
Gusman gusar apa yang di teriakan adiknya dapat di dengar jelas olehnya. Gusman berusaha untuk menyadarkan adiknya tapi tetap tak ada jawaban apapun dari orang yang ada di dalam.
" Kita dobrak saja pintunya!" Albert yang dari tadi cuma menyaksikan kini akhirnya berbicara dengan memberikan solusi.
Gusman mengangguk dari tadi dia tak menemukan berpikir untuk mendobrak pintu besar yang tertutup. Gusman dan Albert kini mundur beberapa langkah dengan saling berpandangan mereka mengangguk pelan.
Kini mereka berdua lari secara bersamaan menendang kuat pintu besar itu tapi masih tetap tak terbuka dengan sempurna. Pintu itu masih tertutup membuat mereka berdua kembali melakukan hal yang sama.
" Istri ku kita akan bertemu di sana! tunggu aku. Biarkan Angel di rawat oleh Violet, aku yakin dia akan bahagia dengan nya."
Bruak!! pintu yang di tendang oleh ke dua laki laki itu akhirnya terbuka dengan paksa dan itu membuat pintu besar rusak seketika.
James sedikit terkejut melihat pintu yang terbuka dengan cara di paksa itu. Gusman langsung berlari menuju adiknya dia merebut korek api yang ada di tangan adiknya itu.
Plak!! satu tamparan keras yang di layangkan oleh Gusman kini langsung mendarat sempurna di pipi James. James menatap kakak nya dengan tatapan tajamnya.
" Apa yang kau lakukan? apa kau gila karena ingin bunuh diri?" Teriaknya Gusman dengan kencang.
" Kenapa bisa Kakak ada di sini?, berikan korek api itu biarkan aku mati, hidupku tak ada gunanya lagi. Aku hanya menjadi beban."
" Tak ada beban di keluarga James. Kenapa kau seperti ini, aku tau kamu sakit hati karena cinta mu tapi kau tak boleh seperti ini!"
" Aku lelah kak! bahkan hidupku hancur sekarang. Semua orang yang aku cintai akhirnya pergi satu persatu! istri ku, Violet bahkan Angel pergi tak ingin berada di samping ku. Apa kakak pikir di tinggal dengan orang yang paling di cintai akan semudah itu menerima nya?, tidak kakak..." Ucapnya dengan setengah berteriak.
" James buka mata mu, di luar sana banyak wanita yang akan menerima mu dengan cinta nya. Tak hanya Violet wanita di dunia ini James. Kenapa kau tak sadar hal itu."
James tertawa dia tau wanita tak hanya Violet di dunia ini bahkan ada ribuan wanita yang ada disana.
__ADS_1
" Cinta ku akan menyakiti mereka kakak! apa kakak tak sadar bahwa cinta ku akan membawa mereka ke dalam penderitaan yang dalam. Jika aku hidup aku tak akan sanggup melihat ini semua, aku hanya akan melukai pihak wanita. Jadi biarkan aku pergi dari sini."
" Tidak! kau harus ikut aku pulang, kita harus berobat sekarang..." Gusman menariknya tangannya dengan kencang.
James yang memberontak kini malah mendorong tubuh Gusman dengan kuat hingga dia terjatuh ke lantai dengan kencang. Kepalanya terbentur cukup keras hingga membuat Gusman merasakan pusing.
" Pergi dari sini! aku tak ingin melihat kalian semua! pergi..." Teriaknya dengan kencang.
" James ingat kau memiliki sosok seorang kakak yang selalu ada untuk mu! aku tak akan meninggalkan mu apapun yang terjadi, jadi ku mohon jangan lakukan hal gila ini James."
Gusman memohon dengan penuh kasih sayang. Suara nya bergetar dia takut adiknya benar akan melakukan hal gila.
" Pergi dari sini..." Usirnya dengan mundur lagi.
