seperti aku Sir. Kebanyakan semua memiliki tingkatan yang tinggi dan aku kalah dalam hal itu..." Jawabnya dengan menceritakan dia yang selama ini mencari pekerjaan dan ujung ujung nya hanya ada penolakan.
" Tapi apa kamu yakin bekerja di tempat seperti ini? tempat ini kejam dia yang memiliki uang maka dia yang bisa membeli mu dan kau harus terima semua tamu tanpa harus kau memilih tamu yang telah memesan mu."
" Aku tau Sir dan aku sudah yakin dengan pilihan ku ini, tak ada jalan lagi selain aku bekerja di sini..." Ujarnya dengan penuh kegetiran.
" Apa kau memiliki keluarga yang harus kau hidupi?"
" Tidak! aku memiliki kakak yang harus aku bantu untuk meringankan beban di pundaknya. Selama ini dia yang mengurusku dari aku kecil hingga sekarang dan sekarang aku ingin membantunya meringankan beban di pundaknya..." Matanya berkaca kaca dia merasa sangat menyanyangi kakaknya.
" Kau adik yang baik, aku harap nanti kakak mu akan mengeri kenapa kau berada di sini bersama ku..." Bryan menatap wanita muda yang merasa kecewa dengan keadaan hidupnya.
Bryan terdiam dia rela kehilangan semuanya tapi dia enggan kehilangan kasih sayang kakaknya. Dapat di lihat jelas bahwa dia sangat menyanyangi kakak nya.
" Kau tak ingin kehilangan kasih sayang kakak mu rupanya?"
" Aku siap kehilangan apapun, tapi tidak siap kehilangan kakak ku. Dia adalah tangan dan kaki saat ini, dia adalah jantung ku dari dulu..." Air mata itu kini menetes ke pipinya dia merasa bahwa apa yang telah dilakukannya saat ini mungkin salah tapi dia harus melangkah untuk memperbaiki ekonominya.
" Angel nama mu sekarang Angel, pakailah nama itu jika kau ada di sini. Dan itu adalah perjanjian yang harus kau baca dan kau tanda tangani..." Amel mengangguk dan segera membacanya dengan teliti.
__ADS_1
" Sir bisa aku meminta bantuan mu?" Bryan kini mengerutkan keningnya ketika wanita itu ingin meminta bantuan kepada nya.
Flashback Off
Sarah hanya bisa menyeka air matanya yang sudah menetes mendengarkan cerita dari laki laki yang duduk di sebelahnya, hanya ada rasa kecewa ketika dia tau bahwa adiknya berbohong tentang masalah pekerjaannya tapi semuanya sudah terjadi dan tak ada yang perlu di sesali saat ini.
Seakan semuanya terhenti di depannya, dia kecewa tapi rasa sayangnya kepada adiknya dan rasa sayang adik nya kepada dirinya mampu menutup rasa kecewa yang besar. Hatinya meskipun terluka dia mampu tetap menerima apa yang di katakan oleh laki laki itu.
" Dia adalah orang kami, mana mungkin kami tega melukainya ataupun membunuhnya. Dia adalah tangung jawab kami yang harus kami jaga di saat bekerja, tapi mungkin kesalahan kami juga karena tak mengawasi dia dari jauh waktu di cuti dan kami terlambat mengetahui insiden ini..." Bryan menatap ke arah wanita itu yang dari tadi hanya diam dan hanya terdengar suara isak tangis yang tertahan.
" Kami juga menyesal tak bisa menyelamatkan Amel dari orang orang itu, kami juga berduka atas kepergian Amel percayalah kami juga bersedih dalam hal ini. Tapi kami juga tak bisa meliburkan tempat ini, karena para tamu tak peduli dengan rasa hati kami yang saat ini masih di landa duka yang mendalam."
Sarah menatap ke arah Bryan dengan menghapus air matanya dia menatap Bryan dengan mata yang memerah. Dia yang datang kemari mencari tau dalang pembunuh adik nya malah di hadapkan dengan kenyataan yang sangat membuatnya terpukul.
" Tadi kamu mengatakan bahwa dia ingin meminta bantuan mu, apa yang dia minta dari mu?" Mata mereka bertemu dengan tatapan yang sama sama masih berduka.
Bryan berdiri berjalan ke arah laci meja besar yang ada di sana juga. Dia mengeluarkan sebuah kertas coklat. Bryan menyerahkan ke arah wanita itu. Sarah awalnya ragu menerima nya tapi anggukan dari Bryan kini membuatnya yakin untuk menerima nya.
Sarah perlahan membuka nya dan matanya pun terkejut bukan main dengan apa yang di lihat di dalam amplop coklat tersebut. Sarah menatap Bryan matanya menuntut penjelasan tentang uang yang sangat banyak yang ada di depannya.
__ADS_1
" Uang siapa ini?" Suaranya bergetar dia tak yakin dengan yang ada di pikirannya maka dari itu dia kini bertanya kepada Bryan yang menyerahkan nya.
Bryan menghela nafasnya dia berbalik berjalan ke arah kaca besar yang memperlihatkan Italia yang indah pada malam hari, tapi keindahannya tak mampu membuat suasana hati kedua insan itu bahagia. Ada duka yang sangat mendalam di tengah tengah keindahan malam hari ini.