Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Gagal


__ADS_3

Malam ini semua orang sedang dalam keadaan panas, di tempat Steve dan Jennifer mereka tengah saling memandang dengan pandangan mereka yang sama sama tak tahu artinya. Jennifer yang tadi mengatakan siapa dirinya hanya bisa menunduk ketika dirinya mengatakan siapa identitas nya. Sedangkan di markas besar semua senjata juga masih mengarah ke arah kedua tersangka yang tadi juga mengungkap siapa bos dari mereka. Malam ini mereka semua sama sama tegang serta sama sama berhasil membongkar semua identitas yang mereka curigai.


Sedangkan di rumah lain Zac kini hanya menatap layar laptop nya, dia melihat orang orang nya yang sedang melakukan interogasi kepada tersangka, kamera CCTV itu semua nya mengarah ke arah laptop yang ada di rumah Zac Kozan, pimpinan mereka.


" Marco.. lagi lagi kau ingin bermain main dengan kami..." Gumam nya dengan sinis. Zac kini mengambil ponsel nya menghubungi seseorang yang akan membantu nya.


Setengah jam Zac berbicara kepada seseorang yang berada di sebrang telfon, Zac berbicara serius bahkan dengan dirinya berdiri. Zac mengatur semua rencana yang sudah dia tunda dari kemarin.


Ceklek!! Suara pintu yang terbuka membuat Zac dengan segera menatap kearah pintu yang terbuka.


" Hubby apa aku menganggu?" Val yang masuk ke dalam ruangan kerja suaminya kini bertanya dengan pelan sebelum dia Kembali masuk ke dalam.


" Sayang masuk lah..." Zac dengan cepat mengakhiri panggilan itu, ketika sang istrinya berjalan mendekati dirinya. " Kau belum tidur?, ini sudah malam..." Zac menundukkan sang istri ke paha nya, duduk di pangkuan nya. Zac memeluk pinggang sang istri, sedangkan Val duduk di sana dengan mengalungkan tangan nya ke leher sang suami.


" Aku masih belum mengantuk..." Jawabnya d dengan tersenyum.


" Kau bahagia menikah dengan ku honey?" Sebuah pertanyaan yang membuat Val menatap sang suami dengan serius.

__ADS_1


" Tentu aku bahagia, terlepas dari apapun, dan terlepas siapa kamu, aku tetap bahagia menikah dengan mu, memiliki anak dari mu pun aku juga bahagia..." Jawabnya dengan tersenyum, wajah nya yang menggambarkan dirinya tengah bahagia.


" Hari ini aku bahagia karena akhirnya sang kakak mendapatkan wanita yang dia cintai, aku bahagia untuk mereka juga. Jika ada kedua orang tua ku, aku yakin mereka bahagia melihat kami anak anak nya sudah bahagia dengan pernikahan kami masing masing. Terima kasih karena sudah menjadi suami yang baik selama ini..." Sambungnya dengan mata yang berkaca kaca dan air mata nya hampir saja tumpah ke pipi nya.


" Sayang aku juga bahagia karena memiliki mu, kau wanita satu satu nya yang bisa mengubah prinsip ku selama ini. Aku beruntung bisa menjadikan kamu milik ku selama nya, aku bangga menjadi suami mu..." Jawabnya dengan mengelus perut nya yang sudah terlihat buncit karena kehamilan nya. " Aku yakin anak anak kita nanti akan bangga memiliki ibu seperti mu, mereka akan bahagia karena kau yang melahirkan mereka..." Sambungnya lagi.


" Mereka juga bangga karena memiliki ayah seperti mu hubby..." Mereka saling berpelukan dengan erat. Kebahagian ini sungguh membuat mereka sangat bahagia. Meskipun masalah selalu datang tapi mereka selalu tersenyum dengan bahagia dan mereka selalu tenang menyelesaikan setiap masalah yang datang.


Val melepaskan pelukan itu, kedua mata mereka saling bertatapan dengan penuh cinta serta penuh kasih sayang yang tulus. Val menggapai bibir suami nya, untuk pertama kaki nya ciuman itu membuat mereka saling menahan nafas mereka berdua. Selama di kabarkan kehamilan mereka tak ada yang saling menyentuh ataupun mencoba menggoda nya. Mereka hanya saling menahan hasra*. Tapi kali ini Val memulai nya dengan menggapai bibir suaminya dengan lembut.


" Hubby..." Desaha* Val ketika cumbuan itu kini berpindah ke leher nya, menyesa* nya dengan lembut dan meninggalkan beberapa kiss mark di sana.


" Sayang ini sungguh menyiksa kita..." Zac menempelkan kening mereka menjadi satu, saling memejamkan matanya, saling mengatur nafas nya. Zac yang segera sadar dengan apa yang terjadi kini dia dengan cepat menghentikan aksi panas nya itu.


" Hubby tapi aku menginginkan dirimu?" Katanya dengan suara serak nya, mereka saling menahan hasara* yang cukup lama.


" Sayang percayalah aku juga menginginkan dirimu, tapi kita harus bertanya dulu pada sang dokter..." Jawabnya dengan membuka mata nya dan menatap sang istri yang juga menatapnya dengan hasra* yang terpancar di mata nya.

__ADS_1


" Kita bisa melakukan nya asal kita bisa pelan pelan hubby..." Rengek nya dengan menggoda suaminya dengan mengoyangk*n panta* nya di sana.


" Sayang stop.. kau sungguh menggoda ku..." Zac memejamkan matanya ketika sebuah godaan dari sang istri yang sengaja dia lakukan.


" Hubby please.. aku ingin dirimu.. kita sudah lama tak melakukan nya, kau tak ingin melakukan?, kau sudah bosan dengan ku?" Katanya dengan kembali duduk diam di atas sana. Wajahnya kini saling bertatapan dengan tatapan datarnya, bahkan wajah sendu nya tadi kini berubah menjadi garang di sana.


" Sayang kau bicara apa hem?" Zac meluma* pelan bibir istrinya yang tiba tiba cemberut. " Tentu saja aku menginginkan dirimu, ini sungguh menyiksa dan sangat sakit. Tapi kita juga perlu bertanya dulu pada dokter, agar semua nya aman. Bayi kita juga harus aman sayang..." Sambungnya dengan memberikan pengertian kepada sang istrinya.


" Kau hanya mementingkan bayi mu saja, kau tak peduli dengan aku..." Val yang tiba tiba langsung berdiri, meninggalkan sang suami yang menatapnya dengan tatapan frustasi nya.


Val meninggalkan suami nya yang untuk kesekian kalinya menolak dirinya. Di saat dirinya sedang berada ingin melakukan nya tapi malah di tolak dengan sang suami. Val melangkahkan kaki nya menuju kamarnya, dia benar benar kesal karena mendapatkan perlakukan yang tak menyenangkan oleh suaminya sendiri.


Sedangkan Zac menatap punggung istrinya yang tiba tiba pergi meninggalkan dirinya. Zac menghela nafas nya berat ketika menyadari bahwa istrinya sedang marah padanya.


" Tak hanya kamu yang tersiksa sayang, aku juga tersiksa, bahkan julio ku juga tersiksa. Ini sungguh terasa sakit jika dia bangun dan tak segera di keluarkan, astaga..." Gumam nya dengan pelan dengan berdiri dari duduknya menyusul istrinya yang berada di dalam kamarnya.


Gak usah meledek mince, nikmati aja mince nulis kayak gini 😛

__ADS_1


__ADS_2