Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Akhir Dari Balas Dendam Ini 1


__ADS_3

Peter yang tak sadarkan diri kini di larikan di rumah sakit dengan beberapa penjagaan yang ketat. Peter kini jantungnya bermasalah bagaimana tidak dia melihat putri kesayangannya kini melarikan diri dari kejaran Police dia kini menjadi buronan yang menyebabkan kedua orang meninggal di tempat.


Peter masih bisa membuka matanya tekanan darahnya naik begitu cepat, jantungnya terpacu begitu hebat. Kesengsaraan kini membuat dirinya seperti ini. Putri yang tidak bersalah harusnya bisa bahagia tapi sekarang dia juga menyeret putrinya ke dalam lubang yang siap mengambilnya untuk kehancuran.


Dokter jaga itu masih setia mengawasi perkembangan dari tahanan yang saat ini wajah dan namanya menjadi perbincangan hangat oleh seluruh warga Italia. Mereka kini merasakan iba kepada keluarga Peter yang seperti ini. Keluarga yang terkenal sombong dan keluarga yang di kenal dengan identitas Peter Heeney kini hanya sebuah identitas hasil rampasan yang di lakukan oleh Peter.


Pengadilan kini menetapkan dia sebagai tersangka utama dan itu membuat para penjagaan yang ketat di sekitar ruangan nya berbaring, bahkan di dalam ruangan kamar rumah sakit tersebut juga seorang bersenjata lengkap juga menjaga nya lebih dekat.


Pembunuhan yang selalu di lakukan oleh orang yang memiliki harta berlimpah adalah orang orang yang terdekatnya. Karena mereka pada dasarnya memiliki sifat yang begitu iri atas keberhasilan yang di capai.


Sedangkan Anna kini berlari menelusuri jalanan dengan kakinya yang berdarah. Sepatu mahalnya yang selalu menghiasi kakinya kini dia buang ketika dia ingin berlari cepat agar tak di jangkau oleh para police yang mengejarnya.


Anna berlari terus berlari mencari tempat untuk persembunyian yang aman untuk dirinya. Nafasnya kini memburu ketika dia menyandarkan punggungnya di sebuah pohon besar untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena berlari jauh.


Suara sirene police yang membuat dirinya ketakutan kini semakin menyembunyikan tubuhnya kini dia mengintip mobil mereka yang sepertinya akan menuju kerumah nya untuk mencari keberadaannya. Kehancurannya kini begitu sempurna, semua orang yang dia sayang kini berada di dalam penjara dan dia kini menjadi buronan police karena emosinya dia membunuh orang yang menjadi saksi kejahatan ayahnya.


" Kenapa aku bodoh sekali, harusnya aku tidak melakukan hal itu.. Bodoh.. bodoh...." Anna mengutuk kebodohannya yang tanpa memikirkan nasibnya sebelum bertindak membunuh kedua orang tersebut.

__ADS_1


" Aku harus kemana lagi saat ini?, aku tak memiliki siapa pun saat ini. Semua teman ku pasti tau tentang hal ini dan aku tentu saja tak bisa meminta bantuan kepada mereka..." Anna kini bergumam dengan pelan dia menutupi wajahnya dengan kedua tangan ketika ada orang yang melewatinya.


Anna harus mulai menyembunyikan dirinya dari orang orang yang mengenal dirinya. Anna kini berjalan dengan menunduk dia takut ada yang mengenalnya dan melaporkan dirinya kepada police. Anna kini terus berjalan langkah kakinya membawa dia menuju tempat di mana dia bisa menyembunyikan dirinya.


Kaki itu berhenti di sebuah depan rumah kecil yang tak ingin dia datangi dulu, tapi kaki itu malah membawanya untuk datang ke tempat ini. Rumah yang tak berpenghuni itu kini menjadi rumah yang tepat untuk dia menyembunyikan dirinya dari kejaran para police.


