Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Perang 9


__ADS_3

Sebelas jam begitu lama bagi Albert dia tak bisa menunggu bos nya untuk menyelamatkan wanitanya. Tak hanya keselamatan Violet yang di pertaruhkan tapi juga keselamatan gadis kecil yang juga butuh segera di selamat kan.


" Bos saya takut mental Nona Angel kena! jika mental anak kecil sudah kena maka akan sulit untuk di sembuhkan, karena anak kecil akan mudah mengigat apa yang telah dialami nya..." Seorang dokter perempuan yang telah merawat Albert kini memberikan komentar tentang gadis kecil yang ikut andil dalam penculikan ini.


" Kau benar tapi bagaimana lagi! aku tak boleh bergerak sendiri sebelum mereka datang!"


Sang dokter diam dengan perasaan yang juga bingung, sebaliknya dengan Albert ini adalah keputusan dia yang begitu sulit. Tak hanya dia yang memikirkan kesehatannya tapi dia juga memikirkan nasib kedua wanita yang tengah di sekap.


" Bos saya mendapatkan lokasinya!"


Albert langsung berjalan menuju ke tempat orang orang yang melacak alamat nomer yang tadi menghubunginya. Albert kini malah mondar mandir di sana dia bimbang antara jalan sekarang dan bertahan di sini menunggu bantuan nya datang.


" Apa yang harus aku lakukan?, jika aku tak segera menemukan mereka sekarang, aku takut dia malah kabur membawa Violet dan Angel pergi jauh! aku tau siasat yang di katakan oleh Violet tadi..." Albert kembali dilema antara dia yang harus untuk segera berangkat atau diam di sini menunggu para Bos nya.


Sebelas jam adalah waktu yang begitu lama, apapun bisa terjadi di jam itu. Dia harus segera bergerak dia tak peduli dengan kondisinya. Lebih baik Mati di tempat perang dengan bisa menyelamatkan wanita nya atau Mati menjadi pengecut di sini.


" Kita bergerak sekarang!, aku tak bisa menunggu sebelas jam untuk menyelamatkan mereka! ada Nyawa dua wanita yang tak akan bisa melawan orang seperti James!"


" Tapi Bos kita harus menunggu Bos Singa!"


" Sebelas jam terlalu lama Baron! apa kau sadar apa saja bisa terjadi sebelum sebelas jam tersebut!"


Baron diam dia tau apa yang di katakan oleh Albert benar, apapun bisa terjadi. Baron kini berdiri dari duduknya dia mengikuti apa yang di katakan oleh Bos nya.


" Baiklah ayo Bos! yang lain tetap di sini untuk berjaga jaga jika Bos Singa datang! dan hubungi Gusman untuk menyusul kami!"


" Baik..." Salah satu dari mereka kini yang berbicara.

__ADS_1


" Aku ikut! aku rasa aku harus ikut karena kondisi mu juga tak baik! aku juga akan segera merawat orang yang terluka di sana nanti..." Timpal sang Dokter.


Albert tak menjawabnya dia berjalan dengan sedikit berlari, perutnya kini dia pegang dengan kuat, dia menahan rasa sakit yang menyerang perutnya. Tapi dia berusaha untuk tetap kuat dan berjalan. Dia tak bisa duduk manis menunggu sebelas jam lama nya.


Kini beberapa orang telah memasuki Van Hitam anti peluru, mereka tak lupa juga dengan senjata yang telah mereka telah siapkan tadi. Albert gusar dia tak tenang hal buruk telah berputar putar di otaknya dia tau James bisa melakukan apa saja kepada kedua wanitanya.


" Bos anda harus tenang jika anda tegang dan panik jahitan anda akan merembes darah!"


" Aku tau!" Jawab Albert dengan berusaha tenang. Semakin dia tenang semakin membuat dia gelisah. " Apa tempatnya jauh dari kita?"


" Satu jam berjalanan Bos."


Albert membuang nafasnya dengan kasar ketika mendengar bahwa perjalan mereka begitu jauh. Tapi dia harus sabar menunggunya dia tak mungkin tergesa-gesa dia harus memikirkan rencana untuk menyelamatkan kedua wanita.