Lilin yang tadi masih menyala kini kembali dia pegang. " Auwwhh ..." Violet berteriak kencang ketika lilin itu ingin di letakan di lantai yang sudah tercampur sedikit bensin.
" Jangan lakukan hal itu James, ku mohon jangan lakukan hal itu..." Gusman berteriak dengan kencang ketika melihat adiknya akan melakukan hal gila.
" James letakkan hal itu jangan berbuat konyol!" Albert yang dari tadi diam kini mulai berbicara dengan pelan.
Tatapan mata tajam dari James kini mengarah ke arah Albert yang berdiri di sebelah Violet.
" Al dia bisa berbuat gila! jangan mendekat..." Violet tentu saja tidak ingin ada hal buruk terjadi kepada Albert.
Albert hanya mengangguk seakan matanya mengatakan untuk mempercayai nya dengan semua yang apa akan di lakukan oleh dirinya.
__ADS_1
" Jangan ikut campur, ini semua juga gara gara mu! andaikan kau tak kembali muncul ini semua tak akan terjadi jadi sekarang stop menjadi super hero di sini..." Ucapnya dengan penuh tegas.
" Aku muncul atau tidak pun rumah tangga kalian sudah tidak sehat, apa kau tak sadar jika semua ini karena ulah mu?"
James hanya tersenyum tipis karena pada dasarnya kesalahan ini memang lah berawal dari dirinya.
" Harusnya kau sadar dan mau berobat penyakit mu itu! bukan malah kau kabur dengan ingin bunuh diri. Kau ingin menjadikan Violet bersalah atas kematian mu? atau kau ingin menjadi ayah yang jelek di mata putri mu?"
" Sudah ku katakan jangan ikut campur dalam urusan ku! sekarang pergi dari sini, jangan jadikan dirimu super hero karena kau tetap jelek di mata ku..." James menatap tajam ke arah Albert yang berdiri di depannya dengan jarak dekat.
" Aku pikir kamu adalah laki laki kuat yang tak mudah menyerah tapi aku salah kau laki laki cemen yang tak berguna dari dulu. Kau hanya berani dengan wanita, tapi kau tak berani menghadapi kenyataan takdir mu."
" Terserah kau mau bilang apa yang terpenting aku ingin kalian keluar dari sini..." Usirnya dengan kencang.
Bahkan lilin yang ada di tangan nya kini di arahkan ke depan Albert dengan cepat. Albert yang bisa membaca gerakan James dengan cepat juga bisa menghindar.
" Keluar dari sini atau rumah ini bakal aku bakar agar kalian tak bisa keluar dari sini!" Ancamnya dengan cepat.
Albert hanya tertawa mendengar ancaman James yang lucu baginya. " Kau sungguh ingin lari dari tangung jawab mu heh?, kau harus bertanggung jawab!"
" Keluar!" Ucapnya dengan tegas.
" James letakkan di sana lilin itu, jangan seperti ini, semua nya bisa kita selesai kan dengan baik baik. Ayo letakkan kita bicara baik baik..." Timpal Gusman yang juga berada di sana dia juga membujuknya dengan lembut.
" Kenapa kalian tak membiarkan aku mati dengan tenang?, aku hidup saja kalian masih menganggu, dan sekarang aku ingin mati saja kalian masih ingin menganggu. Sekarang sudah tak ada niatan baik untuk saya bicara baik baik jadi sekarang keluar dan tinggalkan aku sendiri."
James berbicara kepada Gusman kini mengahlikan tatapan nya ke arah kakak nya yang dari tadi mata James menatap ke arah Albert.
__ADS_1
Albert berlari cepat merebut paksa lilin itu hingga terjadi saling berebut lilin yang menyala. Suara teriakan dari Violet membuat semuanya menjadi suasana lebih tegang di sana.
Cengkraman pada perut Albert yang bekas operasi itu membuat laki laki itu merintih kesakitan. Rebutan itu akhirnya membuat lilin itu terjatuh dan terlempar jauh hingga mengenai lantai yang ada Bensin.