Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Gadis Kecil 2


__ADS_3

" Tidak, aku tidak setuju dengan apa yang kau rencanakan itu..." Singa kini sedang bernada tinggi dia menolak apa yang akan Andre lakukan malam ini.


" Bos hanya malam ini, aku sudah berjanji untuk menolongnya..." Nada permohonan itu kini di lakukan oleh Andre dia sungguh tak bisa secara tiba tiba untuk membatalkan rencana yang sudah dia susun dengan orang yang baru dia kenal.


" Tapi itu begitu berbahaya, sangat berisiko. Kau tahu bukan itu sangat berisiko tinggi, tidak aku tidak akan membuat kalian kenapa kenapa..." Zac tetap saja menolak apa yang diinginkan rekannya itu, dia tak ingin membuat tim nya dalam bahaya, jika terjadi hal buruk bukan hanya mereka yang di rugikan tapi seluruh tim nya yang harus bersembunyi lagi.


" Bos dia adalah teman lama ku, dan aku merasa kasihan melihatnya dia tak memiliki keadilan seperti itu, aku hanya akan memberikan pelajaran kecil hanya itu saja."


" Andre lu sadar gak apa yang akan lu lakukan itu memiliki resikonya, aku tahu kau ahli dalam hal seperti itu, tapi kali ini kau melakukannya di tempat yang terbuka dan banyak pengawal. Kau harus pikirkan hal buruknya saja, jangan hanya karena kau membela temanmu itu kau menutup matamu dan membahayakan tim mu..." Zac tentu saja tidak akan diam saja ketika mendengar apa yang di minta oleh rekannya itu.


" Bos kali ini saja, malam ini saja. Setelah itu aku tak akan melakukannya lagi, aku sudah berjanji akan membantunya dan aku sudah mengamati lokasinya, aku yakin para pengawal itu pasti muda kami lewati..." Andre kini masih memohon kepada bosnya ketika dirinya meminta izin untuk menolong seorang temannya yang baru dia kenal.


" Jangan remehkan orang dari luarnya, aku tak suka dengan gaya sombong seperti itu..." Ujar sinis dari Zac membuat Andre kini semakin bingung dia harus segera memutar otaknya agar dia di izinkan beraksi. " Bos kali ini saja, selama ini aku belum pernah membantah apa yang anda katakan dan aku selalu menurutinya, tapi kali ini izinkan aku melakukannya kali ini saja, aku janji..." Sambungnya dengan wajah sungguh sungguh.


" Siapa teman mu sebenarnya?, laki laki atau perempuan?" Zac kini penasaran ketika rekannya ini memohon seperti ini, tak mungkin dia terlalu berani membahayakan timnya jika tak ada maksud lain.


" Laki laki bos, tentu saja laki laki..." Elaknya dengan cepat, dia tentu saja tak akan mengakui bawah dirinya tengah menolong seorang gadis cantik yang selalu memanggilnya 'om', entah kenapa hati Andre merasa tak tenang jika dirinya tak segera membantu gadis itu, ada rasa cemas yang berlebihan dalam kata kata pertemanan itu.

__ADS_1


" Saya janji saya akan bersembunyi setalah ini semua terjadi, saya tidak akan kembali ke markas dulu..." Sambungnya lagi.


Zac kali ini mengusap wajah nya dengan kasar dia tak ingin membahayakan timnya tapi bos dari tim itu sendiri kini berusaha keras untuk melakukan pergerakan malam ini.


" Bos kali ini saja, tim saya lama tak beraksi, dan mereka pasti dengan senang jika malam ini kami melakukan pergerakan seperti dulu lagi. Masalah kita selama ini membuat tim saya vakum lama dan itu membuat kami merasa sebal, jadi malam ini izinkan kami bergerak bos, hanya saja pergerakan ini di landasi untuk menolong teman saya..." Zac kini masih diam, dia menimbang semuanya dengan hati hati.


