Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Perang 17


__ADS_3

Putus cinta selalu membuat orang kehilangan akalnya,


Rasa sakit tak berdarah malah membuat orang semakin terluka.


Cinta bisa membuat orang seakan hidup,


Tapi


Juga bisa membuat orang seakan mati dalam kehidupannya,


Kebanyakan orang akan memilih untuk mengakhiri hidupnya,


Dibanding mencari cinta yang lain.


James 🔥


🥀🥀


.


.


.


Violet tertegun dengan apa yang di tunjukan oleh James. Jantungnya berdegup lebih cepat, dadanya naik turun dengan cepat, keringat dingin langsung keluar begitu saja dari dahinya.


" James apa yang ingin kau lakukan?, letakkan itu James jangan main main dengan yang kau pegang itu..." Violet mencegah hal buruk yang akan terjadi. Dia tahu laki laki itu akan melakukan berbagai cara yang ada di pikirannya dan selama ini tak ada yang bisa mencegahnya.


" Ambillah kunci ini dan keluar dari sini!" James melemparkan kunci pintu yang telah di letakkan di sakunya dari tadi.


Violet menerima nya dengan satu tangkapan yang pas di tangan nya. Tangannya bergetar ketik meletakkan kunci itu di pintu yang ada di belakangnya.


" Keluarlah Vio, lari lah yang jauh. Aku melepaskan mu dengan ikhlas, aku merelakan mu dengan laki laki lain. Jaga Angel baik baik demi ku, besarkan dia dengan kasih sayang kalian."

__ADS_1


" Tidak! aku tidak mau membesarkan Angel tanpa mu. Aku ingin kita bertiga membesarkan Angel, jangan lakukan apapun James ku mohon. Ingat putri mu, dia akan kecewa melihat mu seperti ini. Ku mohon letakkan itu oke."


James menggeleng pelan dia menatap Violet dengan tersenyum penuh ketulusan dan seakan bahasa wajahnya merelakan semuanya saat ini.


" Tak ada lagi yang ingin membuat ku bertahan hidup Vio. Kau tak ingin bersama ku, Angel pun juga sangat kecewa dengan ku. Tak ada alasan untuk aku bertahan."


" Jangan lakukan hal gila ku mohon, letakkan itu. Kita bisa menjadi kakak adik, kita bisa tetap menjaga nama keluarga kita dengan baik James. Kau adalah laki laki kuat, kau laki laki baik aku yakin kamu pasti bisa menemukan cinta yang kamu mau."


" Cinta ku hanya akan menyakitinya, jadi tak ada gunanya aku hidup. Hidup ku hanya akan menjadi beban dan penyakit untuk semua orang. Jadi biarkan aku mengakhiri hidup ku. Pergilah, kau berhak bahagia Sayang, aku melepaskan mu sekarang."


James meneteskan air matanya dan dapat di lihat jelas oleh Violet bahwa laki laki itu menangis. Violet juga meneteskan air matanya dia tak tahu apa yang terjadi setelah ini tapi dia tak mungkin pergi dengan keadaan laki laki yang ada di depannya ingin mengakhiri hubungannya.


" Aku sadar cinta memang tak harus memiliki dan aku juga harus merelakan cinta mu bukan untuk ku. Semakin aku memaksa mu ada di sisi ku bukan cinta yang aku dapatkan tapi rasa benci yang besar untuk ku. Violet aku tak akan bisa mampu melihat mu dengan laki laki lain di banding aku harus melihat kamu bahagia dengan yang lain lebih baik aku mati meninggalkan semua cinta ini."


" James please jangan lakukan hal itu, sadar buka mata mu! di luar sana akan ada cinta yang akan menunggu mu. Ayo kita berobat aku akan menemani mu untuk berobat, jadikan aku adik mu, jangan jadikan aku pembunuh."


Mereka berdua sama sama menangis merasakan rasa sakit yang ada di hati mereka. James merasakan rasa sakit kepada hatinya yang harus merelakan cinta nya. Sedangkan Violet merasakan rasa sakit yang begitu dalam di hatinya.


" Letakkan James ku mohon letakkan, buka mata mu banyak wanita di luar sana, ku mohon letakkan. Ayo kita keluar dari sini, kita keluar."


" Violet please keluar lah, aku bahkan sudah menulis surat yang ada di pengacara ku bahwa aku bunuh diri ini tak ada sangkut nya dengan mu."


Violet kembali tertegun dia tak menyangka semua skenario ini sudah di atur oleh nya. Semuanya sudah tersusun rapi oleh nya. Violet menatap sendu ke arah James dengan tak percaya.


" Keluar Violet, keluar..." Ucapnya dengan penuh penekanan.


" Tidak! aku tidak mau keluar sendiri, aku ingin kita keluar bersama. Ayo kita berobat kamu harus sembuh dulu dari ini semua..." Bujuknya lagi.


" Tidak! keluarlah, jangan pikiran aku! keluar dari sini!"


" Tidak, aku mau keluar dengan mu, ayo keluar. Letakkan di sana ku mohon letakkan di sana."


" Keluar.. Jangan pikirkan aku."

__ADS_1


" James ku mohon jangan seperti ini, jadikan aku adikmu jangan jadikan aku seorang pembunuh! ayo James kita keluar bersama! letakkan di sana, ayo ulurkan tangan mu James."


Violet maju satu langkah dengan perlahan dia ingin mencoba untuk mengambil paksa apa yang ada di tangan nya.


" Jangan mendekat! jangan macam macam Violet! pergi dari sini!"


Violet menghentikan langkahnya ketika James menyuruhnya untuk tak mendekat. James mundur dengan langkah pelan.


" Letakkan di sana James, jangan macam macam..." Violet maju lagi.


" Jangan maju aku bisa berbuat nekad dengan ini Violet! jangan maju atau kau akan melihat aku mati di sini."


" Oke aku berhenti, aku keluar dari sini tapi jangan lakukan apapun ku mohon..." Violet menyerah.


" Keluar dari sini, berbahagia lah dengan laki laki pilihan mu, jaga Angel besarkan dia seperti anak kandung mu!"


Violet mengangguk dengan perlahan dia membalikan badannya dan kemudian menatap lagi ke arah James yang berdiri di sana dengan tetap membawa apa yang ada di tangannya.


" Pergilah jangan hiraukan aku! aku bahagia jika melihat mu bahagia pergilah dari sini. Pesan ku tetaplah menjadi Mama untuk Angel, jangan ceritakan siapa kamu kepada nya, buat dia bahagia dengan mu."


Violet semakin menangis dia tak menyangka bahwa James laki laki yang keras itu ingin mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini. James menatap Violet dengan tersenyum, senyumnya sungguh merelakan semuanya dengan segera.


Violet yang melangkah perlahan dengan gejolak hati yang tak karuan antara pergi dan membiarkan laki laki itu mati atau merebutnya dari tangan James.


" Selamat tinggal Violet! aku mencintai mu!" Ucapnya dengan pelan dan menyayat hatinya.


Violet menghapus air matanya dia bukannya lari keluar malah lari menghampiri James. Dengan paksa dia mengambil apa yang ada di tangan nya.


" Lepaskan ini James berikan ini kepada ku..." Violet menariknya paksa dari tangan James.


" Tidak akan..." James dengan cepat malah membuka apa yang ada di tangannya dengan saling rebutan, saling menarik satu sama lain.


" Lepaskan James..." Violet menariknya dengan kuat hingga cairan itu tumpah menjadi satu ke tubuh mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2