Anna membuang nafasnya dengan kasar menatap rumah itu yang pasti di penuhi oleh debu yang tebal. Kakinya kini membawanya untuk di depan pintu, membukanya tapi tak bisa pintu itu di kunci rapat. Matanya mengedarkan pandangan melihat cela agar dia bisa masuk.


Matanya menatap jendela dia segera lari menghampiri jendela tersebut, tangannya yang masih bergetar begitu susah membuka jendela. Dia kembali menenangkan dirinya agar dia bisa membuka jendela tersebut.


" Bagaimana bisa aku hidup di sini?, tapi tak apa mungkin aku harus bersembunyi sebelum aku mendapatkan bantuan dari orang lain..." Katanya dengan pelan dia masih percaya bahwa dia memiliki orang yang akan mau membantunya keluar dari kejadian yang menjadikan dia buronan saat ini.


Anna kini membuka satu persatu pintu yang tertutup dia kini merebahkan tubuhnya yang lelah karena dia lari sedari tadi, kakinya kini terasa sakit dan dia sadar bahwa dari tadi dia tak memakai alas kaki sama sekali.


" Ayah maafkan aku! aku yakin ayah saat ini sedang cemas dengan keadaan ku tapi aku tak apa yah! aku bisa menjaga diriku. Sementara aku harus di sini yah..." Liriknya dengan pelan dia merasakan iba kepada ayahnya tapi juga tak bisa berbuat apa apa dengan ini semuanya.


Dia tak bisa muncul di depan umum untuk sekarang, dia menjadi buronan atas kasus pembunuhan. Rasa bersalah dan rasa menyesal kini menghantui pikirannya. Andaikan semua bis di putar mungkin dia bisa hidup tenang dengan semua ini, tapi nyatanya kemewahan selama ini membuat dirinya hancur seperti saat ini.

__ADS_1


Rasa lelah yang menyerang dirinya kini membuat mata itu terpejam seketika, rasa kantuk dan rasa lelahnya membuatnya cepat untuk memejamkan matanya. Anna tertidur untuk sedikit melupakan masalah yang akan terus menghantuinya.


Sedangkan Adriano kini tersadar dari pingsan nya juga, Adriano yang menjadi bulan-bulanan orang yang ada di dalam penjara juga membuat dirinya tak sadarkan diri dari malam hari.


Bugh!! tendangan di perut nya membuat dirinya kini meringkuk kesakitan. Adriano meringis kesakitan ketika perutnya kembali merasakan sakit.


" Bangun.. jangan hanya tidur, seperti orang malas.. bangun..." Teriakan dan pukulan yang kencang membuat laki laki itu mengangguk pelan.


" Kau tau, ayah mertua mu di jadikan tersangka utama dan dalang utama atas kematian Tuan Yun sahabatnya..." Bisiknya dengan pelan membuat Adriano sedikit membuka matanya tak percaya. " Istri mu yang tersayang itu kini sekarang juga menjadi buronan karena membunuh saksi di ruang pengadilan..." Sambungnya lagi.


Adriano kini dengan cepat terbangun dan dia menatap kearah orang yang mengatakan berita itu dengan mengejeknya.


" Tidak mungkin Anna melakukan hal itu!! kau berbohong kepada ku, kau hanya memancing ku..." Adriano kini terbangun langsung mencengkram baju orang tersebut.


" Apa yang tidak mungkin?, semua keluarga mu kini hancur tak tersisa, sebentar lagi istri mu itu juga akan masuk ke dalam sini, semua para keluarga Peter akan bertemu di penjara..." Semua orang kini tertawa keras mengejek Adriano.


Adriano kini tak terima dia tanpa sadar melayangkan bogeman mentah kepada orang yang ada di depannya itu. Adriano kini dengan membabi buta menyerang laki laki itu, suara sorakan yang kencang seakan mengizinkan mereka bertarung di dalam penjara tersebut.

__ADS_1


__ADS_2