" Laki laki seperti James tak bisa di kasari, jika kita berbuat kasar maka dia akan lebih brutal dari yang kita bayangkan! kita harus berhati hati dengan musuh kita Bos, dia bisa melunak kapan pun tapi dia juga menjadi gila kapan pun. Kadang dia lembut tapi kadang dia juga marah marah tak jelas!"


" Semua penyakit pasti bisa di sembuhkan Bos! asal berobat dengan Dokter yang tepat dan penangan yang tepat juga! jika kita bersikap memaksa maka dia akan semakin tertekan dan dia akan semakin memberontak!"


" Jadi maksud mu hukum Nyawa saat ini tak berlaku di lawan kita saat ini?" Baron yang mendengarnya tiba tiba bertanya dengan suara ketusnya. " Jika kita tak membunuhnya laki laki seperti dia akan membahayakan orang lain, terutama untuk para wanita!"


" Aku tau! siapapun orang yang mengusik kita mereka akan kehilangan Nyawa nya! tapi untuk masalah ini kita harus hati hati Baron! kita harus bermain hati! jika kita tak main hati dan kita hanya bermain pikiran dan emosi dia lebih brutal dari kita! orang semacam James itu sebenarnya adalah korban! bukan karena dia yang ingin seperti itu!"


" Kau tau masa lalunya?"


" Tidak! aku tak tau masa lalu nya..." Jawabnya dengan gugup.


Albert menatap sinis ke arah Dokter itu, dia segera menodongkan pistol tepat di jantungnya sekarang.

__ADS_1


" Kau tau apa yang terjadi dengan James hingga kau berani mengatakan semuanya dengan lancar! jika kau tak tau apa yang terjadi dengan James kau tidak akan mengatakannya..." Albert menaikan nada suaranya.


Semua yang ada di sana hanya diam dengan tetap melajukan mobilnya. Baron yang ada di sana hanya bisa menyaksikan tanpa bisa mencegahnya.


" Bukan kita memiliki sumpah yang jelas Bos Albert! kita di larang menyakiti sesama saudara, dan di larang membunuh saudara! kau ingin melanggar sumpah kita dulu! apa kau lupa dengan sumpah itu?"


Albert tersenyum tipis dia masih ingat betul sumpah mereka untuk akan selalu melindungi para saudara itu, mereka bersumpah tidak boleh menyakiti sesama saudara. Siapapun yang masuk ke dalam Dio Della Morte adalah keluarga besar dan mereka harus melakukan sumpah untuk di ikuti oleh mereka semua.


" Aku masih ingat betul semuanya Dokter! tapi sepertinya kau yang melupakan sumpah terakhir kita!" Senyum tipis dari Albert kini malah membuat sang Dokter mengerutkan keningnya.



" Baron kau ingat sumpah terakhir kita?, jika ingat kau katakan dengan tegas!"


" Siapapun yang berkhianat maka hukumannya adalah kematian bagi mereka! tidak peduli itu saudara sendiri, jika mereka berkhianat maka siapapun boleh membunuhnya, menembaknya tepat di jantungnya atau pun otak nya!"


Baron mengatakan dengan tegas dan membuat sang Dokter diam. Dokter itu tampaknya memang melupakan poin penting yang ada di sumpah mereka. Kepanikan dari Dokter mudah di tutupi oleh dirinya dengan membalas tersenyum.


" Saya mengingat nya Bos Al, tapi karena saya bukan pengkhianat saya tak membaca poin itu di depan anda!"


" Jangan bertele tele dengan omong kosong mu. Apa yang kau tahu tentang James!"


Sang Dokter tangannya menyingkirkan pistol itu yang mengarah ke arah jantungnya dia menatap Albert dengan semua ke rahasianya.


" Saya tidak bisa mengatakan karena melanggar normal saya menjadi Dokter! tapi yang jelas Tuan James adalah pasien saya lima tahun yang lalu."


Semua orang terdiam dengan pemikiran mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2