" Tunjukan lokasinya dan tempat yang kau pantau..." Andre kini segera mengeluarkan ponselnya dia memperlihatkan semuanya yang dia ambil tadi.


Zac kini menatap foto itu dengan sungguh sungguh, dia kini juga mengamati sebuah lokasi yang akan membuat tim nya bergerak malam ini dengan cepat. Zac tak pernah meragukan tim dari Andre, tapi dia juga tak mungkin melupakan sesuatu yang berbahaya pasti akan memiliki resiko yang berbahaya pula.


Andre gugup bukan main ketika bosnya ingin bertemu dengan seorang yang ingin dia bantu itu. Tak mungkin mereka bertemu secara tadi dirinya mengatakan bawa dia adalah laki laki.


" Dia sedang berduka karena ibunya baru saja meninggal bos, jadi aku rasa dia tak akan bisa datang kemari..." Alasan yang tepat.


" Tak bisa datang kemari tapi ingin balas dendam kepada kakak iparnya?" Zac mengerutkan keningnya. " Kau yang tak ingin mempertemukan kami atau dia yang tak ingin datang?" Zac menatap rekannya dengan tatapan susah diartikan.


" Atau dia seorang wanita jadi kau tak ingin membawanya datang kemari untuk menemui ku?"

__ADS_1


" Tidak bos tentu saja tidak wanita, saya sudah katakan bawa dia adalah laki laki, nanti setelah urusan ini selesai aku akan mempertemukan anda..." Andre kini melupakan sesuatu bawa apa yang ingin mereka lakukan yang bersangkutan dalam pekerjaannya harusnya melaporkan kepada Singanya dan dia juga melupakan bawa akan ada perkenalan sebagai saudara kepada teman teman mereka yang tak sengaja bertemu.


" Jika itu wanita dan kau berbohong pada ku, kau akan tahu akibatnya..." Andre menelan ludahnya dengan kasar dia tahu betul bosnya sungguh tak suka di bohongi, tapi jika dirinya mengatakan wanita urusan sesi pertanyaan tak akan begitu saja terselesaikan.


" Saya tahu bos..." Jika suatu saat dia ketakutan maka dirinya harus siap di hajar oleh Singa itu sendiri.


" Baiklah sana pergi dan bawa kabar gembira kalian selamat, aku tak ingin mendengar ada masalah di lapangan karena aku malas enggan berurusan dengan para police. Masalah agen agen ini pasti akan rumit..." Keluhnya dia baru saja menyelesaikan masalah dengan agen CIA, jadi dia terlalu bosan jika harus berhadapan lagu dengan agen agen tersebut.


" Baik bos, saya akan membawa kabar bahagia..." Nafas lega dari Andre membuat hawa dingin itu kini terasa, tadi ruangan itu seakan membawa hawa panas ketika bosnya membentak dan menolak apa yang ingin dia lalukan. " Bos saya sepertinya akan mengajak Abhi, jika anda izinkan?"


" Abhi?" Andre mengangguk dia ingin mengajak adik iparnya itu agar laki laki itu tahu seperti apa pekerjaannya.


" Jika dia mau maka ajaklah, tapi ingat kalian harus berhati hati, jaga tim kalian, aku tak ingin ada kesalahan seperti dulu."


" Siap bos laksanakan..." Andre setelah memberikan rasa hormat kini dia segera meninggalkan ruangan bosnya itu dengan senyum yang mengembang.


Setelah sekian lama akhirnya kini para timnya akan bergerak meskipun kali ini tak menyasar kearah benda benda antik yang bisa mereka jual dengan harta tinggi, atau mereka simpan sebagai koleksi di gudang bawah tanah. Andre kini mengunakan kata kata pertemanan untuk menolong sebuah wanita yang dia jumpai dari kemarin. Senyumnya dari tadi tak luntur menghiasi wajah garangnya. Bahkan sampai tiba di markas pun senyuman itu belum luntur sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2